<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
		>
<channel>
	<title>Pairan dina: Islamisasi di Jawa Barat</title>
	<atom:link href="http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat/</link>
	<description>The Dialogue of Sunda-Islam</description>
	<lastBuildDate>Sat, 26 Dec 2009 04:37:53 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
		<item>
		<title>Ku: abdul</title>
		<link>http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat/#comment-486</link>
		<dc:creator>abdul</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 10 Dec 2009 09:14:30 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat-dan-banten/#comment-486</guid>
		<description>Malik ar’asy
Click http://www.intimidasi1942.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Malik ar’asy<br />
Click <a href="http://www.intimidasi1942.blogspot.com" rel="nofollow">http://www.intimidasi1942.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Ku: abdul</title>
		<link>http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat/#comment-393</link>
		<dc:creator>abdul</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 10:14:49 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat-dan-banten/#comment-393</guid>
		<description>click http://www.hukum1942.blogspot.com</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>click <a href="http://www.hukum1942.blogspot.com" rel="nofollow">http://www.hukum1942.blogspot.com</a></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Ku: sayyidah rokhmah</title>
		<link>http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat/#comment-392</link>
		<dc:creator>sayyidah rokhmah</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 06:00:16 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat-dan-banten/#comment-392</guid>
		<description>kasuhun.....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kasuhun&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Ku: D. Naufal Halwany</title>
		<link>http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat/#comment-354</link>
		<dc:creator>D. Naufal Halwany</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 01 May 2009 06:02:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat-dan-banten/#comment-354</guid>
		<description>salam, menurut sejarah islamisasi di banten begitu rumit tapi pada kenyataaannya tidak seperti  cerita rakyat yang beredar di wilayah banten dan pengislamian di banten masih menggandung unsur-unsur magis atau mistik</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam, menurut sejarah islamisasi di banten begitu rumit tapi pada kenyataaannya tidak seperti  cerita rakyat yang beredar di wilayah banten dan pengislamian di banten masih menggandung unsur-unsur magis atau mistik</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Ku: Ki Silah</title>
		<link>http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat/#comment-206</link>
		<dc:creator>Ki Silah</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 10 Nov 2008 07:42:34 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat-dan-banten/#comment-206</guid>
		<description>ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ahhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhhh</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Ku: abu nafilah</title>
		<link>http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat/#comment-159</link>
		<dc:creator>abu nafilah</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Aug 2008 15:50:45 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat-dan-banten/#comment-159</guid>
		<description>Kalau sudut pandang sejarahnya dari proses peng-islam-an, maka islamisasi menjadi kata kunci dan titik sentral proses selanjutnya, namun barangkali harus ada kesepakatan apa yang dimaksud islamisasi itu untuk masa sekarang. kalau yang dimaksudkan dengan pembaharuan yang dilatarbelakangi arabisasi, nampaknya, saya sebagai orang sunda tidak setuju. saya masih percaya dengan paradigma sundanisasi Islam. Islam yang &quot;rahmatan li al-alamin&quot;, yang universal itu, dalam setiap ruang dan waktu (li kulli zaman wa makan) memerlukan rumah budayanya., sehingga ke-shalih-annya bisa teruji. Sunda merupakan rumah budaya bagi Islam, sebagaimana Arab juga tau kultur-kultur lain. Maka jika Islam ditempatkan demikian, sunda santai, Islam santai, kata kang Acep Zam Zam mah.  perihal misi non Islam, siapa takut!, jika..... secara kultural Islam menjadi roh Sunda. Maksud saya bagaimana menjadikan telinga orang Sunda tetap merasa nikmat dan nyaman dengan &quot;galindengna&quot; pupujian, solawat, &quot;komo&quot; diiringi  jentreng-nya kacapi dan degungan, misalnya. Tapi ada juga unek-unek alias &quot;kaambek nyedek&quot; -tapi tenaga mah Isya Alloh moal waka midek, yang ingin disampaikan kepada pembaca komentar ini, saya membaca penomena sebagian generasi  sekarang mulai melakukan &quot;barter&quot; kebudayaan yang tidak menguntungkan. sebagian generasi muda sekarang banyak yang meninggalkan identitas kesundaannya, yang agak kiri (baca: kebarat-baratan) terus berlari tergopoh menuju kiri. yang kanan (baca:kearab-araban) terus &quot;tipaparetot&quot; ke kanan. Sementara asal muasal  jati diri dilupakan. lagi bingung dengan prilaku seperti itu, eh...dari sebuah stasiun televisi di bandung saya mendengar suara degung di disindenan dengan kawih.....misi non-Islam, terang saja telinga saya gatal! sebab &quot;teu ilahar&quot;. mumpung belum terlambat, saya kira kita masih bisa meninjau ulang cara &quot;barter&quot; seperti itu. kata orang tua mah, &quot;tong kamalinaan.&quot; sebab kata barudak santri mah kata Sunda itu kecap kirata dari bahasa Arab yaitu Shun dza, shun itu fiil amr, kata kerja perintah artinya: jagalah, sementara  dza, isim isyaroh lilqorib, kata tunjuk untuk sesuatu yang dekat, artinya: ini,  maka sunda itu berarti: jagalah ini. yang namanya menjaga atau memelihara pasti objeknya kebaikan, mulai dulu dari yang Maha Baik yaitu Alloh, sebagai aras keimanan kita, kemudian seterusnya dan seterusnya termasuk kasundaan kita, maka hayu urang &quot;sapukkeun deui&quot;, kita tegaskan baik secara individu maupun kolektif,  identitas kesundaan yang sudah dibangun karuhun kita, sanes kiiituuu! .......ah wios aya nu teu satuju mah!,  karena saya masih melihat generasi lainnya yang masih berkomitmen dengan &quot;Syahadat Sunda&quot;. nuhun ah</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau sudut pandang sejarahnya dari proses peng-islam-an, maka islamisasi menjadi kata kunci dan titik sentral proses selanjutnya, namun barangkali harus ada kesepakatan apa yang dimaksud islamisasi itu untuk masa sekarang. kalau yang dimaksudkan dengan pembaharuan yang dilatarbelakangi arabisasi, nampaknya, saya sebagai orang sunda tidak setuju. saya masih percaya dengan paradigma sundanisasi Islam. Islam yang &#8220;rahmatan li al-alamin&#8221;, yang universal itu, dalam setiap ruang dan waktu (li kulli zaman wa makan) memerlukan rumah budayanya., sehingga ke-shalih-annya bisa teruji. Sunda merupakan rumah budaya bagi Islam, sebagaimana Arab juga tau kultur-kultur lain. Maka jika Islam ditempatkan demikian, sunda santai, Islam santai, kata kang Acep Zam Zam mah.  perihal misi non Islam, siapa takut!, jika&#8230;.. secara kultural Islam menjadi roh Sunda. Maksud saya bagaimana menjadikan telinga orang Sunda tetap merasa nikmat dan nyaman dengan &#8220;galindengna&#8221; pupujian, solawat, &#8220;komo&#8221; diiringi  jentreng-nya kacapi dan degungan, misalnya. Tapi ada juga unek-unek alias &#8220;kaambek nyedek&#8221; -tapi tenaga mah Isya Alloh moal waka midek, yang ingin disampaikan kepada pembaca komentar ini, saya membaca penomena sebagian generasi  sekarang mulai melakukan &#8220;barter&#8221; kebudayaan yang tidak menguntungkan. sebagian generasi muda sekarang banyak yang meninggalkan identitas kesundaannya, yang agak kiri (baca: kebarat-baratan) terus berlari tergopoh menuju kiri. yang kanan (baca:kearab-araban) terus &#8220;tipaparetot&#8221; ke kanan. Sementara asal muasal  jati diri dilupakan. lagi bingung dengan prilaku seperti itu, eh&#8230;dari sebuah stasiun televisi di bandung saya mendengar suara degung di disindenan dengan kawih&#8230;..misi non-Islam, terang saja telinga saya gatal! sebab &#8220;teu ilahar&#8221;. mumpung belum terlambat, saya kira kita masih bisa meninjau ulang cara &#8220;barter&#8221; seperti itu. kata orang tua mah, &#8220;tong kamalinaan.&#8221; sebab kata barudak santri mah kata Sunda itu kecap kirata dari bahasa Arab yaitu Shun dza, shun itu fiil amr, kata kerja perintah artinya: jagalah, sementara  dza, isim isyaroh lilqorib, kata tunjuk untuk sesuatu yang dekat, artinya: ini,  maka sunda itu berarti: jagalah ini. yang namanya menjaga atau memelihara pasti objeknya kebaikan, mulai dulu dari yang Maha Baik yaitu Alloh, sebagai aras keimanan kita, kemudian seterusnya dan seterusnya termasuk kasundaan kita, maka hayu urang &#8220;sapukkeun deui&#8221;, kita tegaskan baik secara individu maupun kolektif,  identitas kesundaan yang sudah dibangun karuhun kita, sanes kiiituuu! &#8230;&#8230;.ah wios aya nu teu satuju mah!,  karena saya masih melihat generasi lainnya yang masih berkomitmen dengan &#8220;Syahadat Sunda&#8221;. nuhun ah</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Ku: bangbang</title>
		<link>http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat/#comment-103</link>
		<dc:creator>bangbang</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 04:44:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat-dan-banten/#comment-103</guid>
		<description>islami di Jawa Barat penuh dengan intimidasi, oleh sebab itu banyak pemeluknya menjadi munafik dengan menggandeng atribut budaya timurtengah yang dipaksa supaya terlihat &#039;islam&#039; tapi kropos dalam iman yang hakiki, ajarilah rakyat di Jawa Barat lebih berfikir sehat dalam menjalani iman keislamannya</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>islami di Jawa Barat penuh dengan intimidasi, oleh sebab itu banyak pemeluknya menjadi munafik dengan menggandeng atribut budaya timurtengah yang dipaksa supaya terlihat &#8216;islam&#8217; tapi kropos dalam iman yang hakiki, ajarilah rakyat di Jawa Barat lebih berfikir sehat dalam menjalani iman keislamannya</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Ku: pankuy</title>
		<link>http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat/#comment-98</link>
		<dc:creator>pankuy</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 26 Apr 2008 23:21:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat-dan-banten/#comment-98</guid>
		<description>saya rasa orang mungkin sudah jenuh dan mengerti bagaimana beragama... apapun pilihan orang terhadap agama kalau memang islam menjadi agama damai, biarlah mereka memilih pilihannya secara damai juga, tanpa intimidasi...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya rasa orang mungkin sudah jenuh dan mengerti bagaimana beragama&#8230; apapun pilihan orang terhadap agama kalau memang islam menjadi agama damai, biarlah mereka memilih pilihannya secara damai juga, tanpa intimidasi&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Ku: ipk4cumlaude</title>
		<link>http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat/#comment-49</link>
		<dc:creator>ipk4cumlaude</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 12 Feb 2008 07:23:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat-dan-banten/#comment-49</guid>
		<description>Hatur nuhun... Sae pisan impormasina...
Salam kenal ah...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hatur nuhun&#8230; Sae pisan impormasina&#8230;<br />
Salam kenal ah&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>Ku: pede</title>
		<link>http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat/#comment-16</link>
		<dc:creator>pede</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 23 Jan 2008 04:31:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://sundaislam.wordpress.com/2008/01/09/islamisasi-di-jawa-barat-dan-banten/#comment-16</guid>
		<description>Posting yang bagus.

Sekarang jumlah muslim di Indonesia berkurang. Terutama di Jawa.

Solusinya mungkin kita perlu mencangkok alQuran di dalam kepala masing-masing orang kafir (non-muslim).

Apa bisa ya?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Posting yang bagus.</p>
<p>Sekarang jumlah muslim di Indonesia berkurang. Terutama di Jawa.</p>
<p>Solusinya mungkin kita perlu mencangkok alQuran di dalam kepala masing-masing orang kafir (non-muslim).</p>
<p>Apa bisa ya?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
