(1568-1813)
KESULTANAN yang pada masa jayanya meliputi daerah yang sekarang dikenal dengan daerah Serang, Pandeglang, Lebak, dan Tangerang. Sejak abad ke-16 sampai abad ke-19 Banten mempunyai arti dan peranan yang penting dalam penyebaran dan pengembangan Islam di Nusantara, khususnya di daerah Jawa Barat, Jakarta, Lampung, dan Sumatra Selatan. Kota Banten terletak di pesisir Selat Sunda dan merupakan pintu gerbang lintas pulau Sumatra dan Jawa. Posisi Banten yang sangat strategis ini menarik perhatian penguasa di Demak untuk menguasainya. Pada tahun 1525-1526 Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati berhasi menguasai Banten.
Sebelum Banten berwujud sebagai suatu kesultanan, wilayah ini termasuk bagian dari kerajaan Sunda (Pajajaran). Agama resmi kerajaan ketika itu adalah agama Hindu. Pada awal abad ke-16, yang berkuasa di Banten adalah Prabu Pucuk Umum dengan pusat pemerintahan Kadipaten di Banten Girang (Banten Hulu). Surosowan (Banten Lor) hanya berfungsi sebagai pelabuhan. Menurut berita Joade Barros (1516), salah seorang pelaut Portugis, di antara pelabuhan-pelabuhan yang tersebar di wilayah Pajajaran, Pelabuhan Sunda Kelapa dan Banten merupakan pelabuhan yang besar dan ramai dikunjungi pedagang-pedagang dalam dan luar negri. Dari sanalah sebagian lada dan hasil negri lainnya diekspor. Oleh karena itu, Banten pada masa lalu adalah potret sebuah kota metropolitan dan menjadi pusat perkembangan pemerintahan Kesultanan Banten yang sempat mengalami masa keemasan selama kurang lebih tiga abad.
Menurut Babad Pajajaran, proses awal masuknya Islam di Banten mulai ketika Prabu Siliwangi, salah seorang raja Pajajaran, sering melihat cahaya yang menya-nyala di langit. Untuk mencari keterangan tentang arti cahaya itu, ia mengutus Prabu Kian Santang, penasihat kerajaan Pajajaran, untuk mencari berita mengenai hal ini. Akhirnya Prabu Kian Santang sampai ke Mekah. Di sana ia memperoleh berita bahwa cahaya yang dimaksud adalah nur Islam dan cahaya kenabian. Ia kemudian memluk agama Islam dan kembali ke Pajajaran untuk mengislamkan masyarakat. Upaya yang dilakukan Kian Santang hanya berhasil mengislamkan sebagian masyarakat, sedangkan yang lainnya menyingkirkan diri. Akibatnya, Pajajaran menjadi berantakan. Legenda yang dituturkan dalam Babad Pajajaran ini merupakan sebuah refleksi akan adanya pergeseran kekuasaan dari raja pra-Islam kepada penguasa baru Islam.
Sumber lain menyebutkan bahwa ketika Raden Trenggono dinobatkan sebagai sultan Demak yang ketiga (1524) dengan gelar Sultan Trenggono, ia semakin gigih berupaya menghancurkan Portugis di Nusantara. Di lain pihak, Pajajaran justeru menjalin perjanjian persahabatan dengan Portugis sehingga mendorong hasrat Sultan Trenggono untuk segera menghancurkan Pajajaran. Untuk itu, ia menugaskan Fatahillah, panglima perang Demak, menyerbu Banten (bagian dari wilayah Pajajaran) bersama dua ribu pasukannya. Dalam perjalanan menuju Banten, mereka singgah untuk menemui mertuanya, Syarif Hidayatullah, di Cirebon. Pasukan Demak dan pasukan Cirebon bergabung menuju Banten di bawah pimpinan Syarif Hidayatullah, Fatahillah, Dipati Keling, dan Dipati Cangkuang. Sementara itu, di Banten sendiri terjadi pemberontakan di bawah pimpinan Maulana Hasanuddin melawan penguasa Pajajaran.
Gabungan pasukan Demak dengan Cirebon bersama laskar-marinir Maulana Hasanuddin tidak banyak mengalami kesulitan dalam menguasai Banten. Dengan demikian, pada tahun 1526 Maulana Hasanuddin dan Syarif Hidayatullah berhasil merebut Banten dari Pajajaran. Pusat pemerintahan yang semula berkedudukan di Banten Girang dipindahkan ke Surosowan, dekat pantai. Dilihat dari sudut ekonomi dan politik, pemindahan pusat pemerintahan ini dimaksudkan untuk memudahkan hubungan antara pesisir Sumatra sebelah barat melalui Selat Sunda dan Selat Malaka. Situasi ini berkaitan pula dengan situasi dan kondisi politik di Asia Tenggara. Pada masa itu, Malaka telah jatuh di bawah kekuasaan Portugis, sehingga pedagang-pedagang yang enggan berhubungan dengan Portugis mengalihkan jalur perdagangannya ke Selat Sunda. Sejak saat itulah semakin ramai kapal-kapal dagang mengunjungi Banten. Kota Surosowan (Banten Lor) didirikan sebagai ibu kota Kesultanan Banten atas petunjuk Syarif Hidayatullah kepada putranya, Maulana Hasanuddin, yang kelak menjadi sultan Banten yang pertama.
Atas petunjuk Sultan Demak, pada tahun 1526 Maulana Hasanuddin diangkat sebagai bupati Kadipaten Banten. Pada tahun 1552 Kadipaten Banten diubah menjadi negara bagian Demak dengan tetap mempertahankan Maulana Hasanuddin sebagai sultannya. Ketika Kesultanan Demak runtuh dan diganti Pajang (1568), Maulana Hasanuddin memproklamasikan Banten menjadi negara merdeka, lepas dari pengaruh Demak.
Sultan Maulana Hasanuddin memerintah Banten selama 18 tahun (1552-1570). Ia telah memberikan andil terbesarnya dalam meletakkan fondasi Islam di Nusantara sebagai salah seorang pendiri Kesultanan Banten. Hal ini telah dibuktikan dengan kehadiran bangunan peribadatan berupa masjid dan sarana pendidikan islam seperti pesnatren. Di samping itu, ia juga mengirim mubaligh ke berbagai daerah yang telah dikuasainya.
Usaha yang telah dirintis oleh Sultan Maulana Hasanuddin dalam menyebarluaskan Islam dan membangun Kesultanan Banten kemudian dilanjutkan oleh sultan-sultan berikutnya. Akan tetapi, pada masa Sultan Ageng Tirtayasa, Kesultanan Banten mengalami kehancuran akibat ulah anak kandungnya sendiri, yaitu Sultan Haji, yang bekerjasama dengan kompeni Belanda. Ketika itu Sultan Haji diserahi amanah oleh ayahnya sebagai Sultan Muda yang berkedudukan di Surosowan. Akibat kerjasama kompeni Belanda dengan Sultan Haji, akhirnya terjadilah perang dahsyat antara Banten dan kompeni Belanda. Perang berakhir dengan hancurnya Keraton Surosowan yang pertama.
Meskipun keraton tersebut dibangun kembali oleh Sultan Haji melalui seorang arsitek Belanda dengan megahnya, namun pemberontakan demi pemberontakan dari rakyat Banten tidak pernah surut. Sultan Ageng Tirtayasa memimpin Perang gerilya bersama anaknya, Pangeran Purbaya, dan Syekh Yusuf, seorang ulama dari Makassar dan sekaligus menantunya. Sejak itu, Kesultanan Banten tidak pernah sepi dari peperangan dan pemberontakan melawan kompeni hingga akhirnya Keraton Surosowan hancur untuk yang kedua kalinya pada masa Sultan Aliuddin II (1803-1808). Ketika itu ia melawan Herman Willem Daendels.
Setelah Kesultanan Banten dihapus oleh Belanda, perjuangan melawan penjajah dilanjutkan oleh rakyat Banten yang dipimpin oleh para ulama dengan menggelorakan semangat perang sabil. Keadaan ini berlangsung sampai Negara Republik Indonesia diproklamasikan kemerdekannya. Hal ini terlihat dari berbagai pemberontakan yang dipimpin oleh para kiai dan didukung oleh rakyat, antara lain peristiwa “Geger Cilegon” pada tahun 1886 di bawah pimpinan KH Wasyid (w. 28 Juli 1888) dan “Pemberontakan Petani Banten” pada tahun 1888.
Keberadaan dan kejayaan kesultanan Banten pada masa lalu dapat dilihat dari peninggalan sejarah seperti Masjid Agung Banten yang didirikan pada masa pemerintahan Sultan Maulana Hasanuddin. Seperti masjid-masjid lainnya, bangunan masjid ini pun berdenah segi empat, namun kelihatan antik dan unik. Bila diamati secara jelas, arsitekturnya merupakan perpaduan antara arsitektur asing dan Jawa. Hal ini dapat dilihat dari tiang penyangga bangunan yang jumlahnya empat buah di bagian tengah; mimbar kuno yang berukir indah; atap masjid yang terbuat dari genteng tanah liat, melingkar berbetuk bujur sangkar yang disebut kubah berupa atap tumpang bertingkat lima. Di dalam serambi kiri yang terletak di sebelah utara masjid terdapat makam beberapa sultan Banten beserta keluarga dan kerabatnya. Di halaman selatan masjid terdapat bangunan Tiamah, merupakan bangunan tambahan yang didirikan oleh Hendrik Lucasz Cardeel, seorang arsitek berkebangsaan Belanda yang memluk agama Islam dengan gelar Pangeran Wiraguna. Dahulu, gedung Tiamah ini digunakan sebagai majelis taklim serta tempat para ulama dan umara Banten mendiskusikan soal-soal agama. Sekarang gedung tersebut digunakan sebagai tempat penyimpanan benda-benda purbakala. Selain itu, di Kasunyatan terdapat pula Masjid Kasunyatan yang umurnya lebih tua dari Masjid Agung. Di masjid inilah tinggal dan mengajar Kiai Dukuh yang kemudian bergelar Pangeran Kasunyatan, guru Maulana Yusuf, sultan Banten yang kedua.

Bangunan lain yang membuktikan keberadaan Kesultanan Banten masa lampau adalah bekas Keraton Surosowan atau gedung kedaton Pakuwan. Letaknya berdekatan dengan Masjid Agung Banten. Keraton Surosowan yang hanya tinggal puing-puing dikelilingi oleh tembok tembok yang tebal, luasnya kurang lebih 4 ha, berbentuk empat persegi panjang. Benteng tersebut sekarang masih tegak berdiri, di samping beberapa bagian kecil yang telah runtuh. Dalam situs (lahan) kepurbakalaan Banten masih ada beberapa unsur, antara lain Menara Banten, Masjid Pacinan, Benteng Speelwijk, Meriam Kiamuk, Watu Gilang dan pelabuhan perahu Karangantu.***(Dewan Redaksi Ensiklopedi Islam, Ensiklopedi Islam I, Jakarta: PT Ichtiar Baru van Hoeve, cet-11, 2003. pp 236-239.)
Diberkaskeun dina: Sejarah


saya jarang menemukan blog yang mau membahas pustaka nusantara kayak gini. salut
btw, koq ga dibahas ya hubungan para sultan2 tsb dg kisah wali songo. Kayaknya taunnya wali songo ga jauh2 amat sebelum tahun tsb (datengnya duluan dr pelaut portugis yg kesohor pd jamannya)
kasih sayang adalah cinta hakiki
Informasinya sejarah ayang bagus utk diketahui generasi muda, saran sedikit; kalau bisa ada gambar/foto para tokohnya.
saya sebenarnya ingin menulis tentang keberadaan bahasa jawa dialek Banten (baca: Serang) “BJDB” yang juga menjadi bahasa ibu, atau bahasa pertama orang Serang. Hampir 90 % penduduk Kota Serang menguasai dan menggunakan bahasa ibu tersebut. peranan bahasa jawa banten sudah sangat ditinggalkan oleh para generasi muda. mereka gengsi untuk menggunakannya. namun hal ini di antaranya adalah kesalahan para orang tua juga, yang tidak ikut melestarikan keberadaan BJDB.
keberadaan BJDB yang masih digunakan di antaranya di pesantren-pesantren salafi. yang masih menggunakan kitab kuning sebagai bahan ajar pesantren. para santri berdialog dengan para guru “kiai” dengan menggunakan bahasa jawa yang halus (bebasan). metode yang digunakan dalam proses pembelajaran di ponpes di antaranya adalah metode bandongan, sorogan dan hafalan. Oleh karena itu saya mengusulkan agar BJDB bukan hanya digunakan di kalangan santri (ponpes) salafiyah, namun lebih dari itu, BJDB perlu digunakan juga dalam pembelajaran di sekolah paling tidak ada mata pelajaran bahasa Jawa Banten agar para generasi muda mengetahui, menguasai dan menggunakannya dalam kehidupan sehari-hari. Peranan pemerintah dalam menyosialisasikan BJDB terlebih membuatkan payung hukum melalui peran serta DPRD Kota Serang sangat kami harapkan. Ditunggu!
Coba pelajari lagi bagaimana cara Islam masuk ke Nusantara. Yang dipropagandakan selalu lewat pedagang tapi yang melalui agresi militernya tidak pernah diutarakan. Lihat: Laksamana Laut Bong Swi Ho berobah menjadi Sunan Bonang, Laksamana Laut Gan Shi Ciang dirobah namanya jadi Sunan Kudus, Laksamana Laut Gan Eng Chu jadi Sunan Ampel, Laksamana Laut Ma Ceng Ho jadi Sunan Muria, dan terakhir Sunan Gn Jati di belokan sejarah dan tokohnya.
Arti kata Laksamana Laut adalah PANGLIMA PERANG LAUTAN, dan untuk menaklukan negara maritim yang terbesar di Asia Tenggara itu harus dengan pasukan maritim pula.
Wali sanga (sebenarnya 10) itu tidak hidup dalam kurun waktu yang sama. 5 wali palsu (mengaku sebagai wali agama) dan 5 lagi adalah Maharaja Nusantara (Wali Negara). Yang terdiri dari Sunan Gresik (Guru Resi Dharmasiksa), Sunan Giri (Batara Guru Niskala Wastukancana), Syeh Siti Jenar ( Mundinglaya/ Prabhu Silihwangi II), Sunan Kalijaga (Pangeran Jaya Nagara/ Prabhu Silihwangi IIX), Sunan Gunung Jati (Raden Jayaningrat/ Prabhu Silihwangi IX)
Nama asli dari:
Kian Santang adalah Kin San, utusan dari kerajaan Cina, dia tidak berani menggunakan gelar “Rakean” sehingga menempatkan kata “Kian”.
Gan Eng Cu adalah Gajah Mada yang mempunyai misi “mempersatukan Nusantara dengan kekaisaran Cina”. Cina Utara disebut Nanking dan wilayah Nusantara akan dijadikan Nanyang (Cina Selatan).
Serangan Islam yang pertama dilakukan pada abad 12 M oleh Kubilai Khan cucu dari Jengis Khan (arti kata Khan adalah Ulama). Jengis Khan adalah murid terpintar dari Imam Bukhara (kita mengenalnya sebagai Buchori Muslim).
Semoga penjelasan di atas dapat bermanfaat.
were all Sundanese forcibly converted to Islam? i wonder…
Assalamualaikum.Wr.Wb
Saya adalah masih ada hubungan keluarga dengan banten dari P.Muhamad Thohir bin sultan Haji yang ada di jawa timur,dan saya yakin bahwa nantinya saya pasti bisa bertemu dg keluarga besar dari banten walaupun sementara dengan lewat email saja,karena kami dari keluarga yang ada di jawa timur selalu menjaga nama baik leluhur kami,memgingat leluhur kami dari golongan orang 2 yang baik dan mudah2an semua para pembaca jika masih ada silsilah dari banten kami mengharap selalu bisa berkominikasi.
wassalam
Khoirul Anisa
Hp:085746161528
Assalamualaikum.Wr.Wb
Saya sebagai orang Banten sangat berterima kasih kepada ikhwan semua yang telah mempublikasikan sejarah banten sehingga umat yang awalnya belum mengetahui sejarah banten bisa jadi tahu dan yang awalnya hanya tahu sejarah melalui cerita dari lisan ke lisan bisa tahu/baca melalui tulisan.
Saya lebih terima kasih lagi jika ikhwan bisa menuliskan silsilah keturunan Banten hingga kepada Bapak H. Fathul Adzim (Ketua Kenaziran Banten yang sekarang).
Jangan lupa ya Ikhwan, kirimi saya silsilahnya via e-mailku
Assalamualaikum Wr.Wb
Saudarahku Miftah,jika saudara masih ada garis nasab dari Sultan Banten pasti suatu saat akan bertemu garis nasab yg saudara cari semoga Allah memberkati dan memberi petunjuk,kalau boleh tahu siapa buyut Saudara mungkin saya bisa bantu karna di Jatim masih ada satu orang yg masih hidup Beliau masih keturunan ke lima dari Sultan Haji dan beliau termasuk ketua pembina keluarga besar Bani P.Muhammad Tohir bin Sultan Haji Abun Nasyri Abdul Qohar Syeh Maulana Mansyurudin Cikadun banten.dan kalau boleh tahu beri saya no Hp biar kita semakin akrab.
Menanggapi tulisan tentang kerajaan ataupun kesultanan banten ini yang berkaitan dengan prabu siliwangi ini ternyata di kecamatan cidaun terdapat sebuah jejak peninggalan berupa batu karang yang letaknya di pesisir pantai cidaun dimana masyarakat setempat menamakan batu tersebut adalah batu kukumbung yang konon di tempat itulah prabu siliwangi didudukan untuk dikhitan oleh prabu kian santang. Sampai saat inipun jejak tapak maupun batu tersebut masih dapat dilihat keberadaannya meski kondisinya sudah tidak seutuh seperti bentuk kursi yang pernah diduduki prabu siliwangi
Terimakasih Tuhan,masih banyak yang peduli terhadap sejarah leluhur dan pahlawan bangsa.mudah2an ada yg mau memberiku catatan silsilah p.muhammad thohir,karna aq jg sdang mencari silsilah kluarga.mohon email aku za,trimakasih
Assalamualaikum,Wr,Wb
Saudaraku saya ada sedikit silsilah beliau P.M.Thohir bin Sultan Haji.Pangeran Muhammad Thohir adalah putra ke tiga dari Sultan Haji Abun Nashri Abdul Qohar Syeh Maulana Mansshurudin Cikaduen Banten Makam beliau Mbah Thohir di tebus seren jabon Sda dan mempunyai 5 orang putra 2 orang putri
1.Tb.Ahmad Dja’far jogo reso tebus seren jabon sda.2 Ratu Bagus Mas Gunung Cemeng kalang sda.3 Tb Barmawi Katib tebus seren jabon Sda.4 Mas Abd Alim Bilal juga tebus seren.5 Tb Abu Shofyan mojo jejer MJK.6 Nyai Mas Ayu Kuning kepanjen Malang.7 Nyai Ratu Ayu Mas Khodhijah Bangil ini sedikit tentang silsilah dan keturunannya Mbah Thohir lebih selengkapnya saya punya dokumen keluarga Bani P.Muhammad Thohir bin Sultan Haji Abun Nashri Abd Qohar bin Sultan Ageng Tirtoyoso Abd Fath Abdul Fatah bin Sultan Ma’aly Ahmad Kenari bin Sultan Abu Mufakhir Mahmud Abdul Kadir bin Syeh Muhammad Nashrudin bin Syeh Yusuf bin Maulana Sultan HAsanudin bin Sunan Gunung Jati ini saya ambil dari skema yg dari banten kalau antum masih ada garis keturunan dari beliau tlg beri no tlp,karena saya akan memberikan dokumen keluarga ke beliau Kyai Haji Mas’udi Malang untuk di teliti ke absahanya lagi.dan tidak mengurangi rasa tawadlu’saya kepada beliau KH Tb Soeb Aminudin Bisry Jln Muharto malang sebagai pembina / penasehat keluarga besar bani P.M.Thohir beliau baru saja Almarhum
Wassalam
K.Anisa
0321 6817570
085746161528
kalo sultan haji sich ning mate wong banten iku anak sing durhake ..ning wong tue… baturane karo wong londo…. ngisinaken wong banten… bae… baguse malah aje dibahas…uwong sing ngajuraken kesultanan banten
yahh…. betulll…. sultan haji tuch…. sultan katrok ……
saya setuju ama wawan…… saya sebel ama sultan haji … kerjanya cuma temenen ama… belanda…. akibatnya orang kulon sekarang cuma ngeliat puing puing ….kratonnya kasiaan dech….. orang banten
Assalamualaikum Wr,Wb
mas wawan dan mas nasrullah boleh2 saja menghina,melecehkan,kepada beliau sultan haji tapi saya sbg cucunya akan selalu berdo’a semuga cerita tentang beliau tidak benar,karena kami membawa sejara beliau yg dari turun temurun leluhur kami,apalagi sampean tahu hanya lewat baca sejara yg blm tentu dg kebenarannya,bagi kami tidak apa dan marah apapun yang sampean katakan karena kami di didik keluarga untuk menghormati dan tidak mencaci maki seperti masberdua
Wassalam
K.anisa
ass
K anisa boleh minta emailnya
Kenapa seh selalu mempermasalahkan nasab keluarga dan sebagainya, kenapa sebagai anak cucunya justru kita malah sibuk dengan ngurusin nasab dan nasab, tidak kah kita ingin meneruskan perjuangan buyut kita menjadikan banten ini negeri yang baldatun tayyibatun warobun gofurr?bukan beradu sentak dan mencaci.
Keluarga banten adalah saudara semuanya, entah itu keturunan sultan haji atau dari lainnya, yang jelas, setiap orang pernah berbuat khilaf, tapi bukan berarti harus merasa paling benar dan kuat.
Saya sedih kalau melihat saudara-saudara sendiri harus bertengkar atau mempermasalahkan nasab yang hanya besifat duniawi.Kesemuanya akan hilang dan sirna seiring dengan hilangnya raga dan jasad kita. Jadi siapapun yang merasa mempunyai nasab keturunan kesultanan banten, hargai masing-masing dari kita, setiap keturunan mempunyai adat dan keistimewaan sendiri-sendiri, yang jelas satu yang menjadi keunikan keluarga-keluarga kesultanan banten pada masanya yang tidak dimiliki oleh keturunan kerajaan lain di INdonesia, bahwa keluarga kesultanan banten adalah ulama sekaligus raja bagi rakyatnya.itu yang harus kita banggakan.sementara kerajaan lain hanya sebagai raja alias pemimpin bagi rakyatnya tidak pernah menjadi ulama.
Apapun bentuknya saudaraku, kita sebagai keturunan dari kesultanan banten harus ingat dan penuh kesadaran yang tinggi, bahwa leluhur kita telah menancapkan tongkat pembangunan jaman keemasan pada masa mereka, itu adalah sebuah isyarat kepada kita cucu-cucunya untuk bisa meneruskan apa yang telah mereka usahakan.Jangan malah saling menuntut kebenaran ini dan itu.
Tidak ada kebenaran sejati di dunia ini.Jadi mari kita saling bergandeng tangan untuk kembali menjadikan banten negeri yang tangguh dan maju dalam segala bidang.Amiin.
Semua manusia ber nasab kepada nabi yang mulia Adam as.tp tk smua manusia masuk surga dg mudah.lantas knapa bangga dg nasab.Nabi Adam bernasab kpada siapa ya?
Assalamu’alaikum Wr.Wb
Semoga Allah melimpahkan Rahmat dan Ampunan Nya kepada kita semua. Saudaraku…ane mau mengundang antum semua untuk mengunjungi situs kami di http://majlisalkhair.wordpress.com
Mudah-mudahan ada kebaikannya buat kita semua. ..Amin..
Majlis ane bernama Majlis Ratibul ‘Athos Al Khair Pramuka yang merupakan majelis yang mendawamkan Ratibul ‘Athos yang kami baca secara berjamaah setiap malam jum’at jam 20.00 WIB s/d selesai yang beralamat di Jl. Pramuka Jati III (Depan Pasar Burung Pramuka) Paseban Jakarta Pusat. Pendiri majlis ini merupakan keturunan dari Kesultanan Banten dan Cirebon. Ane sangat senang sekali jika antum semua berkenan hadir ke majlis kami.
Wassalamu’alaikum Wr.Wb
sangat buruk.tidak lengkap.seharusnya ada keruntuhannya
saran: usahakan supaya sejarah kesultanan BANTEN bisa mencuak kembali. dan terutama kepada PEMDA SETEMPAT agar dapat peduli terhadap situs sejarah KESULTANAN BANTEN.
trima kasih atas artikel ini, saya bisa menyelesaikan tugas IPS saya yang sangat sulit…
Assalamua’laikum Wr. Wb
Saudaraku…
Hakikat Nasab adalah kecintaan, keimanan dan ketaqwaan. Sekalipun kite mengaku keturunan Rosulullah tetapi akhlak kite tidak mencerminkan ajaran Rosulullah, apakah kite akan di aku sebagai keturunannya?!!
Apakah kite di aku rosulullah sebagai umatnya?!!
Rosulullah bersabda : “Seandaikata Fatimah Azzahra mencuri maka akan aku potong tangannya”.
Saudaraku…
Rosulullahpun bersabda : ” Barang siapa yang menghidupkan sunahku sesungguhnya ia mencintaiku dan Barang siapa yang mencintaiku sesungguhnya ia berada denganku di surga”.
Kalau memang nasab/keturunan dapat menjamin kite masuk surga, alangkan kasihannya orang-orang yang bernasab dari orang-orang biasa atau orang-orang kafir sekalipun. ??
Saudaraku…
Berbahagialah bagi orang-orang yang bernasab dari orang-orang yang mulia namun tetap berakhlaq mulia.
Dan janganlah bersedih bagimu yang tidak bernasab dari orang-orang yang mulia. Karena sesungguhnya nasab itu bukanlah karena “Darah” tetapi “Kecintaan, Iman dan Taqwa kite kepada lelehur-leluhur kite yang mencintai Allah dan RosulNya.
Sesungguhnya Allah tidak melihat kite dari dari mana Nasab kite atawa siape enjit kite, tetapi yang Allah liat adalah iman dan ketakwaan kite kepada NYa.
Saudaraku..
Kalau kite cinta kepada Allah maka kite akan dapat Ridho Allah.
Kalau kite cinta kepada Rosulullah maka kite akan dapat Syafaat Rosulullah.
Kalau kite cinta kepada Ulama maka Rosulullahpun akan mencintai kite. Karena para Ulama adalah pewaris para Nabi.
Dan sesungguhnya Allah dan RosulNya bersama orang-orang yang mencintainya.
Siapakah orang-orang yang mencintai Allah dan RosulNya?
Tentunya orang-orang yang menjalankan perintah Allah dan menjauhi laranganNya. Dan menghidupkan sunah-sunah Rosulullah SAW.
Semoga kita semua termasuk dari golongan orang-orang yang mencintai Allah dan RosulNya. Amin…
Ass…wr.wb…!!!! salam kenal buat jama’ah majlis alkhair.tolong dong lampirkan jadwal majlis alkhair dilaksanakannya hari apa & jam berapa??? insyaa ALLAH saya mau hadir.kalau tuiadak ada halangan,bisa hubungi saya di no hp 085882946824. akhirul kalaam jazakumulloh koirul jazaa…
ASS..wr.wb…!!! salam kenal buat khirul annisa.yang masih kerababat saya dari garis kesulthanan banten.agar hubungan silaturrahim keluarga tidak putus (mati obor),sudikiranya mau menghubungi saya di noHP 085882946824.Terima kasih….wass….
Untuk saudaraku ahmad,
Jadwal ratib pada setiap malam jum’at pukul 20.00 WIB s/d selesai di Jl. Pramuka Jati III Paseban Jakarta Pusat.
Silahkan kunjungi http//: majlisalkhair.wordpress.com
Barokallahu lakum
Wassalamua’laikum ..Wr. Wb
buat khoirunnisa,klo sdr ingin mengetahui lbh jelas dan gamblang tentang garis nasab anda.dan keturunan sulthan2 banten,saya sarankan untuk datang langsung ke banten,menemui orang yg lbh tau tentang itu.nanti saya akan bantu.insya allah klo masalah nasab keturunan saya punya catatan nya,syukron katsiir……
Assalam Buat saudaraku Tb Vikri.
Kami sekeluarga sebelumnya sangat berterima kasih jika mas vikri sudi mau membantu saya,masalahnya kami sekeluarga bahkan dari rumpun P.M.Thohir yg terbanyak ada di jawa timur termasuk saya sendiri,dan semua keluargapun mempunyai skema kesultanan banten akan tetapi rumpun dari bani P.M.Thohir ingin berhubungan bersilatur rahmi walaupun lewat sitos ini dan andaikata saya punya email external akan kami kirimi skema rumpun bani P.M.Thohir akan tetapi ndak punya email keluar jalan satu-2nya lewat blok,yang saya harapkan dari blok ini untuk bisa bersilatur rahmi walaupun hanya lewat tulisan saja maka dari itu no hp saya bahkan tlp rmh saya cantumkan,
1.supaya mudah untuk menghubungi jika ada salah satu kelurga dari rumpun bani Buyut Thohir khususnya umum bagi kita semua seiman.dan walhasil alhamdullilah atas bantuan ALLAH saya mulai punya data keluarga dari rumpun Sunan Gunung Jati.
2.Saya Insya ALLAH tidak ada niat untuk mengunggulkan suatu silsilah yang seperti anggapan mereka,tapi tidak ada jeleknya jika saya atau sauadara tahu silsilah sendiri.
3.Jika mereka punya anggapan yang negatif,akan saya terima dg lapang dada.mungkin mereka bisa saja khilaf .
4.Mas Vikri untuk sementara data keluarga kami masih di teliti dan di data oleh Robithoh Al Azmatkhan(Marga dari Sy Abdul Malik Azmatkhan bin Sy Alwi Amil Faqih)
5.Insya ALLAH di th 2009 ini akan ada pertemuan keluarga bani Sultan Haji Abun Nashri di malang,tapi hari dan tanggalnya blm di pastikan,jika ada bani Sultan Haji yang berada di luar malang dan sekitarnya kalau ingin bersilatur rahmi nanti akan saya kasih tahu
6.Insya ALLAH 2 th kedepan saya dan semua jama’ah saya blm ada agenda ziaroh ke banten,karena th ini masih ada agenda ziaroh ke Batu Ampar(Makam Sy Syamsudin)nanti kalau tiba2 ALLAH menghendaki Ziaroh ke Banten INSYA ALLAH akan segerah saya hubungi,tlg no hpnya kalau punya tlp rmh juga beri tahu saya
Wassalam
K.Anisa
085746161528
03216817570
Jedong Ngoro Industri Persada kab Mojokerto Jatim
askum..wr.wb
saya baru baca dan baru liat asalkan anda tau saya juga turunnan sultan haji saya dari garis keturunan sultan abidin bin maulana mansyurdin cerita yang beredar itu adalah bohong kalu anda mau tau kenyataannya dan cerita sesungguhnya saya akan jelaskan semua ,pada kenyataanya sebenarnya saat itu sepulang dari mekah mampir kepulau majeki, kelanjutan nya akan saya jelaskan semua .saya T.B daud yusuf bin tubagus hasan mustopa .insyaallah saya tau kebenarannya .
Waalikum salam
Saya memang ndak yakin kalau sultan haji berkhianat seperti apa yang telah beredar,semoga kebenaran selalu di tunjukkan ALLAH swt Amin.
aduuuh…elmu teh nambahan deui…
salaku katurunan banten abdi atoh aya nu ngabahas sajarah banten…
kanggo perkawis nu salah mah keun we da nami na oge jalmi moal aya nu sampurna,,tah urang salaku anak incuna kudu bisa neruskeun jeung nyampurnakeun perjuangan sepuh jeung karuhun sunda,banten khususna…
punten kanu kasuhun bilih aya kacaletot basa,,
nuhun,,,sampurasun….
Salam kenal mbak nisa dan saudara2 semua.
Menurut cerita almarhum kakek saya,kami adalah keturunan kawin silang antara keturunan kesultanan banten dengan kesultanan demak lewat pernikahan sultan hasanudin dengan putri sultan trenggono melalui eyang sultan ageng tirtayasa.
Saya berdomisili di Kab. Ponorogo, leluhur saya oleh keuturunannya disebut Eyang Tubagus Abu Yamin (tanpa kami ketahui nama aslinya) yang menikah dengan putri seorang ulama Ponorogo Kyai Kasan Besari.
Mohon bantuannya dong mbak,siapa tau mbak punya catatan nama asli eyang saya yang hijrah dari banten ke Ponorogo serta silsilah persisnya hingga sampai ke eyang sultan ageng tirtayasa.
Sewaktu saya ziarah ke masjid agung Banten tahun 2001,saya bertemu dengan Tb.Abdurrahman yang menurut beliau kemungkinan besar eyang saya adalah tubagus wetan ( wallahu’alam).
Mohon bantuannya ya mbak,tapi jawabnya pake bahasa indonesia aja,maklum nggak bisa bahasa sunda,he…he…
Sekali lagi makasih
Ass..wr.wb..!!! Salam kenal buat semuanya..&saya minta tolong kepada saudara2 yang mengetahui silsilah raden samuda bin safaruddin hingga keatasnya.sudikiranya mau memberitahukan?mencantumkan data silsilah tersebut.akhirul kalaam..Wass….
ngobrolkeun urang sunda:Urang sunda geus poho ka indungna,geus poho ka bapana,geus poho kaguruna,geus poho kana bahasana,gues poho kana tulisana/aksarana,tuh tinggali myanmar,thailand,vietnam,masih ngajaga tulisanna salaku jati diri nu mandiri,IEU AING TEH,IEU TULISAN AING TEH.simkuring ngarojong kana patekadan saderek sadaya pikeun neangan silsilah katurunan.ieu salah sahiji kakawasaan ALLAH Subhana wata`ala anu kudu kuurang di tafakuran dina kahirupan sapopoe.SUBHANALLAH WALHAMDULILAAH WALAA ILAHA ILLALAH WALLAAHU AKBAR.Hapunten bilih aya basa nu teu mereunah,ma`lum nuju diajar keneh milarian jati diri dina bab tata basa sunda.supriatna wirakusumah,singapore
Ass..wr.wb.
Salam kenal buat saudaraku, alhamdulillah ternyata masih ada orang2 yang masih mempertahankan budaya n kekayaan sejarah negeri kita.
saya dari tangerang, saya sangat prihatin dengan generasi2 sekarang, termasuk saya sendiri yang tidak tahu tentang budaya banten. mohon kiranya jika ada yang mengetahui tentang sejarah kerajaan banten, budaya serta bahasa asli banten, bisa berbagi dan jikalau bisa tolong e-mail saya.
buat saudaraku khoirul anisa, jika kiranya mengetahui silsilah dari Raden Bala dari tangerang, tolong e-mail saya.
mohon maaf sebelumnya jika ada yang kurang berkenan atas tulisan saya ini.
wassalamualaikum wr. wb.
khalid
haa….!!!!!
mkch tas inponyah!!!!
Punten…numpang ngasih masukan aja nih tentang cerita sejarah Prabu Kiansantang diatas kayanya banyak kekurangannya deh. Karena bila tdk diluruskan kasian beliau bila sejarahnya menyimpang jauh. Menurut cerita yg sy dpt bhwa Prabu Kiansantang itu hidupnya kr2 selisih 20th dg sahabat Nabi Ali bin Abi Thalib & beliaulah yg dpt mengalahkan kesaktian Kiansantang & murid kesayangan beliau adl Kiansantang dr tanah Jawa, krn itulah Syech Abdul Qadir Al-Jaelani pun mencari yg bernama Kiansantang murid kesayangan dr Sayidina Ali. Utk lbh jlsnya silahkan add.ke email sy aja di : indar_c2nk@ymail.com. Wassalam.
ass..saya dadang.s lahir dan besar di banten, meski bukan keturunan leluhur banten tapi hati dan jiwa saya melekat di banten dan tertarik untuk mempelajari naskah naskah banten termasuk sejarah banten. Dan saya sering megunjungi situs peninggalan kerajaan banten dan alangkah prihatinnya saya menyaksikan puing2 peninggalan dan peradaban ker. Banten dari mulai TASIKKARDI,KER.SUROSOWAN,IST.KAIBON,PANGINDELAN,BENTENG SPELWIJK Dan masih banyak peninggalan lain yg tak terawat kemana saja PEMDA BANTEN selama ini padahal dahulunya banten merupakan kerajaan maritim yg masyhur ke manca negara. kemana saja pula orang yg ngaku KITE KIH WONG BANTEN. Dalam tulisan ini saya mengajak kepada semua orang yg peduli dg banten untuk peduli dan berbuat sesuatu agar anak cucu kita tidak hanya tahu pyramid di mesir, borobudur di jateng atau taj mahal di india tapi tahu ini peninggalan budaya nenek moyang kita. Terima kasih mohon maaf bila ada dari tulìsan saya yg tak berkenan. Wass..
APA HUBUNGAN MARGA AJI DISUMATERA SELATAN DENGAN BANTEN, BERDASARKAN CERITA2 ORANG TETUA DI SUKU . SUKU KAMI BERASAL DARI BANTEN PADA MASA PENYEBARAB ISLAM KE SUMATERA BAGIAN SELATAN…. IKATANNYA APA???? BANTEN DAN MARGA AJI DISUMATERA??? MOHON BAL;ASAN
assalamu’alaikum wr,wrb
saya entus awan masih keturunan dari ahmad kenari d banten, saya berkeinginan untuk bertemu kepada sodara2 yg masih keturunan dr sulthon-sulthon banten yg berada di luar banten, terutama yg masih keturunan dr sulthon banten yg terakhir yg di buang oleh belanda ke daerah jawa timur. kule ingin silaturahim antara keturunan sulthon-sulthon banten tetap terjalin…… mengenai cerita tentang sulthon haji, jng lah d permasalhakan karn ada banyak versi cerita yg berkembang tentang sulthon haji…. ada yg berpendapat bahwa yg berhianat itu bkn sulthon haji yg sesungguhnya, dan yg sesungguh nya adalah Syeh mansyur (cikaduen), ada juga yg berpendapat bahwa sulthon haji saat pulang dr mekkah mampir ke daerah daratan cina, kemudian dia menikah dng seorang putri cina dng mas kawin yaitu baju yg di kenakan oleh sulthon haji, kemudian baju tersebut d pakai oleh kakak dr putri cina yg mirip dng sulthon haji kmudian berang kat menuju banten, dan berkhianat…banyak lagi cerita tentang sulthon haji yg berkembang d masyarakat… wallahu alam bisshowab…
Entus awan Arbi
087871820423
untuk semua na, jangan kalian hanya melihat tao mendengar suatu cerita dr 1 versi saja (tentang sulthon haji)…. kita sebagi keturunan sulthon – sulthon banten harus mengetahui cerita sebenarnya dr para leluhur kita…. saya mau keturunan dr sulthon-sulthon banten saling mendukung dan kembali membangun banten yg sudah menjadi provinsi sekrang ini,….. kita jalin silaturahim antar keturunan sulthon-sulthon banten…………………
entus awan
087871820423
arya_furry@yahoo.com