Cakrabuana, Syarif Hidayatullah, dan Kian Santang; Tiga Tokoh Penyebar Agama Islam di Tanah Pasundan

Oleh ASEP AHMAD HIDAYAT

BERBICARA tentang proses masuknya Islam (Islamisasi) di seluruh tanah Pasundan atau tatar Sunda yang sekarang masuk ke dalam wilayah Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, maka mesti berbicara tentang tokoh penyebar dari agama mayoritas yang dianut suku Sunda tersebut. Menurut sumber sejarah lokal (baik lisan maupun tulisan) bahwa tokoh utama penyebar Islam awal di tanah Pasundan adalah tiga orang keturunan raja Pajajaran, yaitu Pangeran Cakrabuana, Syarif Hidayatullah, dan Prabu Kian Santang.

Sampai saat ini, masih terdapat sebagian penulis sejarah yang meragukan keberadaan dan peran dari ketiga tokoh tersebut. Munculnya keraguan itu salah satunya disebabkan oleh banyaknya nama yang ditujukan kepada mereka. Misalnya, dalam catatan beberapa penulis sejarah nasional disebutkan bahwa nama Paletehan (Fadhilah Khan) disamakan dengan Syarif Hidayatullah. Padahal dalam sumber sejarah lokal (cerita babad), dua nama tersebut merupakan dua nama berbeda dari dua aktor sejarah dan memiliki peranan serta kedudukan yang berbeda pula dalam proses penyebaran Islam di tanah Pasundan (dan Nusantara).

Selain faktor yang telah disebutkan, terdapat juga faktor-faktor lainnya yang mengakibatkan munculnya keraguan terhadap ketiga tokoh tersebut. Di antaranya seperti kesalahan pengambilan sumber yang hanya mengambil sumber asing seperti catatan orang Portugis atau Belanda; atau juga disebabkan sering banyaknya mitos yang dijumpai para penulis sejarah dalam beberapa sumber lokal. Kondisi  seperti ini sangat membingungkan dan meragukan setiap orang yang ingin mencoba merekonstruksi ketiga tokoh penyebar Islam di tanah Pasundan tersebut.

Dengan berdasarkan pada realitas historis semacam itu, maka tulisan ini akan mencoba mengungkap misteri atau ketidakjelasan kedudukan, fungsi, dan peran ketiga tokoh itu dalam proses Islamisasi di tanah Pasundan. Dengan demikian diharapkan tulisan ini dapat memberikan sumbangan berarti terhadap khazanah sejarah kebudayaan Islam-Sunda yang sampai saat ini dirasakan masih kurang. Selain itu diharapkan juga dapat memberikan informasi awal bagi para peminat dan peneliti tentang sejarah Islam di tanah Pasundan.

Sumber-sumber Sejarah

SEBENARNYA banyak sumber sejarah yang belum tergali mengenai bagaimana proses penyebaran Islam (Islamisasi) di tanah Pasundan. Sumber-sumber tersebut berkisar pada sumber lisan, tulisan, dan artefak (bentuk fisik). Sumber lisan yang terdapat di tanah Pasundan tersebar dalam cerita rakyat yang berlangsung secara turun temurun, misalnya tentang cerita “Kian Santang bertemu dengan Sayyidina Ali” atau cerita tentang “Ngahiang-nya Prabu Siliwangi jadi Maung Bodas” dan lainnya. Begitu pula sumber lisan (naskah), sampai saat ini msaih banyak yang belum disentuh oleh para ahli sejarah atau filolog. Naskah-naskah tersebut berada di Museum Nasional, di Keraton Cirebon Kasepuhan dan Kanoman, Museum Geusan Ulun, dan di daerah-daerah tertentu di wilayah Jawa Barat dan Banten, seperti di daerah Garut dan Ciamis. Di antara naskah yang terpenting yang dapat dijadikan rujukan awal adalah naskah Babad Cirebon, naskah Wangsakerta, Babad Sumedang, dan Babad Limbangan.

Sumber lainnya yang dapat dijadikan alat bantu untuk mengetahui proses perkembangan Islam di tanah Pasundan ialah artefak (fisik) seperti keraton, benda-benda pusaka, maqam-maqam para wali, dan pondok pesantren. Khusus mengenai maqam para wali dan penyebar Islam di tanah Pasundan adalah termasuk cukup banyak seperti Syeikh Abdul Muhyi (Tasikmalaya), Sunan Rahmat (Garut), Eyang Papak (Garut), Syeikh Jafar Sidik (Garut), Sunan Mansyur (Pandeglang), dan Syeikh Qura (Kerawang). Lazimnya di sekitar area maqam-maqam itu sering ditemukan naskah-naskah yang memiliki hubungan langsung dengan penyebaran Islam atau dakwah yang telah dilakukan para wali tersebut, baik berupa ajaran fiqh, tasawuf, ilmu kalam, atau kitab al-Qur’an yang tulisannya merupakan tulisan tangan.

Tokoh Cakrabuana

BERDASARKAN sumber sejarah lokal (seperti Babad Cireboni) bahwa Cakrabuana, Syarif Hidayatullah, dan Kian Santang merupakan tiga tokoh utama penyebar Islam di seluruh tanah Pasundan. Ketiganya merupakan keturunan Prabu Sliliwangi (Prabu Jaya Dewata atau Sribaduga Maha Raja) raja terakhir Pajajaran (Gabungan antara Galuh dan Sunda). Hubungan keluarga ketiga tokoh tersebut sangatlah dekat. Cakrabuana dan Kian Santang merupakan adik-kakak. Sedangkan, Syarif Hidayatullah merupakan keponakan dari Cakrabuana dan Kian Santang. Syarif Hidayatullah sendiri merupakan anak Nyai Ratu Mas Lara Santang, sang adik Cakrabuana dan kakak perempuan Kian Santang.

Cakrabuana (atau nama lain Walangsungsang), Lara Santang, dan Kian Santang merupakan anak Prabu Siliwangi dan hasil perkawinannya dengan Nyai Subang Larang, seorang puteri Ki Gede Tapa, penguasa Syah Bandar Karawang. Peristiwa pernikahannya terjadi ketika Prabu Siliwangi belum menjadi raja Pajajaran; ia masih bergelar Prabu Jaya Dewata atau Manahrasa dan hanya menjadi raja bawahan di wilayah Sindangkasih (Majalengka), yaitu salah satu wilayah kekuasaan kerajaan Galuh Surawisesa (kawali-Ciamis) yang diperintah oleh ayahnya Prabu Dewa Niskala. Sedangkan kerajaan Sunda-Surawisesa (Pakuan/Bogor) masih dipegang oleh kakak ayahnya (ua: Sunda) Prabu Susuk Tunggal.

Sebelum menjadi isteri (permaisuri) Prabu Siliwangi, Nyai Subang Larang telah memeluk Islam dan menjadi santri (murid) Syeikh Hasanuddin atau Syeikh Quro. Ia adalah putera Syeikh Yusuf Siddiq, ulama terkenal di negeri Champa (sekarang menjadi bagian dari Vietnam bagian Selatan). Syeikh Hasanuddin datang ke pulau Jawa (Karawang) bersama armada ekspedisi Muhammad Cheng Ho (Ma Cheng Ho atau Sam Po Kong) dari dinasti Ming pada tahun 1405 M. Di karawang ia mendirikan pesantren yang diberi nama Pondok Quro. Oleh karena itu ia mendapat gelar (laqab) Syeikh Qura. Ajaran yang dikembangkan oleh Syeikh Qura adalah ajaran Islam Madzhab Hanafiah.

Pondok Quro yang didirikan oleh Syeikh Hasanuddin tersebut merupakan lembaga pendidikan Islam (pesantren) pertama di tanah Pasundan. Kemudian setelah itu muncul pondok pesantren di Amparan Jati daerah Gunung Jati (Syeikh Nurul Jati). Setelah Syeikh Nurul Jati meninggal dunia, pondok pesantren Amparan Jati dipimpin oleh Syeikh Datuk Kahfi atau Syeikh Idhopi, seorang ulama asal Arab yang mengembangkan ajaran Islam madzhab Syafi’iyyah.

Sepeninggal Syeikh Hasanuddin, penyebaran Islam melalui lembaga pesantren terus dilanjutkan oleh anak keturunannya, di antaranya adalah Musanuddin atau Lebe Musa atau Lebe Usa, cicitnya. Dalam sumber lisan, Musanuddin dikenal dengan nama Syeikh Benthong, salah seorang yang termasuk kelompok wali di pulau Jawa (Yuyus Suherman, 1995:13-14).

Dengan latar belakang kehidupan keberagamaan ibunya seperti itulah, maka Cakrabuana yang pada waktu itu bernama Walangsungsang dan adiknya Nyai Lara Santang memiliki niat untuk menganut agama ibunya daripada agama ayahnya (Sanghiyang) dan keduanya harus mengambil pilihan untuk tidak tetap tinggal di lingkungan istana. Dalam cerita Babad Cirebon dikisahkan bahwa Cakrabuana (Walangsungsang) dan Nyai Lara Santang pernah meminta izin kepada ayahnya, Prabu Jaya Dewata, yang pada saat itu masih menjadi raja bawahan di Sindangkasih untuk memeluk Islam. Akan tetapi, Jaya Dewata tidak mengijinkannya. Pangeran Walangsungsang dan Nyai Lara Santang akhirnya meninggalkan istana untuk berguru menimba pengetahuan Islam. Selama berkelana mencari ilmu pengetahuan Islam, Walangsungsang menggunakan nama samaran yaitu Ki Samadullah. Mula-mula ia berguru kepada Syeikh Nurjati di pesisir laut utara Cirebon. Setelah itu ia bersama adiknya, Nyai Mas Lara Santang berguru kepada Syeikh Datuk Kahfi (Syeikh Idhopi).

Selain berguru agama Islam, Walangsungsang bersama Ki Gedeng Alang Alang membuka pemukinan baru bagi orang-orang yang beragama Islam di daerah pesisir. Pemukiman baru itu dimulai tanggal 14 Kresna Paksa bukan Caitra tahun 1367 Saka atau bertepatan dengan tanggal 1 Muharam 849 Hijrah (8 April 1445 M). Kemudian daerah pemukiman baru itu diberi nama Cirebon (Yuyus Suherman, 1995:14). Penamaan ini diambil dari kata atau bahasa Sunda, dari kata “cai” (air) dan “rebon” (anak udang, udang kecil, hurang). Memang pada waktu itu salah satu mata pencaharian penduduk pemukiman baru itu adalah menangkap udang kecil untuk dijadikan bahan terasi. Sebagai kepada (kuwu; Sunda) pemukiman baru itu adalah Ki Gedeng Alang Alang, sedangkan wakilnya dipegang oleh Walangsungsang dengan gelar Pangeran Cakrabuana atau Cakrabumi.

Setelah beberapa tahun semenjak dibuka, pemukian baru itu (pesisir Cirebon) telah menjadi kawasan paling ramai dikunjungi oleh berbagai suku bangsa. Tahun 1447 M, jumlah penduduk pesisir Cirebon berjumlah 348 jiwa, terdiri dari 182 laki-laki dan 164 wanita. Sunda sebanyak 196 orang, Jawa 106 orang, Andalas 16 orang, Semenanjung 4 orang, India 2 orang, Persia 2 orang, Syam (Damaskus) 3 orang, Arab 11 orang, dan Cina 6 orang. Agama yang dianut seluruh penduduk pesisir Cirebon ini adalah Islam.

Untuk kepentingan ibadah dan pengajaran agama Islam, pangeran Cakrabuana (Walangsungsang atau Cakrabumi, atau Ki Samadullah) kemudian ia mendirikan sebuah masjid yang diberi nama Sang Tajug Jalagrahan (Jala artinya air; graha artinya rumah), Mesjid ini merupakan mesjid pertama di tatar Sunda dan didirikan di pesisir laut Cirebon. Mesjid ini sampai saat ini masih terpelihara dengan nama dialek Cirebon menjadi mesjid Pejalagrahan. Sudah tentu perubahan nama ini, pada dasarnya berpengaruh pada reduksitas makna historisnya. Setelah mendirikan pemukiman (padukuhan; Sunda) baru di pesisir Cirebon, pangeran Cakrabuana dan Nyai Mas Lara Santang pergi ke tanah suci Mekah untuk menunaikan rukun Islam yang kelima. Ketika di Mekah, Pangeran Cakrabuana dan Nyai Mas Lara Santang bertemu dengan Syarif Abdullah, seorang penguasa (sultan) kota Mesir pada waktu itu. Syarif Abdullah sendiri, secara geneologis, merupakan keturunan Nabi Muhammad Saw. generasi ke-17.

Dalam pertemuan itu, Syarif Abdullah merasa tertarik hati atas kecantikan dan keelokan Nyai Mas Lara Santang. Setelah selesai menunaikan ibadah haji, Pangeran Cakrabuana mendapat gelar Haji Abdullah Iman, dan Nyai Mas Lara Santang mendapat gelar Hajjah Syarifah Muda’im. Selanjutnya, Nyai Mas Larasantang dinikahkan oleh Pangeran Cakrabuana dengan Syarif Abdullah. Di Mekah, Pangeran Walangsungsang menjadi mukimin selama tiga bulan. Selama tiga bulan itulah, ia belajar tasawuf kepada haji Bayanullah, seorang ulama yang sudah lama tinggal di Haramain. Selanjutnya ia pergi ke Baghdad mempelajari fiqh madzhab Hanafi, Syafi’i, Hambali, dan Maliki.

Selang beberapa waktu setelah pengeran Cakrabuana kembali ke Cirebon, kakeknya dari pihak ibu yang bernama Mangkubumi Jumajan Jati atau Ki Gedeng Tapa meninggal dunia di Singapura (Mertasinga). Yang menjadi pewaris tahta kakeknya itu adalah pangeran Cakrabuana. Akan tetapi, Pangeran Cakrabuana tidak meneruskan tahta kekuasaan kakeknya di Singapura (Mertasinga). Ia membawa harta warisannya ke pemukiman pesisir Cirebon. Dengan modal harta warisan tersebut, pangeran Cakrabuana membangun sebuah keraton bercorak Islam di Cirebon Pesisir. Keraton tersebut diberi nama Keraton Pakungwati. Dengan berdirinya Keraton Pakungwati berarti berdirilah sebuah kerajaan Islam pertama di tatar Sunda Pajajaran. Kerajaan Islam pertama yang didirikan oleh Pangeran Cakrabuana tersebut diberi nama Nagara Agung Pakungwati Cirebon atau dalam bahasa Cirebon disebut dengan sebutan Nagara Gheng Pakungwati Cirebon.

Mendengar berdirinya kerajaan baru di Cirebon, ayahnya Sri Baduga Maharaja Jaya Dewata (atau Prabu Suliwangi) merasa senang. Kemudian ia mengutus Tumenggung Jayabaya untuk melantik (ngistrénan; Sunda) pangeran Cakrabuana menjadi raja Nagara Agung Pakungwati Cirebon dengan gelar Abhiseka Sri Magana. Dari Prabu Siliwangi ia juga menerima Pratanda atau gelar keprabuan (kalungguhan kaprabuan) dan menerima Anarimakna Kacawartyan atau tanda kekuasaan untuk memerintah kerajaan lokal. Di sini jelaslah bahwa Prabu Siliwangi tidak anti Islam. Ia justeru bersikap rasika dharmika ring pamekul agami Rasul (adil bijaksana terhadap orang yang memeluk agama Rasul Muhammad).

Berdasarkan uraian di atas, maka dapat diambil suatu kesimpulan bahwa yang pertama sukses menyebarkan agama Islam di tatar Sunda adalah Pangeran Cakrabuana atau Walangsungsang atau Ki Samadullah atau Haji Abdullah Iman. Ia merupakan Kakak Nyai Mas Lara Santang dan Kian Santang, dan ketiganya merupakan anak-anak dari Prabu Siliwangi. Dengan demikian, ia merupakan paman (ua; Sunda) dari Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati). Ia dimakamkan di Gunung Sembung dan makamnya berada luar komplek pemakaman (panyawéran; Sunda) Sunan Gunung Jati.

Tokoh Kian Santang

SEBAGAIMANA halnya dengan prabu Siliwangi, Kian Santang merupakan salah satu tokoh yang dianggap misterius. Akan tetapi tokoh ini, dalam cerita lisan dan dunia persilatan (kependekaran) di wilayah Sunda, terutama di daerah Priangan, sangatlah akrab dan legendaris dengan pikiran-pikiran orang Sunda. Dalam tradisi persilatan, Kian Santang terkenal dengan sebutan Gagak Lumayung. Sedangkan nama Kian Santang sendiri sangat terkenal dalam sejarah dakwah Islam di tatar Sunda bagian pedalaman.

Sampai saat ini terdapat beberapa versi mengenai tokoh sejarah yang satu ini. Bahkan tidak jarang ada juga yang meragukan tentang keberadaan tokoh ini. Alasannya adalah bahwa sumber sejarah yang akurat faktual dari tokoh ini kurang dapat dibuktikan. Sudah tentu pendapat semacam ini adalah sangat gegabah dan ceroboh serta terburu-buru dalam mengambil kesimpulannya. Jika para sejarawan mau jujur dan teliti, banyak sumber-sumber sejarah yang dapat digunakan bahan penelitian lanjut mengenai tokoh ini, baik itu berupa sumber sejarah lisan, tulisan, maupun benda-benda sejarah. Salah satunya adalah patilasan Kian Santang di Godog Garut, atau Makam Kian Santang yang berada di daerah Depok Pakenjeng Garut. Kalaulah ada hal-hal yang berbau mitos, maka itu adalah merupakan tugas sejarawan untuk memilahnya, bukannya memberi generalisir yang membabi buta, seolah-olah dalam seluruh mitologi tidak ada cerita sejarah yang sebenarnya.

Sampai saat ini terdapat empat sumber sejarah (lisan dan tulisan) yang menceritakan tentang sepak terjang tokoh Kian Santang yang sangat legendaris itu. Keempat sumber itu, ialah (1) cerita rakyat, (2) sejarah Godog yang diceritakan secara turun menurun; (3) P. de Roo de la Faille; dan 4) Babad Cirebon karya P.S. Sulendraningrat. Terdapat beberapa versi cerita rakyat mengenai perjalanan dakwah Kian Santang, dikisahkan bahwa Prabu Kian Santang bertanding kekuatan gaib dengan Sayyidina Ali dan Prabu Kian Santang tidak mampu mencabut tongkat yang ditancapkan oleh Baginda Ali kecuali sesudah Prabu Kian Santang membaca kalimat Syahadat.

Di dalam cerita lisan lainnya, dikisahkan bahwa Prabu Kian Santang adalah putera raja Pajajaran yang masuk Islam. Ia pergi ke Arab, masuk Islam dan setelah kembali ia memakai nama Haji Lumajang. Cerita lainnya lagi mengatakan bahwa Prabu Kian Santang mengajar dan menyebarkan agama Islam di Pajajaran dan mempunyai banyak pengikut; dan banyak pula putra raja yang masuk Islam; bahwa Prabu Kian Santang diusir dari keraton dan tidak lagi menganut agama nenek moyangnya dan menghasut raja Pajajaran, bahwa ia akhirnya pergi ke Campa sewaktu kerajaan Pajajaran runtuh.

Dari cerita rakyat tersebut terdapat alur logis yang menunjukkan kebenaran adanya tokoh Kian Santang sebagai salah seorang penyebar agama Islam di tanah Pasundan. Misalnya alur cerita tentang “Haji Lumajang” atau ia pergi ke Campa ketika kerajaan Pajajaran runtuh. Atau istilah Pajajaran itu sendiri yang sesuai dengan data arkeologi dan sumber data yang lainya seperti Babad tanah Cirebon dan lainnya.

Adapun mengenai pertemuannya dengan Sayyidina Ali, boleh jadi nama tersebut bukanlah menantu Rasulullah yang meninggal pada tahun 661 M, melainkan seorang syekh (guru) tarekat tertentu atau pengajar tertentu di Mesjid al-Haram. Jika sulit dibuktikan kebenarannya, maka itulah suatu bumbu dari cerita rakyat; bukan berarti seluruh cerita itu adalah mitos, tahayul, dan tidak ada buktinya dalam realitas sejarah manusia Sunda.

Sejalan dengan cerita rakyat di atas, P. de Roo de la Faille menyebut bahwa Kian Santang sebagai Pangeran Lumajang Kudratullah atau Sunan Godog. Ia diidentifikasi sebagai salah seorang penyebar agama Islam di tanah Pasundan. Kesimpulan ini didasarkan pada bukti-bukti fisik berupa satu buah al-Qur’an yang ada di balubur Limbangan, sebuah skin (pisau Arab) yang berada di desa Cinunuk (distrik) Wanaraja Garut, sebuah tongkat yang berada di Darmaraja, dan satu kandaga (kanaga, peti) yang berada di Godog Karangpawitan Garut.

Dalam sejarah Godog, Kian Santang disebutnya sebagai orang suci dari Cirebon yang pergi ke Preanger (Priangan) dan dari pantai utara. Ia membawa sejumlah pengikut agama Islam. Adapun yang menjadi sahabat Kian Santang setelah mereka masuk Islam dan bersama-sama menyebarkan Islam, menurut P. de Roo de la Faille, berjumlah 11 orang, yaitu 1) Saharepen Nagele, 2) Sembah Dora, 3) Sembu Kuwu Kandang Sakti (Sapi), 4) Penghulu Gusti, 5) Raden Halipah Kandang Haur, 6) Prabu Kasiringanwati atau Raden Sinom atau Dalem Lebaksiuh, 7) Saharepen Agung, 8 ) Panengah, 9) Santuwan Suci, 10) Santuwan Suci Maraja, dan 11) Dalem Pangerjaya.

Dari seluruh cerita rakyat tersebut dapat disimpulkan bahwa Kian Santang merupakan salah seorang putra Pajajaran, yang berasal dari wilayah Cirebon dan merupakan seorang penyebar agama Islam di Pajajaran. Kesimpulan ini dapat dicocokkan dengan berita yang disampaikan oleh P.S. Sulendraningrat yang mengatakan bahwa pada abad ke-13, kerajaan Pajajaran membawahi kerajaan-kerajaan kecil yang masing-masing diperintah oleh seorang raja. Di antaranya adalah kerajaan Sindangkasih (Majalengka) yang diperintah oleh Sri Baduga Maharaja (atau Prabu Jaya Dewata alias Prabu Siliwangi). Pada waktu itu Prabu Jaya Dewata menginspeksi daerah-daerah kekuasaannya, sampailah ia di Pesantren Qura Karawang, yang pada waktu itu dipimpin oleh Syeikh Hasanuddin (ulama dari Campa) keturunan Cina. Di pesantren inilah ia bertemu dengan Subang Larang, salah seorang santri Syeikh Qura yang kelak dipersunting dan menjadi ibu dari Pangeran Walangsungsang, Ratu Lara Santang, dan Pangeran Kian Santang.

Berdasarkan uraian di atas, maka jelaslah bahwa Kian Santang merupakan salah seorang penyebar agama Islam di tanah Pasundan yang diperkirakan mulai menyiarkan dan menyebarkan agama Islam pada tahun 1445 di daerah pedalaman. Ia adalah anak dari Prabu Sri Baduga Maharaja alias Prabu Siliwangi, raja terakhir Pajajaran. Ia berasal dari wilayah Cirebon (Sindangkasih; Majaengka), yaitu ketika bapaknya masih menjadi raja bawahan Pajajaran, ia melarikan diri dan menyebarkan Islam di wilayah Pasundan (Priangan) dan Godog, op groundgebied. Limbangan merupakan pusat penyebaran agama Islam pertama di Tatar Sunda (khususnya di wilayah Priangan). Selain di Godog pada waktu itu, sebagian kecil di pantai utara sudah ada yang menganut Islam sebagai hubungan langsung dnegan para pedagang Arab dan India.

Mula-mula Kian Santang mengislamkan raja-raja lokal, seperti Raja Galuh Pakuwon yang terletak di Limbangan, bernama Sunan Pancer (Cipancar) atau Prabu Wijayakusumah (1525-1575). Raja yang satu ini merupakan putra Sunan Hande Limasenjaya dan cucu dari Prabu Layangkusumah. Prabu Layangkusumah sendiri adalah putra Prabu Siliwangi. Dengan demikian Sunan Pancer merupakan buyut Prabu Siliwangi. Kian Santang menghadiahkan kepada Sunan Pancer satu buah al-Qur;an berkukuran besar dan sebuak sekin yang bertuliskan lafadz al-Qur’an la ikroha fiddin. Berkat Sunan Pancer ini Islam dapat berkembang luas di daerah Galuh Pakuwon, sisi kerajaan terakhir Pajajaran.

Para petinggi dan raja-raja lokal lainnya yang secara langsung diIslamkan oleh Kian Santang di antaranya, ialah (1) Santowan Suci Mareja (sahabat Kian Santang yang makamnya terletak dekat makam Kian Santang); 2) Sunan Sirapuji (Raja Panembong, Bayongbong), 3) Sunan Batuwangi yang sekarang terletak di kecamatan Singajaya (ia dihadiahi tombak oleh Kian Santang dan sekarang menjadi pusaka Sukapura dan ada di Tasikmalaya.

Melalui raja-raja lokal inilah selanjutnya Islam menyebar ke seluruh tanah Priangan. Kemudian setelah itu Islam disebarkan oleh para penyebar Islam generasi berikutnya, yaitu para sufi seperti Syeikh Jafar Sidiq (Penganut Syatariah) di Limbangan, Eyang Papak, Syeikh Fatah Rahmatullah (Tanjung Singguru, Samarang, Garut), Syeikh Abdul Muhyi (penganut Syatariyah; Pamijahan, Tasikmalaya), dan para menak dan ulama dari Cirebon dan Mataram seperti Pangeran Santri di Sumedang dan Arif Muhammad di Cangkuang (Garut).

Tokoh Syarif Hidayatullah

SEPERTI telah diuraikan di atas bahwa ketika selesai menunaikan ibadah haji, Nyi Mas Larasantang dinikahkan oleh kakaknya (Walangsungsang) dengan Syarif Abdullah, seorang penguasa kota Mesir dari klan al-Ayyubi dari dinasti Mamluk. Ia adalah putera dari Nurul Alim atau Ali Burul Alim yang mempunyai dua saudara, yaitu Barkat Zainal Abidin (buyut Fadhilah Khan, Faletehan) dan Ibrahim Zainal Akbar, yaitu ayah dari Ali Rahmatullah atau raden Rahmat atau Sunan Ampel (Yuyus Suherman, 1995:14). Nurul Alim, Barkat Zainal Abidin, dan Ibrahim Zainal Akbar merupakan keturunan Rasulullah saw. Nurul Alim menikah dengan puteri penguasa Mesir (wali kota), karena itulah Syarif Abdullah (puteranya) menjadi penguasa (wali kota) Mesir pada masa dinasti Mamluk. Hasil pernikahan antara Syarif Abdullah dengan Nyi Mas Larasantang melahirkan dua putera yaitu, Syarif Hidayatullah (Sunan Gunung Jati) yang lahir di Mekkah pada tahun 1448 dan Syarif Nurullah yang lahir di Mesir.

Syarif Hidayatullah muda berguru agama kepada beberapa ulama terkenal saat itu. Di antaranya ia berguru kepada Syeikh Tajuddin al-Kubri di Mekkah dan Syeikh Athaillah, seorang penganut terekat Sadziliyyah dan pengarang kitab tasawuf, al-Hikam, masing-masing selama dua tahun. Setelah merasa cukup pengetahuan agamanya, ia memohon kepada kedua orang tuanya untuk berkunjung kepada kakak ibunya (Pangeran Cakrabuana) di Cirebon yang pada waktu itu menduduki tahta kerajaan Islam Pakungwati.

Selama di perjalanan menujuk kerajaan Islam Pakungwati di Cirebon, Syarif Hidayatullah menyempatkan diri untuk singgah di beberapa tempat yang dilaluinya. Di Gujarat India, ia singgah selama tiga bulan dan sempat menyebarkan Islam di tempat itu. Di Gujarat ia mempunyai murid, yaitu Dipati Keling beserta 98 anak buahnya. Bersama Dipati Keling dan pengikutnya, ia meneruskan perjalanannya menuju tanah Jawa. Ia pun sempat singgah di Samudera Pasai dan Banten. Di Pasai ia tinggal selama dua tahun untuk menyebarkan Islam bersama saudaranya Syeikh Sayyid Ishak. Di Banten ia sempat berjumpa dengan Sayyid Rakhmatullah (Ali Rakhmatullah atau Syeikh Rahmat, atau Sunan Ampel) yang sedang giatnya menyebarkan Islam di sana.

Sesampainya di Cirebon, Syarif Hidayatullah giat menyebarkan agama Islam bersama Syeikh Nurjati dan Pangeran Cakrabuana. Ketika itu, Pakungwati masih merupakan wilayah kerajaan Galuh dengan rajanya adalah Prabu Jaya Dewata, yang tiada lain adalah kakek dari Syarif Hidayatullah dan ayah dari Nyi Mas Larasantang. Oleh karena itu, Prabu Jaya Dewata tidak merasa khawatir dengan perkembangan Islam di Cirebon. Syarif Hidayatullah bahkan diangkat menjadi guru agama Islam di Cirebon, dan tidak lama kemudian ia pun diangkat semacam “kepala” di Cirebon. Syarif Hidayatullah giat mengadakan dakwah dan menyebarkan Islam ke arah selatan menuju dayeuh (puseur kota) Galuh. Prabu Jaya Dewata mulai gelisah, kemudian ia memindahkan pusat pemerintahannya ke Pakuan Pajajaran yang terletak di wilayah kerajaan Sunda dengan rajanya Prabu Susuktunggal, yang masih merupakan paman (ua; Sunda) dari Jaya Dewata. Tetapi karena Pabu Jaya Dewata menikah dengan Mayang Sunda, puteri Susuk Tunggal, maka perpindahan bobot kerajaan dari Galuh (Kawali Ciamis) ke Pakuan Pajajaran (Bogor) bahkan mempersatukan kembali Galuh-Sunda yang pecah pada masa tahta Prabu Dewa Niskala, ayah Prabu Jaya Dewata. Di Pajajaran, Prabu Jaya Dewata mengganti namanya menjadi Sri Baduga Maharaja (lihat Didi Suryadi, Babad Limbangan, 1977:46).

Pada tahun 1479, Pangeran Cakrabuana mengundurkan diri dari tapuk pimpinan kerajaan Pakungwati. Sebagai penggatinya, maka ditasbihkanlah Syarif Hidayatullah sebagai sultan Cirebon yang baru. Di bawah pimpinan Syarif Hidayatullah, Pakungwati mengalami puncak kemajuannya, sehingga atas dukungan dari rakyat Cirebon, Wali Songo, dan Kerajaan Demak, akhirnya Pakungwati melepaskan diri dari Pajajaran. Sudah tentu, sikap ini mengundang kemarahan Prabu Jaya Dewata dan berusaha mengambil alih kembali Cirebon. Namun penyerangan yang dilakukan Prabu Jaya Dewata tidak berlangsung lama. Dikatakan bahwa Prabu Jaya Dewata mendapatkan nasihat dari para Purohita (pemimpin agama Hyang) yang menyatakan bahwa tidak pantas terjadi pertumpahan darah antara kakek dan cucunya. Lagi pula berdirinya Cirebon pada dasarnya merupakan atas jerih payah putera darah biru Pajajaran, yaitu Pengeran Cakrabuana.

Pada tanggal 13 Desember 1521 M, Prabu Siliwangi mengundurkan diri dari tahta kerajaan Pajajaran, untuk selanjutnya menjadi petapa suci sesuai dengan kepercayaan yang dianutnya. Sebagai penggantinya adalah Pangeran Surawisesa yang dilantik pada bukan Agustus 1522 M dengan gelar Sanghyang. Pangeran Surawisesa inilah yang secara resmi melakukan perjanjian kerjasama dengan Portugis yang naskah perjanjiannya ditandatangani pada 21 Agustus 1522 M, berisi tentang kerjasama di bidang perdagangan dan pertahanan. Rintisan kerja sama antara Pajajaran dan Portugis itu telah dirintis sejak Prabu Jaya Dewata masih berkuasa. Peristiwa tersebut merupakan peristiwa pertama dalam sejarah diplomatik Nusantara, boleh dikatakan bahwa ia merupakan seorang raja dari Nusantara yang pertama kali melakukan hubungan diplomatik dengan orang-orang Eropa.

Perjanjian kerjasama antara Pajajaran dan Portugis itu telah menimbulkan kekhawatiran bagi kerajaan Demak dan Cirebon. Karena itulah pada tahun 1526 M, Sultan Trenggono dari Demak mengutus Fadhilah Khan (Fathailah atau Faletehan) ke Cirebon untuk sama-sama menguasai Sunda Kelapa yang pada waktu itu masih berada dalam kekuasaan Pajajaran. Strategi ini diambil agar pihak Portugis tidak dapat menduduki pelabuhan Sunda Kelapa. Tidak berapa lama pad atahun 1527 M Portugis datang ke Sunda Kelapa untuk mewujudkan cita-cita mendirikan benteng di Muara Kali Ciliwung daerah bandar Sunda Kelapa. Namun pasukan Portugis dipukul mundur oleh pasukan Fadhilah Khan yang waktu itu sudah bergelar Pangeran Jayakarta.

Banyak nama yang dinisbahkan pada Pengeran terakhir ini, yaitu Pengeran Jayakarta, Fatahilah, Faletehan, Tagaril, dan Ki Bagus Pase. Penisbahan nama terakhir terhadapnya karena ia berasal dari Samudera Pasai. Ia merupakan menantu Sultan Trenggono dan Sultan Syarif Hidayatullah. Hal ini karena Faletehan selain menikah dengan Ratu Pembayun (Demak), ia juga menikah dengan Ratu Ayu atau Siti Winahon, puteri Syarif Hidayatullah, janda Pati Unus yang gugur di Malaka (Yuyus Suherman, 1995:17). Dengan menikahi putri Demak dan Cirebon, maka Faletehan memiliki kedudukan penting di lingkungan keluarga kedua keraton itu. Karena itulah, ketika Syarif Hidayatullah meninggal pada 19 September 1568 M, maka Faletehan diangkat menjadi pengganti Syarif Hidayatullah sebagai Sultan di Cirebon. Peristiwa itu terjadi ketika Pangeran Muhammad Arifin (Pangeran Pasarean), putra Syarif Hidayatullah, mengundurkan diri dari tahta kerajaan Islam Cirebon. Muhammad Arifin sendiri lebih memilih menjadi penyebar Islam di tatar Sunda bagian utara dan sejak itulah ia lebih dikenal dengan nama Pangeran Pasarean.

Ketika Faletehan naik tahta di Cirebon ini, saat itu, Jayakarta (Sunda Kelapa) diperintah oleh Ratu Bagus Angke, putra Muhammad Abdurrahman atau Pangeran Panjunan dari putri Banten. Namun Faletehan menduduki tahta kerajaan Cirebon dalam waktu yang tidak lama, yakni hanya berlangsung selama dua tahun, karena ia mangkat pada tahun 1570 M. Ia dimakamkan satu komplek dengan mertuanya, Syarif Hidayatullah, yakni di Astana Gunung Jati Cirebon. Ia kemudian digantikan oleh Panembahan Ratu.

Khatimah

DEMIKIANLAH sekilas mengenai uraian historis tentang peran Pangeran Cakrabuana, Kian Santang, dan Syarif Hidayatullah dalam proses penyebaran Islam di tanah Pasundan yang sekarang menjadi tiga wialyah, yaitu Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Banten. Berdasarkan uraian di atas, maka terdapat beberapa kesimpulan dan temuan sementara yang dapat dijadikan bahan rujukan untuk penelitian selanjutnya.

Pertama, bahwa orang yang pertama menyebarkan Islam di daerah pesisir utara Cirebon adalah Pangeran Walangsungsang atau Adipati Cakrabuana atau Ki Cakrabumi atau Ki Samadullah atau Syeikh Abdul Iman, yang mendirikan kerajaan pertama Islam Pakungwati. Ia adalah ua dari Syarif Hdiayatullah.

Kedua, Kian Santang merupakan anak ketiga dari pasangan Prabu Siliwangi dan Nyi Subang Larang yang beragama Islam. Ia dilahirkan pada tahun 1425, dua puluh lima tahun sebelum lahir Sunan Gunung Jati dan Mualana Syarif Hidayatullah. Ia mulai menyebarkan agama Islam di Godog, Garut pada tahun 1445. Ia adalah penyebar Islam pertama di pedalaman tatar Sunda. Ia merupakan paman dari Syarif Hidayatullah. Ia disebutkan berasal dari wilayah Cirebon, tepatnya dari Kerajaan Sindangkasih (Majalengka).

Ketiga, Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati adalah nama tokoh yang berbeda dengan Faletehan. Keduanya memiliki peran yang berbeda dalam usaha menyebarkan agama Islam di tanah Pasundan.

Daftar Pustaka

  • Didi Suryadi. 1977. Babad Limbangan.
  • Edi S. Ekajati. 1992. Sejarah Lokal Jawa Barat. Jakarta: Interumas Sejahtera.
  • _________. 1995. Kebudayaan Sunda (Suatu Pendekatan Sejarahi). Jakarta: Pustaka Jaya.
  • Hamka. 1960. Sejarah Umat Islam. Jakarta: Nusantara.
  • Pemerintahan Propinsi Jawa Barat. 1983. Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat.
  • Sulaemen Anggadiparaja. T.T. Sejarah Garut Dari Masa Ke Masa. Diktat.
  • Yuyus Suherman. 1995. Sejarah Perintisan Penyebaran Islam di Tatar Sunda. Bandung: Pustaka.

LIHAT INDEKS ARTIKEL

About these ads

358 Balesan

  1. Adakah catatan/studi sejarah hubungan Citarum dengan penyebaran agama Islam di tatar sunda?

    • Assalamualaiikum,
      Sampurasun..
      Saya akan berbagi kisah tentang masuk islamnya prabu Kian Santang. kisah yang beredar umum Kian Santang Dikalahkan dan di islamkan lewat perantaraan Sayyidina Ali tapi kalau kita telusuri akan janggal karena Kian Santang hidup kira kira abad 14 masehi sedangkan Sayyidina Ali hidup kira kira abad 6 masehi sejaman dengan Rasulullah Muhammad.

      Kisah ini saya peroleh dari seorang sesepuh dan spiritulis islam beliau masih keturunan prabu siliwangi dari garis ibu yang berdarah sunda Bogor Garut dan dari garis ayah berasal dari Aden Hadromaut Yaman tapi beliau telah berpulang kerahmatullah.

      Menurut beliau Kian Santang adalah uwa atau paman dari Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati karena Sunan Gunung Jati adalah anakdari adik kandung beliau Rara Santang yang menikah dengan Syarif Abdillah Umadtuddin Al Khan yang masih Dzuriyat atau keturunan Rasululllah Muhammad Saw.

      Kian Santang memang sakti mandraguna karena di nusantara pada waktu itu tidak ada tandinganya singkat cerita akhirnya Kian Santang melakukan tapa brata untuk meminta petunjuk siapa orang yang bisa mengalahkan dirinya berlalulah 40 hari barulah beliau mendapat wangsit untuk pergi ke negeri Baghdad Irak dan mencari orang yang bernama Syaikh Ali Abu Said, dengan aji bayu kilat hanya sekejap saja telah sampailah beliau di negeri Baghdad Irak dan dipertemukanlah beliau dengan Syaikh Ali Abu Said.

      Siapakah jati diri Syaikh Ali Abu Said, ternyata beliau adalah seorang wali Allah, beliau adalah murid dari Shulthonil Aulia Sayyidi Syaikh Abdul Qodir Jaelani. Lewat perantaraan Syaikh Ali Abu Said inilah Kian Santang masuk islam.

      Ketika bertemu dengan Syaikh Ali Abu Said inilah seluruh kesaktian Kian Santang tawar tidak berfungsi ketika Kian Santang mencabut tongkat puncaknya tubuhnya amblas terbenam kedalam bumi sebatas bumi. Singkat cerita diajaklah Kian Santang untuk masuk Islam, Kian Santang pun bersedia tapi Syaikh Ali Abu Said hanya berkata,.. mantapkan hatimu dulu..ditinggalkan Kian Santang yang masih dakam keadaan terhimpit bumi berlalulah 40 hari.. bertanyalah Syaikh Ali Abu Said..sudah mantapkah hatimu untuk memeluk islam..sudah tuan..jawab Kian Santang, akhirnya bersyahadatlah beliau dengan bercucuran air mata berbarengan dengan itu terlepaslah Kian santang dari himpitan bumi. setelah berguru kepad Syaikh Ali Abu Said Kian Santang berganti nama menjadi Syaikh Rohmatul Qudus. Wallohu A’lam Bishowab

      • artikelnya kebanyaakan mengarangnya,alias banyak bohongnya. cukup sekian pendapatku

      • Jati kasilib ku Junti nu lain di enya2 nu enyak di lain lain, iyeu geuningan junti teh

      • assalamu alaikum….teruntuk semua ikhwan akhwat semua,moga apa yg menjadi buah penelusuran n penelitian kita ada dalam ampunan n berkahnya ,amin….wasalam

      • terlepas dari validnya sejarah tersebut… saya merasa bersyukur banyak peneliti yang terus menyumbangkan pengetahuannya.. merupakan bukti bahwa sejarah merupakan cikal bakal….. yang utamanya kita tidak melupakan asal muasal diri. Saya senang membaca sejarah apalagi jika dirunut tentang waktunya… Jazakumullohu khoiron katsiro

      • kalo yang cabut tongkatxsayyid ali tu bukan dari pajajaran,,,
        itu kerajaan situ lengkong namanya. berangkatnya pun bukan atas wangsit, melainkan atas perintah ayahnya agar mencari ilmu akhirat yang bisa di pakai untuk dirinya sendiri, kerajaan serta rakyatnya d dunia dan akhirat. dengan satu syarat, ia boleh pulang k nusantara jika sudah bisa membawa air dengan wadah polok bambu yang sama sama berlubang atas bawahnya.
        dari sana beliau di beri hadiah oleh sayyid ali berupa pedang, jubah, dan tombak.

      • yang bertemu saidina ali bukan kian santang tapi rakean sancang putra raja tarumanegara ke 8 yang melahirkan agama sunda wiwitan karena beliau baru mengajarkan tauhid kepada pengikutnya

  2. saya baru tau sekarang bahwa begitu lah asal usulnya

  3. setelah membaca artikel di atas,
    1. Saya semakin yakin bahwa suatu saat nanti kejayaan Islam akan kembali lagi di Indonesia seperti masa-masa ketika Pangeran Cakrabuana, Syarif Hidayatullah, dan Prabu Kian Santang memegang kekuasaan yang berasaskan islam, hingga datangnya Imperialis Laknatullah (Kafir Penjajah) dari Eropa.
    2. Dapat dibuktikan bahwa sejarah kebangkitan di Nusantara (khususnya di tanah Pasundan) karena andil dari Pejuang-pejuang Islam seperti Pangeran Cakrabuana, Syarif Hidayatullah, dan Prabu Kian Santang yang senantiasa mengemban dakwah hingga ke pelosok-pelosok daerah hingga sekarang umat islam di Indonesia (Khususnya di tanah Pasundan) menjadi umat Islam terbanyak di Seluruh Dunia.
    3. Sistem yang pantas/cocok diterapkan di Indonesia adalah Sistem Islam bukan Sistem Kapitalis (Sekularisme, Pluralisme, Liberalisme, Demokrasi) yang notabene berasal dari Bangsa Kafir Penjajah yang selalu memerangi dan ingin menghancurkan umat islam.
    4. Perlu Diketahui bahwa Kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia adalah bagian dari Khilafah Islam karena Syekh Jumadil Qubro atau Syekh Maulana Akbar yang merupakan ayah dari Maulana Ishaq atau Ali Nur Alam Akbar ayah dari Syarif Abdullah yang merupakan Ayah dari Syarif Hidayatullah atau Sunan Gunung Jati adalah Utusan dari Khilafah Islam Untuk menyebarkan/mendakwahkan Islam ke seluruh penjuru dunia khususnya Daerah Asia Tenggara.
    5. Marilah kita lanjutkan perjuangan dari Pangeran Cakrabuana, Syarif Hidayatullah, dan Prabu Kian Santang yang senantiasa mengemban dakwah/menyebarkan islam keseluruh pelosok Indonesia bahkan seluruh Dunia agar Kejayaan Islam kembali lagi seperti yang pernah terjadi di masa Khilafah Turki Utsmani dimana 2/3 Dunia dikuasi oleh Islam.

    Wallah a’lam bi ash-shawab.

  4. Ada kemungkinan kah keturunan SGD berada di Malaysia. sekiranya ada adakah rujukan formal atau tidak berkaitan

  5. Asallamuallaikum. SAYA mau bertanya apakah,ada
    yang tau riwayat atau perjalanan sejarah Syarief
    Nurrullah,adiknya Syarief Hidayyatullah atau
    sunan gunung jati??? terima kasih!!!

  6. Syarif Nurullah makamnya ada di Garut Selatan, tepatnya di BumBulang. Pake nama Sirepen. Cari aja makam karomah Sirepen.
    Salam kenal ya

    Ki Santri: Salam kenal! Terima kasih informasinya!

  7. assalamu’alaikum…pak ini mahasiswa spi yang bapak suruh nyari buku islam dalam budaya lokal potret masyarakat cirebon teh susah di temukan, tos di ubek sa-bandung.kumaha atuh pak???
    nuhun pak…

    Baca dulu ini!

  8. Ass. Wr Wb
    terima kasih dengan membaca artekel tersebut, pengetahuan saya jadi bertambah, semoga Allh SWT membalas dengan ilmu yang lebih.
    barangkai diizinkan oleh pak ASEP ataupun yang lainnya, yang mau memberikan saya informasi
    saya mau tahu tentang orang – orang yang mengaku mempunyai titisan dari Prabu Siliwangi atau Pajajaran, maung bodas, apakah ada penjelasan rasional mengenai hal tersebut?
    terima kasih
    baktos

  9. hatur nuhun tulisan ieu teh ngabantos abdi pisan. ayeuna abdi tos rada terang Karajaan Sunda

  10. teu aya carios anu kahatur ti abdi anging ” hatur nuhun ”

    Ki Santri: Ngawakilan anu sanés: Sawangsulna, hatur nuhun!

  11. mau tanya siapa sih raden sinom atau dalem lebak siuh itu… kalau bisa dijelaskan

  12. Alhamdulillah…hatur nuhun sawangsulna, abdi janteun teurang sejarahna Sunan Gunung Djati (silsilah/nasabna Sunan Gunung Djati, atau Sayid Syarif Hidayatulloh abdi tos teurang di maktab Rabithah Alawiyyin, “Darul Aitam”), Sinuhun Pangeran Cakrabuana, sareung Sinuhun Prabu Kian Santang…Syukron, jazakumulloh khoir lakum….sadayana….

  13. Alhamdulillah akhirnya saya menemukan sejarah otentik tentang leluhur saya. adapun pertanyaan saya sekarang dimanakah makam ibunda daripada SunanGunungJati.(Lara Santang)? Apakah beliau kembali ke Indonesia atau menetap di Mesir?
    adapun pertanyaan yg kedua adalah ; Apakah makam pangeran Cakrabuan satu kompleks dengan makam syekh Datu Kahfi di gunung Jati Cirebon (pemakaman seberang kompleks makam SGD)? Terima kasih! Wassalam

  14. numutkeun dongeng ti almarhum pun aki ‘WIRA’, pribados masih aya terah ti eyang Papak. Dupi silisilahna nyondong? Pun aki anu katelah di Cinunuk mah Haji Ebeng. Pribados hoyong nyukcruk galur supados teu pareumeun obor. hatur nuhun.

    • Dear Kang Jalu,

      Manawi tiasa ngabantos…, pami hoyong gaduh silsilah keturunan cinunuk anu asal muasalna ti karajaan Galuh pakuwon, Sunan Roemenggong, mangga penakan Rd. Lesmana di cimahi-central, tanapi gabung wae sareng penggemar eyak papak raden Wangsa Muhamad

  15. gimana dengan cerita orang sunda dapet orang jawa…dan kenapa selalu saja nikah orang sunda dengan orang jwa di kaitkan dengan mitos, gimana cerita mitos itu? dan apa orang sunda teh susah jadi seperti orang jawa yang `nerimo` dan apakah kawin cerai teh jadi tradisi untuk khususnya daerah barat…( di kami..kawin cerai teh bukan keturunan..tapi gimana mempertahankan rumah tangga…dan tentunya dengan punya hati yang legowo bahwa dari dua pasangan ada kelebihan dan kekurangan di cari solusinya, sabar, terbuka…tidak pelit terhadap budak dan istri, percaya setiap masalah..setiap apapun teh ada jalan ..bukan kumaha takdir..) semoga ada yang bisa mengerti memberi jawaban…atas semuanya yang ada di hati saya…anaku dua…satu di Tasik dan satu di JOgja..apa yang salah dari ini semuanya…tidak adakah jalan keluarnya?!….( i miss u hudaya…seng sholeh ya…mamah kangen…) wasalam…
    MAAF JIKA TIDAK SESUAI TOPIK..

    • pernikahan jawa sunda mah mitos yg td jelas sumbernya, yng di kaitkan dengan tragedi bubat padahal masalah ini telah selesai pada masa sri baduga maharaja. bg mn orngnya aja dlm perkawinan mah. sunda-sunda ada yg cerai jawa-jawa ada yg cerai. jawa-jawa, jawa-sunda, sunda-sunda banyak yang awetnya daripada yang cerainya.

  16. MasyaAlloh…. cakrabuana, syarif hidayatulloh tur kean santang mah lain penyebar islam…. tapi penyebar sufisme…. Islam mah wangunanna teu saukur iman ka Alloh tapi ebreh di sajagat raya tur dina diri manusia sakalih…. Harita nu ditolak ku prabu wangi teh Sufisme anu diaku sabage Islam…. Memang bisa awalna tina hal kaimanan nu nyangkaruk dina sufisme…terus ngabentuk Islam…. tapi ti saparak fitnatul Kubro tug nepina faham sufisme ka tanah sunda can ebreh deui wangunan islkam nu sajati mah….. kukituna tong sok nyamaruk yen nu disebarkeun kean santang teh Islam…. Tapi bibit kaislaman nu heje ngajengelek jadi Islam sabihara bihari sabab kacampuran budaya jawa dina hal muamalahna…. jd weh teu nepi-nepi kana wangunan islam nu cirina egaliter…. Parbu wangi-mah estuning “hanif” bisa ngabedakeun mana Islam jeung mana bibit Islam….. nu katelah sufisme tea…

    • satujuuu……….

    • leres pisan pangersa ,,,nepangkn ti ali cimahi bandung anu insya alloh pami di kersakeun ku alloh ti kapungkur dugi ka di kaersakeun ku alloh abdi jenten tukang nyorang kana naon rupi nu janten wawasan lahir atanapi batin,anu mudaha2an katampi sareng di ijabah kana sae ngamalkn na pami hasil, kukituna abdi nyungkn jurung du’ana kasadayana…amin.

    • Islam keneh etateh naha bibit sagala, sunan gunung jati etateh katurunan mesir anu harita tos nganut islam

  17. Assalamu’alaikum wr wb.

    Sebagai masyarakat sunda, saya begitu bangga dengan perjuangan tokoh terdahulu dalam menegakkan agama Islam.

    Apakah tokoh terdahulu yang melegenda akan hanya dijadikan suatu cerita sebelum tidur anak-anak, atau akan terus dikembangkan semangat perjuangannya?

    Walaupun keadaan ahlak generasi muda saat ini sangat menghawatirkan, tetapi saya yakin masih ada segelintir orang yang masih mempunyai semangat perjuangan penegakkan islam kembali dalam kehidupan umat khususnya umat islam sunda.

    Saya rasa semua orang sependapat dengan saya bahwa saat ini sudah capek untuk mendengarkan ceramah agama atau tablig-tablig yang berorientasi pada suatu golongan, hingga terjadi perpecahan dalam umat islam itu sendiri. Sadar atau tidak sadar saat ini umat islam telah terpecah menjadi kelompok-kelompok yang fanatik terhadap organisasi atau ketokohan hingga melupakan kefanatikan terhadap tuntunan islam yaitu Al-Qur’an.

    Saat ini umat islam “sangat takut jika beribadah atau berdo’a dengan salah tetapi tidak takut melakukan yang benar-benar salah”. Contohnya jika melalukan doa atau cara beribadah sering banyak perdebatan menyatakan kebenaran masing-masing golongan, tetapi untuk membohong, tidak jujur, sering emosi, ucapan kotor hingga berzinah atau pelanggaran Al-Qur’an lainnya mereka tidak takut melakukannya. Hal inilah yang benar-benar menjadi pertanyaan besar bagi saya pribadi.

    Permasalahan di atas bukan tidak ada solusi untuk mengatasinya. Hanya sebuah langkah selalu mengerti dari do’a atau bacaan shalat itu merupakan langkah positif. Mengapa demikian karena dengan mengerti arti dari doa yang dibaca dalam shalat maka tuntunan demi tuntunan dari Al-Qur’an akan dapat difahami untuk kemudian di jadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

    Coba lihat dari permasalahan shalat di umat islam, lebih banyak yang mempermasalahkan raga atau gerak dan bacaan atau doa-doa. Padahal dalam Al-Qur’an ada ayat yang menerangkan yaitu janganlah shalat dalam keadaan mabuk sehingga mengerti apa yang dibaca. Jika tidak mengerti apa yang dibaca maka termasuk pelanggaran Al-Qur’an. Yang melanggar Al-Qur’an itu adalah termasuk golongan orang-orang kafir. Tatkala malaikat di perintahkan bersujud kepada nabi adam, maka malaikat bersujud kecuali iblis dengan sombongnya termasuk golongan orang-orang kafir. Apakah dapat di artikan jika shalat tidak mengerti apa yang dibaca adalah shalat iblis? tentunya masing-masing dapat merangkumnya. Tetapi akibat shalat tidak mengerti artinya, maka perilaku manusianya akan seperti iblis, benar atau tidak silahkan lihat dalam kehidupan sehari-hari.

    Bahkan yang lebih lucu adalah saat belajar agama islam dari SD hingga SMA selalu dijelaskan bahwa jumlah ayat Al-Qur’an adalah 6666 ayat tetapi coba hitung sendiri jumlahnya hanya 6236 ayat, sejak dahulu saya bertanya kesana kemari tidak mendapatkan hasil yang memuaskan, tetapi setelah tulisan Quraisy Shiab dalam Al-Misbah menerangkan 6236 ayat saya cukup puas. Tetapi bagaimana dengan pelajaran agama islam yang sedang berjalan!!!! Bukankan kewajiban kita untuk menegakkan yang benar????

    Terima kasih , salam buat penulis tokoh2 penyebar agama Islam di tataran sunda.

    Wassalamu’alaikum wr wb
    Ujang shandy

    • Secara garis besar, saya sangat setuju sama ujang shandy. Tapi tidak dengan shalat iblis. Mohon maaf, anda tidak ber hak mengkafirkan shalat manusia terhadap Allah, terkecuali memang shalat nya niat terhadap iblis. Hanya Allah yg berhak menilai shalat nya seorang manusia, karena niatnya terletak di dalam hati yg hanya Allah SWT yg tahu apa isi hati umatnya. Tapi saya dapat pahami maksud dari pandangan anda untuk melakukan ibadah shalat dan mendalami Al-Qur’an secara benar, hanya penyampaian anda, menurut saya, salah. Menyampaikan hal yg benar dengan cara yang salah, hanya akan menimbulkan rasa dengki. Ini hanya saran dari saya saja, mohon maaf bila ada kata2 yang tidak berkenan.

      Wassalam

    • assalamu alaikum…kenyataan yg ter jadi mmg begitulah apa adanya,,namun semakin kita korek negatif y org lain,maka hati2 kenegatifan yg ada pada kit sendiri makin tertutupi.dan selanjutnya ttg ayat yg ada di dalam ayat suci al qur’an mmg benar apayg di sebutkan di atas ,namun kalau kita telaah lagi mengenai ayat yg menerangkan ttg,jikalau di ibaratkan tinta selautan dunia di jadikan tinta,dan pohon sedunia di jadikan koasnya untuk menuliskan ayat2 alloh swt,maka tiadalah cukup buat itu semua.maka berjalanlah walau habis terang ambil cahaya cinta tuk terangi jalan mu di antara beribu lainnya…..wasalam

    • hati2 yg bilang ayat Al-Qur’an ada 6236 bukan 6666 (Quraish Shihab) itu Syi’ah, sedangkan Syi’ah bukan ajaran Islam dari Rasulullah Muhammad SAW (Fatwa MUI adalah sesat). Cakrabuana, Kian Santang & Syarif Hidayatullah merupakan tokoh2 penyebar Islam yang bersumber dari Rasulullah Muhammad SAW (Sunni) yang saat hampir seluruh umat Islam di Indonesia menganut ajaran ini.

  18. Assalamu’alaikun wr wr. Alhamdulillah masih banyak yang memerhatikan silsilah dan perjuangan orang sunda dalam mensyiarkan agama islam khususnya di wilayah jawa barat. Yang harus diperhatikan bagi umat islam skr bgmn cara2 orang terdahulu islam dlm menpelajari islam secara keselurhan hingga mencapai tingkat ma’rifat. PR bagi umat skr bgmn cara membuka hijab hati dalam keadaan yg sangat kompleks! skr ini.

  19. Assalamu’alaikum wr wb. Khasanah keilmuan islam sangatlah luas, terbukti begitu banyak pejuang2 islam yang mensyiarkan agama dengan caranya masing2, baik secara lahiriyah maupun batiniyah. Konsep para ulama terdahulu sebelum melakukan syiar terlebih dahulu memperdalam ilmu agama kepada tharekat, dalam penyatuan antara lahir dan bathin. pada umumnya saat skr ini hanya salah satu saja, sehingga dalam barokah penyampaian ilmu agamanya tidak spt ulama2 trdahulu, jasa beliau selalu dikenang sampai saat ini.

  20. Assalamu’alaikum.wr.wb setelah membaca sejarah ulama cirebon. khususnya Syeh Syarif Hidayatulloh saya sangat kagum akan khasanah keilmuannya, dimana beliau dalam perjalanan pencarian ilmunya sampai bisa bertemu dgn Baginda Nabi Muhammad SAW juga wali yang bisa melaksanakan perjalanan isro dan mi’raj. Wallohu alam. Skr mslhnya bagaimana kita mendapat barokah dan ilmunya beliau? Pada prakteknya msh byk org2 yg meminta barokahnya menyimpang dari aturan syariat.

    • asslm…penertian akan barokah disini sifatnya luas,dalam artian barokah disini seolah olah satu nama dari sekian nama yg jumlahnya lebih dari satu,dan kamudian kalau kita kupas sedikit mengenai pencarian barokah bagi org2 atau komunitas tertentu,maka kita harus hati hati menyimpulkan hasil dari apa yg kita dengar,yg kita lihat,apa lagi yg langsung kita jalankan,,kene demikian,:sebab pencarian tersebut berawal dari niat ,sedangkan niat disini sifatnya tidak terlihat n terasa oleh orang lain,maka dsri itu saya sarankan peninjauan kita ttg hal2 yg sifatnya sudah membudaya,maka peninjauan kita harus komplit…….wasalam

  21. Bagaimana dengan Pangeran Santri? Tokoh ini punya peran yang tidak kecil dalam penyebaran agama Islam. Kalo boleh koreksi Syech Abdul Muchyi, SyechSadat Safir (nama di negeri Campa) dan Syech Abdul Qadir Jaelani adalah satu nama. Beliau memang mempunyai nama yang banyak dalam sejarah peneyebaran agama Islam di Pasundan. Bagaimana dengan cerita Prabu Mundinglaya dikusumah yang turut juga menyebarkan agama Islam di Sumedang, Sebagai tambahan referensi dapat dilihat di cechgentong.multiply.com

  22. Saya mau berikan sebagian kecil nama2 karuhun urang sunda. Mudah2an bermanfaat :

    Seri I

    1. Pangeran Jayakarta (Rawamangun Jakarta)
    2. Eyang Prabu Kencana (Gunung Gede, Bogor)
    3. Syekh Jaenudin (Bantar Kalong)
    4. Syekh Maulana Yusuf (Banten)
    5. Syekh Hasanudin (Banten)
    6. Syekh Mansyur (Banten)
    7. Aki dan Nini Kair (Gang Karet Bogor)
    8. Eyang Dalem Darpa Nangga Asta (Tasikmalaya)
    9. Eyang Dalem Yuda Negara (Pamijahan Tasikmalaya)
    10. Prabu Naga Percona (Gunung Wangun Malangbong
    Garut)
    11. Raden Karta Singa (Bunarungkuo Gn Singkup Garut)
    12. Embah Braja Sakti (Cimuncang, Lewo Garut)
    13. Embah Wali Tangka Kusumah (Sempil, Limbangan
    Garut)
    14. Prabu Sada Keling (Cibatu Garut)
    15. Prabu Siliwangi (Santjang 4 Ratu Padjadjaran
    16. Embah Liud (Bunarungkup, Cibatu Garut)
    17. Prabu Kian Santang (Godog Suci, garut)
    18. Embah Braja Mukti (Cimuncang, Lewo Garut)
    19. Embah Raden Djaenuloh (Saradan, Jawa Tengah)
    20. Kanjeng Syekh Abdul Muhyi (Pamijahan Tasikmalaya)
    21. Eyang Siti Fatimah (Cibiuk, Leuwigoong Garut)
    22. Embah Bangkerong (Gunung Karantjang)
    23. Eyang Tjakra Dewa (Situ Lengkong, Pandjalu Ciamis)
    24. Eyang Prabu Tadji Malela (Gunung Batara Guru)
    25. Prabu Langlang Buana (Padjagalan, Gunung
    Galunggung
    26. Eyang Hariang Kuning (Situ Lengkong Pandjalu
    Ciamis)
    27. Embah Dalem Salinggih (Cicadas, Limbangan Garut)
    28. Embah Wijaya Kusumah (Gunung Tumpeng
    Pelabuhan Ratu)
    29. Embah Sakti Barang (Sukaratu)
    30. Syekh Abdul Rojak Sahuna (Ujung Kulon Banten)
    31. Prabu Tjanar (Gunung Galunggung)
    32. Sigit Brodjojo (Pantai Indramayu)
    33. Embah Giwangkara (Djayabaya Ciamis)
    34. Embah Haji Puntjak (Gunung Galunggung)
    35. Dewi Tumetep (Gunung Pusaka Padang, Ciamis)
    36. Eyang Konang Hapa (Dayeuh Luhur, Sumedang)
    37. Embah Terong Peot (dayeuh Luhur, Sumedang)
    38. Embah Sayang Hawu (Dayeuh Luhur, Sumedang)
    39. Embah Djaya Perkasa (Dayeuh Luhur, Sumedang)
    40. Prabu Geusan Ulun (Dayeuh Luhur, Sumedang)
    41. Nyi Mas Ratu Harisbaya (Dayeuh Luhur, Sumedang)
    42. Eyang Anggakusumahdilaga (Gunung Pusaka
    Padang Ciamis)
    43. Eyang Pandita Ratu Galuh Andjarsukaresi
    (Nangerang)
    44. Embah Buyut Hasyim (Tjibeo Suku Rawayan, Banten)
    45. Eyang Mangkudjampana (Gunung Tjakrabuana,
    Malangbong Garut)
    46. Embah Purbawisesa (Tjigorowong, Tasikmalaya)
    47. Embah Kalidjaga Tedjakalana (Tjigorowong,
    Tasikmalaya)
    48. Embah Kihiang Bogor (Babakan Nyampai, Bogor)
    49. Aki Wibawa (Tjisepan, Tasikmalaya)
    50. Embah wali Mansyur (Tomo, Sumedang)
    51. Prabu Nagara Seah (Mesjid Agung Tasikmalaya)
    52. Sunan Rumenggang (Gunung Batara Guru)
    53. Embah Hadji Djaenudin (Gunung Tjikursi)
    54. Eyang Dahian bin Saerah (Gunung Ringgeung, Garut)
    55. Embah Giwangkarawang (Limbangan Garut)
    56. Nyi Mas Layangsari (Gunung Galunggung)
    57. Eyang Sunan Cipancar (Limbangan garut)
    58. Eyang Angkasa (Gunung Kendang, Pangalengan)
    59. Embah Kusumah (Gunung Kendang, Pangalengan)
    60. Eyang Puspa Ligar (Situ Lengkong, Panjalu Ciamis)
    61. Kimandjang (Kalapa 3, Basisir Kidul)
    62. Eyang Andjana Suryaningrat (Gunung Puntang
    Garut)
    63. Gagak Lumayung (Limbangan Garut)
    64. Sri Wulan (Batu Hiu, Pangandaran Ciamis)
    65. Eyang Kasepuhan (Talaga Sanghiang, Gunung
    Ciremai)
    66. Aki Manggala (Gunung Bentang, Galunggung)
    67. Ki Adjar Santjang Padjadjaran (Gunung Bentang,
    Galunggung)
    68. Eyang Mandrakuaumah (Gunung Gelap
    Pameungpeuk, Garut)
    69. Embah Hadji Muhammad Pakis (Banten)
    70. Eyang Boros Anom (Situ Lengkong, Pandjalu Ciamis)
    71. Embah Raden Singakarta (Nangtung, Sumedang)
    72. Raden Rangga Aliamuta (Kamayangan, Lewo-Garut)
    73. Embah Dalem Kasep (Limbangan Garut)
    74. Eyang Imam Sulaeman (Gunung Gede, Tarogong)
    75. Embah Djaksa (Tadjursela, Wanaraja)
    76. Embah Wali Kiai Hadji Djafar Sidik (Tjibiuk, Garut)
    77. Eyang Hemarulloh (Situ Lengkong Pandjalu)
    78. Embah Dalem (Wewengkon, Tjibubut Sumedang)
    79. Embah Bugis (Kontrak, Tjibubut Sumedang)
    80. Embah Sulton Malikul Akbar (Gunung Ringgeung
    Garut)
    81. Embah Dalem Kaum (Mesjid Limbangan Garut)
    82. Mamah Sepuh (Pesantrean Suralaya)
    83. Mamah Kiai Hadji Yusuf Todjiri (Wanaradja)
    84. Uyut Demang (Tjikoneng Ciamis)
    85. Regregdjaya (Ragapulus)
    86. Kiai Layang Sari (Rantjaelat Kawali Ciamis)
    87. Embah Mangun Djaya (Kali Serayu, Banjarnrgara)
    88. Embah Panggung (Kamodjing)
    89. Embah Pangdjarahan (Kamodjing)
    90. Syekh Sukri (Pamukiran, Lewo Garut)

    Seri II

    1. Embah Dipamanggakusumah (Munjul, Cibubur)
    2. Aki Mandjana (Samodja, Kamayangan)
    3. Eyang Raksa Baya (Samodja, Kamayangan)
    4. Embah Dugal (Tjimunctjang (
    5. Embah Dalem Dardja (Tjikopo)
    6. Embah Djaengranggadisastra (Tjikopo)
    7. Nyi Mas Larasati (Tjikopo)
    8. Embah Dalem Warukut (Mundjul, Cibubur)
    9. Embah Djaya Sumanding (Sanding)
    10. Embah Mansur Wiranatakusumah (Sanding)
    11. Embah Djaga Alam (Tjileunyi)
    12. Sembah Dalaem Pangudaran (Tjikantjung Majalaya)
    13. Sembah Dalem Mataram (Tjipantjing)
    14. Eyang Nulinggih (Karamat Tjibesi, Subang)
    15. Embah Buyut Putih (Gunung Pangtapaan, Bukit
    Tunggul)
    16. Embah Ranggawangsa (Sukamerang, bandrek)
    17. Eyang Yaman (Tjikawedukan, Gunung Ringgeung
    Garut)
    18. Embah Gurangkentjana(Tjikawedukan, Gunung
    Ringgeung Garut)
    19. Embah Gadjah Putih (Tjikawedukan Gunung Wangun)
    20. Ratu Siawu-awu (Gunung Gelap, Pameungpeuk
    Sumedang)
    21. Embah Mangkunegara (Cirebon)
    22. Embah Landros (Tjibiru Bandung)
    23. Eyang latif (Tjibiru Bandung)
    24. Eyang Penghulu (Tjibiru Bandung)
    25. Nyi Mas Entang Bandung (Tjibiru Bandung)
    26. Eyang Kilat (Tjibiru Bandung)
    27. Mamah Hadji Umar (Tjibiru Bandung)
    28. Mamah Hadji Soleh (Tjibiru Bandung)
    29. Mamah Hadji Ibrahim (Tjibiru Bandung)
    30. Uyut Sawi (Tjibiru Bandung)
    31. Darya Bin Salmasih (Tjibiru Bandung)
    32. Mamah Hadji Sapei (Tjibiru Bandung)
    33. Embah Hadji Sagara Mukti (Susunan Gunung
    Ringgeung)
    34. Eyang Istri (Susunan Gunung Ringgeung)
    35. Eyang Dewi Pangreyep (Gunung Pusaka Padang
    Garut)
    36. Ratu Ayu Sangmenapa (Galuh)
    37. Eyang Guru Adji panumbang (Tjilimus Gunung Sawal)
    38. Eyang Kusumah Adidinata (Tjilimus Gunung Sawal)
    39. Eyang Rengganis (Pangandaran Ciamis)
    40. Ki Nurba’in (Sayuran, Gunung Tjikursi)
    41. Buyut Dasi (Torowek Tjiawi)
    42. Embah Buyut Pelet (Djati Tudjuh Kadipaten)
    43. Embah Gabug (Marongge)
    44. Eyang Djayalaksana (Samodja)
    45. Nyi Mas Rundaykasih (Samodja)
    46. Nyi Mas Rambutkasih (Samodja)
    47. Eyang Sanghiang Bongbangkentjana (Ujung
    Sriwinangun)
    48. Eyang Adipati Wastukentjana (Situ Pandjalu Ciamis)
    49. Eyang Nila Kentjana (Situ Pandjalu, Ciamis)
    50. Eyang Hariangkentjana (Situ Pandjalu Ciamis)
    51. Embah Dalem Tjikundul (Mande Cianjur)
    52. Embah Dalem Suryakentjana (PantjanitiCianjur)
    53. Embah Keureu (Kutamaneuh Sukabumi)
    54. Ibu Mayang Sari (Nangerang Bandrek Garut)
    55. Eyang Prabu Widjayakusumah (Susunan Payung
    Bandrek Garut)
    56. Embah Sayid Kosim (Gunung Alung Rantjapaku)
    57. Embah Bang Sawita (Gunung Pabeasan Limbangan
    Garut)
    58. Uyut Manang Sanghiang (Banten)
    59. Eyang Ontjar (Nyampai Gunung Bungrangrang)
    60. Eyang Ranggalawe (Talaga Cirebon)
    61. Ibu Siti Hadji Djubaedah (Gunung Tjupu Banjar
    Ciamis)
    62. Mamah Sepuh ((Gunung Halu Tjililin Bandung)
    63. Embah Sangkan Hurip (Ciamis)
    64. Embah Wali Abdullah (Tjibalong Tasikmalaya)
    65 Mamah Abu (Pamidjahan Tasikmalaya)
    66. Embah Dalem Panungtung Hadji Putih Tunggang
    Larang Curug Emas (Tjadas Ngampar Sumedang)
    67. Raden AstuManggala (Djemah Sumedang)
    68. Embah Santiung (ujung Kulon Banten)
    69. Eyang Pandita (Nyalindung Sumedang)
    70. Embah Durdjana (Sumedang)
    71. Prabu Sampak Wadja (Gunung Galunggung
    Tasikmalaya)
    72. Nyi Mas Siti Rohimah/Ratu Liongtin (Jambi Sumatera)
    73. Eyang Parana (Kulur Tjipatujah, Tasikmalaya)
    74. Eyang Singa Watjana (Kulur Tjipatujah, Tasikmalaya)
    75. Eyang Santon (Kulur Tjipatujah, tasikmalaya)
    76. Eyang Entjim (Kulur Tjipatujah, Tasikmalaya)
    77. Eyang Dempul Wulung (Djaga Baya Ciamis)
    78. Eyang Dempul Walang (Djaga Baya Ciamis)
    79. Eyang Giwangkara (Djaga Baya Ciamis)
    80. Embah Wali Hasan (Tjikarang Bandrek, Lewo Garut)
    81. Embah Raden Widjaya Kusumah (Tjiawi Sumedang)
    82. Dalem Surya Atmaja (Sumedang)
    83. Eyang Rangga Wiranata (Sumedang)
    84. Eyang Mundinglaya Dikusumah (sangkan Djaya,
    Sumedang)
    85. Eyang Hadji Tjampaka (Tjikandang, Tjadas Ngampar
    Sumedang)
    86. Eyang Pangtjalikan (Gunung Ringgeung Garut)
    87. Eyang Singa Perbangsa (Karawang)
    88. Embah Djaga Laut (Pangandaran)
    89. Raden Ula-ula Djaya (Gunung Ringgeung Garut)
    90. Raden Balung Tunggal (Sangkan Djaya, Sumedang)

    Kerajaan Sumedang Larang

    1. Pangeran Santri (Kusumahdinata I)
    2. Prabu Geusan Ulun (Kusumahdinata II)
    3. Pangeran Rangga Geumpol I (Kusumahdinata III)
    4. Pangeran Rangga Gede (Kusumahdinata IV)
    5. Pangeran Rangga Geumpol II (Kusumahdinata V)
    6. Pangeran Rangga Geumpol III (Kusumahdinata VI)
    7. Tumenggung Tanumaja
    8. Pangeran Karuhun (Kusumah dinata VII)
    9. Daleum Istri Radjaningrat
    10. Daleum Anom (Kusumahdinata VIII)
    11. Adipati Surianagara
    12. Daleum Panungtung (Adipati Surialaga)
    13. Daleum Tanubaya (Taschen Bestur)
    14. Wedana Regent (Daleum Aria Satjaoati)
    15. Pangeran Kornel (Kusumahdinata IX)
    16. Daleum Agung (Adipati Kusumahyuda
    17. Daleum Alit (Kusumahdinata X)
    18. Daleum Suryadilaga
    19. Pangeran Sugih (Suriakusumah Adinata I)
    20. Pangeran Mekah (Surya Atmaja)
    21. Daleum Bintang (Aria Kusumahdilaga)
    22. Daleum Aria

    Sumber: cechgentong.multiply.com

  23. Alhamdulillah..

    Kami sangat bangga menjadi bagian dari sebagian kecil orang sunda (dari Ibu). Semoga budaya suku sunda dapat bertahan hingga akhir zaman.

    Terima kasih.

  24. 1. Tolong dong, saya ingin mendapatkan informasi tentang siapa nama isteri pertama (beragama/sanghyang/hindu) prabu siliwangi dan nama anak-anaknya, karena selama ini yang saya dapatkan hanya tentang isteri kedua yang beragama Islam yakni Nyi Subang Larang beserta anak-anaknya, Pangeran Cakrabuana, Nyi Lara Santang dan Prabu Kian Santang.
    2. Siapakah tokoh yang sering disebut dengan nama Pangeran Langlang Buana itu ?
    sebelumnya saya ucapkan banyak terima kasih.

    • Kian Santang bukan anak Subang Larang, tapi Dewi Ambarsari. Istri yang lain, Dewi Tunjung Biru, berputra Wangsakerta Brahma Kumbara/Prabu Sanggabuana. Istri yang lain lagi, Dewi Madrim berputra Aditya Pramudita, Jaya Ludira, Sucitra, Hanum Sarinten. Keseluruhan istri Prabu Silihwangi ada 147.

      • Alhamdulillah.. Kami sangat berterima kasih atas karya tulis pemerhati sejarah sunda, cirebon, dan banten. Semoga kita semua senantiasa dalam bimbingan-NYA.. Amein!

  25. kepada para komentator, mohon diperhatikan penulisan kata dalam bahasa Sunda, seperti kata dalem bukan ditulis ‘daleum’ seperti di atas.
    hirup hurip hiji bangsa tangtu kumaha kahayang seuweu siwi jeung seke selerna eta bangsa dina ngamumulena. basa sunda ayeuna geus aya dina biwir gawir (baca: meh-mehan rek tumpur) sabab -komo barudak ngora ayeuna- geus teu pati wawuh kana basa ‘indung’-na sorangan.
    hatur nuhun ah….

    • Saluyu pisan! Kedah dimumule basa Sunda, ciciren-jati diri urang! Seueur rohangan kanggo ngaronjatkeun “KASUNDAAN” di Facebook, aya “group” SKKS-Sim Kuring Katurunan Sunda anu antukna mah anu kagungan alpukah, ngadamel oge SKKS-Sawala Kandaga Kalang Sunda! Mangga dicobian!

    • assalamu alaikum…tah kukituna pribados hapunten sateuacanna kapara sesepuh sadaya anu masih keneh nyepeng pageuh adat budaya sunda,,nyaeta sok gera lungsur tong heureut lengkah sareng gimir ku pangadeg anu rongkah,bewarakeun nu sajentre jentrena ttg bahasa atanapi tulisan sunda teh,,…wasalam.

  26. puuuunten, kahatur!!palawargi sadaya, sim kuring ngiring nimbrung,,,
    upami te lepat di indonesia zaman terbagi menjadi 2.
    1. zaman pra sejarah
    2. zaman sejarah.
    yg saya ingin tanyakan kenapa para ahli sejarah tidak /jarang membahas tentang kerajaan tarumanagara???pdhl dari kerajaan ini sudah masuk pada jaman sejarah, dan dari situlah awal kisah tatar sunda. Dan agar diketahui semua raja di tatar sunda bergelar siliwangi, dan raja terakhir di tatar sunda bukan lah sri baduga melain kan, “raja nusia mulya” setelah raja ‘sang ratu saksi’,,sedangkan semua pun tahu dalam perang bubat antara padjajaran dan majapahit, sri baduga meninggal dunia, wallohu’ alam??
    Jd ?? yng manakah prabu siliwangi ayahanda dari prabu kian santang itu??sedangkan prabu siliwangi itu adalah tokoh legendaris sunda, tak ada yg tahu awal nya dan tak ada yg tahu akhir nya!!!!jd prabu siliwangi yg sekarang banyak kita bahas itu adalah prabu siliwangi yg ke mn??? jangan kan prabu siliwangi, puteranya pun kian santang tak ada yg tahu kebenaranya, konon ketika seorang tokoh dari negeri luar yg di indonesia di kenal dengan nama AJI SAKA”mempasak tanah jawa , prabu siliwangi telah ada di tatar sunda, jadi ???wallohu ‘alam, kecuali kita masuk kealam nya insya allah kita mungkin bs sedikit faham,, wassalam!!!!!

    • Wah, mengapa Tarumanagara tara disebut dina pelajaran sejarah, itu berhubungan dengan pengambil kebijakan (politik) negeri ini. Siapa dulu yang berkuasa. Makanya orang Sunda harus memegang kuasa hidup orang banyak dan masuk pada wilayah-wilayah strategis agar Sunda bersuara.

    • Hatur punten..
      Saena ulah dugi ka nganafikeun hal2 anu urang teu acan leres2 terang/nghartos, sapertos nguningakeun yen tokoh2 sapertos Prabu Siliwangi sareng Kiansantang teh ‘mitos’.
      Kulawargi katurunan Kiansantang dugi ka danget ieu remen keneh ngempel ngariung dina raraga nyambung tali silaturahmi sareng ngajagi ulah dugi ‘parareumeun obor’.
      ***pribados di antawis rengrengan generasi ka-7 katurunan sepuh pribados, Kiansantang..

      • assalamu alaikum….kahatur ka sepuh,,abdi hiji nonoman tiantawis nonoman anu kataji ku eta sejarah,,dugikeun ka janteun lamunan yen jigana,ngpisakumahaeun banggana upami abdi di takdirkeun ku nalloh swt janteun tiantawis turunan anu di suhun su abdi.mung da eta mh parantos aya ti dituna,sareng kanggo abdi mh ayeuna khususna dugikeun ka di kersakeun na ku alloh,insya alloh bade ngajagi naon rupi anu parantos lebet kana wawasan abdi ttg perkawis eta sareng mudah2an pami di kersakeun deui tiasa ngamalkeun na,insya alloh mudah2an katampi…..wasalam.

      • nyungken punten hela katurunan ka 7 ti kiansantang maksadna katurunan ka 7 kumaha, naha upami ka luhur misalken ka aki disebat na ka 2 atanapi ka handap ka incu disebat katurunan ka 2. upami ningali usiana kian santang dugi ka ayena kinten-kinten 600 taun langkung , upami saur abdimah upami katurunan ka 7 pondok teuing. punten weh sateacanna

      • Assalamualaikum wr wb mau tanya klo R A A purwadiredja it apa msh keturunan prabu siliwangi?
        *buyut abdi.

  27. Ass Wr Wb
    Sim kuring bade ngiringan Comentar, hapunten anu kasuhun sateuacanna, perkawis anu ngantunkeum di Bubat mah sanes Maha Prabu Sri Baduga Maharaja alias prabu Siliwangi namung Prabu Maha Raja Lingga Buana nyaeta Ramana Prabu Maha Raja Niskala Wastu kencana atanapi Uyutna Sri Baduga Maharaja, sareng Prabu Lingga Buana mah sanes Siliwangi tapi Prabu Wangi, anu nyambuang sa Nusantara waktos harita, mugia janten uninga.
    hatur nuhun. Salam Baktos kasadayana.

    • punten ah ngiring ngomentar. saterang abdimah nu gugur di Bubat mah sanes Sri Baduga Maharaja atanapi Linggabuana kumargi masa pamarentahan prabu Linggabuana sareng Sri baduga mah teu cocok sareng taun kajadian perang Bubat. anu cocok mah nalika masa pamarentahan Raja Surawisesa.

  28. Nuhun Embah Dalem Panungtung Haji Putih Sungklang Larang – Cadasnganpar Sumedang kasebat dina kasepuhan pasundan, mugia urang sadayana tiasa ngarumat karuhun, sareng ngajantenkeun pepeling kanggo ngadep siregep ka Gustia Alloh Pangeran Urang Sadayana.

  29. Allhamdulillah kuring tos mendkan nu di pilari..

  30. Ngiring ngarewong.
    Asal timana mulang kamana, panginten sepuh urang mah tos terang mulang ka asalna! Eling mangka eling, boga karuhun anu soleh tutur elmu nuhadena, bisi jadi matak ari ngan ukur disebutkeun wungkul ngaran. Komo ngaran aslina mah, da pernah ngarasa hirup. Wallahu’alam

    • assalamu alaikum…insya alloh sepuh sanes saukur ngaran wungkul nu janten anuta,mudah2an sreng penjalanan na anu nkira kira mulia….wasalam.

  31. banyak amat…. cape dech….

  32. Haturnuhun sateacanna ka akang panulis nu tos medalkeun karyana,ieu seratan pohara ageung manfaatna jalaran simabdi terang kana jd diri nyalira,ka rerencangan tah tong minder jadi urang sunda teh.kang ari sunda jeung jawa kolot saha ?

    • ari saur abdi mah kolotan keneh urang sunda kumargi karajaan pertama di pulau jawa teh nyaeta tarumanagara nu aya na di wewengkon sunda

      • Assalamualikum,
        aya karajaan nu leuwih kolot deui namina Caringin Kurung di puncak manik gunung salak Bogor nu jadi cikal bakal kerajaan kerajaan di nusantara kira kira abad 4 sbelum masehi prabu sedah atau prabu siliwangi keturuna Raja Caringin Kurung ke 13. wallohu a’lam bishowab

    • Leres kolot Sunda, tina paparan mucunghulna daratan ge ti wewengkon kulon heula. Ku kituna nu nyalebrang ti dataran Cina ge ka kulon heula.
      Karajaan ge Salakanagara heula nu di Banten (taun 100 M). Jawa mah can kacaritakeun.

  33. Assalamu’alaikum…makasih banget atas penjelasannya….menurut silsilah saya masih keturunan Raden Kian Santang…tapi saya masih ragu..dan bingung karna jarak dan kebodohan yang saya miliki,untuk mengetahui lebih jelasnnya…klo ada yang punya artiel tlong kasih tau saya silsilah yang jelas dari prabu siliwangi hingga saat ini ke (mistaque@yahoo.com)..trimakasih…wassalam…

  34. Assalamu’alaikum.. salam kenal buat semua pecinta sejarah leluhur, kita memang harus tahu tentang sejarah dan terlebih silsilah karuhun kt. cuma ya namanya sejarah berarti harus berhadapan dengan kesamaan nama ataupun hal2 lainnya yang terkadang tidak masuk akal, semoga menjadi pelajaran untuk lebih arif dan bijaksana dan bukan sekedar untuk sok2an bahwa kita adalah keturunannya tp tidak mengambil kearifan dari sejarah perjalanan para karuhun. buat saudara mistaque saya ingin sekali membantu, saya ada beberapa buku atau babad tentang eyang pamanah rasa Sri baduga maharaja, mungkin bermanfaat, apabila anda berminat bisa difotocopy, hubungi saya di adhys@yipple.com.

  35. Assalamu’alaikum Wr.Wb
    Semoga Allah melimpahkan Rahmat dan Ampunan Nya kepada kita semua. Saudaraku…ane mau mengundang antum semua untuk mengunjungi situs kami di http://majlisalkhair.wordpress.com
    Mudah-mudahan ada kebaikannya buat kita semua. ..Amin..
    Majlis ane bernama Majlis Ratibul ‘Athos Al Khair Pramuka yang merupakan majelis yang mendawamkan Ratibul ‘Athos yang kami baca secara berjamaah setiap malam jum’at jam 20.00 WIB s/d selesai yang beralamat di Jl. Pramuka Jati III (Depan Pasar Burung Pramuka) Paseban Jakarta Pusat. Pendiri majlis ini merupakan senasab dari ketiga tokoh penyebar agama di Pasundan.Ane sangat senang sekali jika antum semua berkenan hadir ke majlis kami.
    Wassalamu’alaikum Wr.Wb

  36. ada yang tau arti nama KIAN SANTANG tolong saya diberi tahu

    • Kian itu varian dari kean, lengkapnya RAKEAN, putra mahkota atau gelar keningratan Sunda (Raden mun di Jawa maha). Asalnya dari bahasa Sangsekerta RAKYAN.
      Khusus untuk laki-laki. Upami istri mah biasana sok disebat PWAH ACI atau POHACI

    • sampurasun
      upami teu lepat
      kian santang teh hartosna;
      ningrat anu ngawonkeun atanapi ngelekeun dinasti tang,
      kumargi eta mangga la sadaya palawargi nu ngagaduhan pangemut sarta pikir nu lantip,piraku kiansantang teh cakrabuana???atanapi raden sangara???sedengkeun eta kenging gelar kiansantang teh saparantos ngelehkeun dinasti tang ticina anu bade ngagunasika ka taruma nagara,hmm
      heuheuy deudeuh teuing hawatos nya sajarah sunda teh di gulang gaper barijeung lepat,seu’eur nu so terang,barijeung lepat,kiansantangmah tos lebet ka kalangan kalangkang,mung kisahna seu’eur disorang ku atanapi kasorang atanapi nyaruaan,ku para putra mahkota turunan nana,pamugia ieu kahartos ku palawargi anu gaduh pikir nu lantip,wasalam…

      • assalamu alaiku …kahatur sepuh,,,tos janten hiji rusiah umum upami benten2 waleran mah,kumargi urang sadayana anu hirup saatos aranjeuna mah ngan ukur cenah jeung beja,anu akhirna kitu kajantenan na.mung mugia sadayana ge tong di jantenkeun hiji awal tina perpecahan anu akhirna urang jeung urang silih bantahan ,sareng saterasna ancur jati diri urang anu aya dina siloka “SILIWANGI”..(silih harumkeun)….wasalam.

    • sampurasun
      upami teu lepat
      kian santang teh hartosna;
      ningrat anu ngawonkeun atanapi ngelekeun dinasti tang,
      kumargi eta mangga ka sadaya palawargi nu ngagaduhan pangemut sarta pikir nu lantip,piraku kiansantang teh cakrabuana???atanapi raden sangara???sedengkeun eta kenging gelar kiansantang teh saparantos ngelehkeun dinasti tang ticina anu bade ngagunasika ka taruma nagara,hmm mangga emut sarta etang eta dinasti tang sareng tarumanagara abad sabaraha??sanes babadan padjajaran etah,
      heuheuy deudeuh teuing hawatos nya sajarah sunda teh di gulang gaper barijeung lepat,seu’eur nu so terang,barijeung lepat,kiansantangmah tos lebet ka kalangan kalangkang,mung kisahna seu’eur disorang ku atanapi kasorang atanapi nyaruaan,ku para putra mahkota turunan nana,pamugia ieu kahartos ku palawargi anu gaduh pikir nu lantip,wasalam…

      • Sampurasun Budak Garut..

        Upami kian santang teh gelar ningrat kumargi tos ngawonkeun dinasti TANG (KI AN SAN TANG = anu ngawonkeun dinasti TANG).
        Janten anu masihan gelar eta teh saha atuh, naha masihan gelarna ku bahasa Cina henteu ku bahasa Sunda.
        Naha nu masihan gelarna teh urang cina nu aya di tatar sunda atanapi urang sunda anu nurutan urang cina…….?????
        Naha jaman harita tos loba urang cina di tatar sunda…???

        Asa teu kaharti ku pikir jeu teu kahontal ku akal mun kitu mah atuh…

        Cobi dijentrekeun anu langkung eces atuh, supados jelas juntrunganana..!!!

        Hatur nuhun.

      • assalamualaikum…. sampurasun simkuring bade ngiringan jabung tumalapung dina perkawis kian santang+prabu siliwangi anu janten misteri dugi ka danget ieu. perkawis kian santang memang janten bukur catur berdasarkeun ceuk sohibul ceunah bari sadayana oge di rarampa malar jiga enya, wallahu a’lam leureus sreung henteu namah.
        kian santang aya sababaraha versi anu nyaritakeun ti jaman ka jaman mung duka nu mana nu leures, tong boro masalah kian santang nu tos mang ratus2 taun dalah kajadian kamari jaman G 30 SEPTEMBER (P.K.I) tos beda versi tapi memang ayanamah enya.
        versi nu kahiji (1):
        kian santang teh ceunah putrana prabu siliwangi sribaduga maharaja raja pajajaran anu sakti mandraguna, nepikeun kasaktianana tanpa tanding di tatar pasundan. hiji waktu inyana hayang apal ka getih sorangan nya neangan jalma nu sakti anu bisa ngaraheutan awakna, ceunah ceuk beja aya jalma sakti di tatar arab nu jenengana sayidina ali mantu kangjeng nabi. singkat carita kian santang tepang sareung sayidina ali nya di piwarang nyabut iteuk ku sayidina ali teh tapi teu kacabut dugikeun bijil geutih sa bulubulu,tidinya kian santang sadar bahwa eta jalmi anu di teangan tea, ahirna kian santang guguru agama islam nepikeun ka nyebarkeun islam di tatar pasundan. ceuk sohibul ceunah oge kian santang ngudag2 ramana supaya asup islam nanging ramana alimeun ngantunkeun ageuman karuhun nu ahirna prabu siliwangi lumpat panungtungana ka leuweung sancang nu aya di pameungpeuk garut nepi ka ngahiyangna (leungit) eta prabu siliwangi teh. kiansantang anu ngudag ramana ngahuleung bari nanceubkeun iteukna di basisir laut sancang inyana nyarita sorangan: “EHM BOA BOA TEPI KADIEU PANGIH JEUNG BAPA TEH DI TEANGAN KADITU KADIEU TAYA LARATANANA” tah tina iteuk nu di tanceubkeun jeung kecap boa boa eta iteuk teh jadi tangkal KABOA nu nepi ka ayeuna eta tangkal kaboa aya di sancang. memang tangkal kaboa di dunya ngan ayana di sancang menurut penelitian ngan aya di wewengkon sancang.
        tah ayeuna pendapat pribados ngenaan carita versi kahiji teh janggal dina palebah kian santang guguru ka sayidina ali sabab beda jamana jauh pisan, bedana ge hampir 9 ratus tahun jadi moal mungkin mun kian santang guguru ka sayidina ali. kian santang hirupna dina abad ka 16m ari sayidina ali mah dina abad ka 7 m.
        versi nu kadua (2):
        carita kian santang di caritakeun ku pangeran walang sungsang/cakra buana putrana prabu siliwangi ( sribaduga) pikeun sarana dakwah isalam ka rahayat pasundan. pangeran walang sungsang nyanak caritana masalah kian santang tina perpustakaan pajajaran anu ceunah ceuk eta carita prabu kian santang teh sakti mandra guna tanpa tanding hirup dina jaman karajaan taruma nagara dina abad ka 7, kian santang lungsuran ( buyutna) raja kendan(kendan karajaan antara nagreg+limbangan dina abad ka 6) anu pertama nyaeta MANIK MAYA (kendan cikal bakalna karajaan galuh kawali) dina hiji waktu karajaan taruma nagara di serang ku di nasti tang ti bangsa cina( tiong hoa), di papag ku kian santang di teluk lada paneglang (teluk lada pusat karajaan sunda pertama dina abad ka 2 raja nu mimiti JAYA SINGA WARMAN sa acan karajaan taruma nagara ngadeug dina abad ka4) nu ahirna eta pasukan tang eleh ku kian santang. elehna pasukan tang ku turunan manik maya jeung rahayat pasundan di pi eling ku cara mere ngaran ka eta buyutna manik maya: KI AN SAN TANG hartina nu ngelehkeun pasukan tang. (wallohu a’lam saha ngaran aslina.) kian santang oge guguru ka saidina ali sarta nyebarkeun agama islam di tatar sunda. anu ceunah ceuk sabagian para ahli bahwa islam nu pertama asup ka nusantara teh nya eta kapasundan di candak ku kian santang sanes ku wali songo.
        pendapat pribados perkawis versi ka 2 aya deukeut2 enya lamun tea mah kian santang guguru ka sayidina ali sabab sajaman.
        versi nu katilu (3)
        ki santang teh sobat dalitna prabu siliwangi anu beda alam jeung beda mahluk, ari kisantang salahsahiji mahluk jin islam anu ngarajaan alam ka jinan di leuweung sancang, ari ka ngaran2 bangsa jin tinangtu umurna pararanjang tibatan manusa mantak pantes ki santang bakal apal kana ka ayaan pajajran di na waktu harita nepi ka ayeuna di mana sabenerna pajajaran nu ngahiyang teh.!? nepi ka kiwari pajajaran can kapanggih tapak lacakna da ari batu tulis nu aya di bogor mah laain tempatna dayeuh pajajaran sri baduga
        ari prabu siliwangi ( sri baduga maha raja) anjeunamah manusa biasa nu kakenaan ku maot moal bisa panjang umur jiga bangsa jin, jadi lamun nyebutkeun prabu siliwangi ngahiyang jeng karajaana sarta jadi maung nepi ka kiwari masih jumeneng eta mustahil,sakali dei kibaduga jalma biasa anu kabeneran jadi raja di tatar pasundan di jamana.
        ki santang sosobatan jeung kibaduga ti jaman siliwangi( ki baduga) keur leutikna, baheula aya budak leutik nu ririwit (geringan) matak ngahariwangkeun nu jadi kolotna, eta budak leutik teh ges beda ti leuleutik keneh kalakuan jeung uteukna beda ti budak2 sejena nyaho kana sagala anu bakal kajadian kahareupna anu acan kasorang sarta ti leuleutik ges bisa marentah angin,cai,seuneu jeung taneuh. lamun ulin jeung batur sok mawa kareup sorangan da puguh loba kanyaho tea anu ahirna di jarauhan ku batur2na da puguh kalakuan siliwangi leutik teh hese ditarima ku akal. atuh ulin sosoranganan tanpa batur, lila jeung lila teupung jeung kisantang anu beda mahluk jeung beda alam ahirna jadi batur dalit. teu di sangka eta siliwangi leutik teh ges gedena jadi jalma anu hebat anu bisa ngahijikeun satatar pasundan ( raja pasundan).
        karajaan pasundan/pajajaran menang ancaman+panghianatan ti jero +ti luar. tijero nyaeta satria hideung budak bibina ki baduga anu ges aya hubungan jeung maja pahit pikeun ngancurkeun kalungguhan ki baduga di bantuan ku satria cirebon anu hayang kakawasaan lega, jadi lain alasan karana ki baduga lain islam pdhal ki baduga ges islam ngan satria cirebon sering di harewosan ku maja pahit supaya ngabarontak,anu ahirna terjadi penyerangan ka pajajaran ti maja pahit,cirebon,satria hideung sarta di bantuan ku pasukan siluman laut kidul anu awakna pinuh ku bulu.
        dina ka ayaan bingung sri baduga, sabab kudu nyanghareupan kulawarga anu rek nyerang nya ki baduga menta tulung ka ki santang supaya puseur dayeuh pajajaran di handeuleumkeun samentara ku halimunan. atuh nu ngahuru/nyerang bingung sabab dayeuh jadi leuweung nepi ka kiwari. sementara ki baduga malipir init ninggalkeun dayeuh ngajugjug ka pakidulan di barengan ku nu satiya jeung sobatna kisantang tea.
        dina pangumbaraan ki baduga nyamar jadi rahayat biasa beki tekun neuleman ajaran islam nu ahirna kibaduga ngaganti ngaran nyaeta sunan rohmat nepi ka di makamkeunana di godog garut.
        samemeh maot ki baduga(sunan rohmat) wasiat ka sobatna kisantang tea mihapekeun urang sunda, jaga lamun ges nincak kana waktuna lalangse pajajaran buka tina halimunan cirina nu bakal bisa muka nyaeta turunan kaula budak angon tea/satria piningit anu bakal mingpin nusantara, sakabeh harta anu 25 leuit nu ku kawula di tenden di dayeuh nga haja ker beukeul urang sunda (mungkin nusantara) nyaeta anu bakal mukana budak angon tea. ceuk ki baduga keneh ka kisantang cirina budak angon bakal datang teh di mimitian ku loba bencana di mana2 sarta nagara jiga budak nu ges teu boga indung bapa. (supados langkung jelasna manga buka blog salaka net carita siliwangi,kian santang jeung kembang)
        pendapat pribados perkawis versi nu katilu deukeut pisan ka eunya di banding versi ka 1 + ka 2. WALLAHU A’LAM BISSHAWAB
        intinamah panginteun urang teh ari bangga mah kudu kana budaya urang teh sarta ayana tatali karuhun anu kapungkur, margi saur prabu wastu kencana (akina parabu siliwangi/ki baduga) moal aya ayeuna mun teu aya baheula, ayana urang ayeuna sabab ayana anu baheula,
        urang sadayana tangtu reueus jeung bangga jadi urang sunda sabab ternyata di sunda teh gede pisan sajarah karuhun2 urang anu ngawangun nagri sunda dugi ka ayeuna ayana urang sunda.
        tapi oooomat lur jeung kadeeee mihape ulah pedah karuhun anu boga jasa baheulana nepikeun ka di puja puja nu teu di meunangkeun ku nu maha kawasa ALLAH AZAWAZALA.
        ulah kaleuleuwihi pedah baheulana karuhun urang ceunah paraji sakti sahingga ngarempak ajaran AGAMA SAMAWI TI ILLAHI ROBBI anu di candak ku KANGJEUNG NABI.
        hapunten bilih aya basa kirang mernah anu mantak nyentug kana manah sakali deui hapunten..WASSALAM
        …………TATANG KALAN 3RUT sncang…………..

  37. assalamualaikum. Para sesepuh kahuripan sunda. Mmg bener sih silsilah diats. Tp perjuangan tsb harus kt teruskan untk gerakan wahabisasi di indonesia. Yg dipelopori gol tertentu yg memakai nama partai.ketuk sejuta pintu.kt para keturunan raja2 islam adl penerus juru dakwah/dai. Estafet amal ma’ruf nahi mungkar.ALLOHU AKBAR 7X.

  38. maaf salah bukan mendukung tapi untuk memagari/memerangi dari gerakan wahabisasi. Terutama daerah sunda sbg markas/basis.

  39. salam kenal dari keluarga besar sagipoddin ampel denta.buat smua pembc. Silsilah wali songo sangat kental di INDONESIA.banyak diantara ulama’ dan ponpes yg tersebar ditanah jawa sebagian besar masih ada nasab ke para walisongo. Jd kt harus bersatu. Jgn punya tujuan sendiri & nama besar. Mari kt teruskan spt masa para wali songo. Dakwah yg bersatu yg menyeluruh antara thoriqoh ahli sunnah wal jamaah. Bersatu padu membentuk suatu pemerintahan khilafiah spt jaman keemasan islam

  40. Subhanallah. Saya selalu kagum dengan sejarah. Membaca sejarah Sunda-Islam; imajinasi saya melayang ke jaman entah tahun berapa. Tercampur di antara kebenaran dan mitos. Tapi sungguh; saya semakin kagum dengan segala jenis ciptaan Allah. Pelaku sejarah & juga para perangkum sejarah tersebut. Salam…

  41. Sampurasun

    Gunung Galunggung kapungkur
    Gunung Sumedang katunjang
    Talaga Sokawayana
    Rangkecik di tengah leuweung
    Ulah pundung ku di tundung
    Ulah sumoreang teu diteang
    Tarima raga wayahna
    Ngancik di nagara deungeun

    Pesan di atas merupakan ungkapan kegelisahan para Ra-buyut ketika generasi pewaris negeri telah melupakan jati purwadaksi dan tidak mengenali jati dirinya, pewaris negara seolah tidak lagi hidup di negerinya sendiri. Generasi penerus bangsa saat ini telah melakukan penghancuran nilai-nilai kesejatian yang dulu dibangun para Ra-buyut sehingga Ibu Pertiwi kehilangan jiwanya, mereka tidak lagi berkiblat kepada negerinya sendiri hingga Tanah Air – Tanah Tumpah Darah tempat mereka dilahirkan sama sekali tidak dianggap sebagai “Tanah Suci” yang harus dibela sepenuh jiwa dan raga. Konsep tentang kesucian negara (Tanah Suci) telah direbut oleh bangsa lain dan berpindah tempat, padahal jelas-jelas lambang negara yang berumur ribuan tahun telah mengajarkan tentang hal tersebut, Merah sebagai agama dan Putih sebagai negara suci (lihat: Nagara Kartagama). Menyedihkan, pemahaman tentang hal itupun sudah luntur dari ruang berpikir anak-anak bangsa , mereka menganggap bahwa ajaran itulah yang paling tepat dan paling benar, hingga terjadilah penjajahan dan pelecehan terhadap nilai-nilai ajaran sejati yang pernah dibangun oleh para leluhur mereka sendiri. Dari cara berpakaian, makan, bahasa, perilaku hingga nilai-nilai kebenaran serta kebaikan telah tergantikan oleh ajaran yang datang dari negeri Seberang Lautan yang sesungguhnya tidak pernah mereka pahami maksud dan artinya, segala puja dan puji lebih ditujukan bagi mereka yang hidup di negara orang sambil melecehkan nilai ajaran para sepuh.

    Sekarang ini terlalu sedikit manusia di negara ini yang mengetahui tentang sejarah para Ra-buyut-nya, para sesepuhnya sendiri, para karuhun yang menjadi cikal-bakal keberadaan dirinya, para pendahulu bangsa. Berapa banyak manusia Indonesia yang tahu tentang sejarah perjuangan dan ajaran para sesepuh pendiri bangsa dan negara Dwipantara? Terlalu sedikit manusia di negeri ini yang memahami tentang penyelewengan sejarah, jalan kehidupan negara dan bangsa telah dibelokan oleh para pengkhianat dan penjajah, tragisnya lagi anak-anak bangsa tidak ada yang peduli tentang hal itu.
    Rampes….

  42. Mohon maaf menurut sepengetahuan saya bahwa prabu manah rasa/jaya dewata/sribaduga maharaja/prabu siliwangi4 sudah beragama islam referensinya adalah tokoh tersebut mempersunting putri didik syekh hasannudin/syekh Qura ai’n pulo bata karawang,syekh Qura wali sepuh diantara 3 wali sepuh di tatar tanah jawa syekh idhopi/syekh datulkahfi dan syekh Kholil bangkalan madura.seorang wali tidak mungkin menikahkan putri didiknya pada selain penganut islam,karena seorang wali tahu betul ajaran islam yang melarang menikah selain dengan penganut islam,klo terjadi pernikahan dengan non muslim /pada waktu itu orang beranggapan prabu maharaja beragama hindu brarti hukumnya nyimas subang larang adlah murtad.jadi sepengetahuan saya sribaduga sudah beragama islam,dan kian santang adalah putra prabu siliwangi dari susuk nunggal bukan dari sri baduga.prabu siliwangi yg msh menganut agama hindu yaitu susuk nunggal.adapun sribaduga melarang raden walang sungsang&lara santang dilarang mengaji ilmu agama islam diluar keraton dikarenakan walang sungsang adlah putra mahkota sebagai penerus tahta .Yang di inginkan sribaduga mengaji islam diperbolehkan di dalam keraton tapi walang sungsang berjiwa muda dan berjiwa petualang akhirnya keluar keraton dan berguru pada ki gede Alang-alang yang akhirnya berguru dengan syekh idhopi di gunung jati,kemudian terjadi pertempuran antara pasukan syekh syarif dengan pasukan pasukan sri baduga bukan latar balakang perang agama melainkan dengan latar belakang politik,karena waktu itu se sampainya syekh syarif didaerah pesisir dan cirebon masih bernama grage nenyebarkan islam membantu uwak nya mbah kuwu sangkan dan lambat laun ingin mendirikan kerajaan islam di tanah gerage dan niat syekh syarif terdengar ke prabu sri baduga dan sri baduga tidak senang dan menyerang terjadi pertempuran didaerah pekalangan cirbon sekarang,alasan sri baduga menyerang adalah ketidak senangan bahwa syekh syarif akan mendirikan kerajaan didalam kerajaan yang waktu itu gerage daerah kekuasaan sri baduga jadi komflik tersebut bkn karena sribaduga hindu menyerang syekh syarif yang menyebarkan islam dan juga waktu itu sri baduga belum mengetahui bahwa syekh syarif adalah cucunya dari larasantang/syarifah mudaim,setelah dilerai oleh walang sungsang dan menjelaskan bahwa syekh syarif adalah cucunya maka sri baduga pun bangga mempunyai cucu syekh syarif dan rela/mengijinkan berbagi daerah kekuasaan dengan syekh syarif.dan saya ingin menjelaskan bahwa pajajaran dibawah kekuasaan surya kencana siliwangi terakhir bukan kalah perang oleh banten /takut dengan banten akan tetapi berpikiran bahwa jika perang menangpun percuma karena banten adalah cicitnya sendiri akhirnya pajajaran tidak mau berperang dan syekh maulana mansyur cikadueun pandeglang karen pajajaran tidak mau berperang mengatakan pajajaran kaum BADEWI,kaum badewi adalah satu kaum waktu jaman rosullulallah tidak mau berperang seperti dalam surat al-fath dalam alQur’an .karena dengan logat/bahasa sunda jadi baduy.sebenarnya saya ingin menjelaskan /mengmentari lebih banyak tentang ke simpang siuran sejarah walau pun saya tidak tau senuanya tentang sejarah ,harapan saya semoga komentar saya ini bisa menjadi bahan dan pertimbangan kebenaran sejarah .Mulyadi (Ikatan juru Kunci Cagar Budaya ) kab.sumedang 081 321 285 885

  43. sampurasun..assalamualiakum wr.wb.
    hebat lah penulisna…
    hatur nuhun kanggo elmuna kang ah..jaten nambahan yeuh elmu teh,,,
    mugi2 gusti allah swt masihan barokah kanggo akang…amiiiiin!!!

  44. assallmu’alaikum wr.wb.
    punteun bade nyuhungkeu nasab K.H aang nuh?

    • hatur nuhun kang mulyadi. ampir sami anu dipedarkeun ku kang mulyadi sareng pengetahuan sim kuring. ngan ari pamendak sim kuring mah putra mahkota/putra na Sri baduga Maharaja mah sanes Walangsungsang tapi Pangeran Cakrabuana. sareng deui Pangeran Cakrabuana mah sanes Walangsungsang. terus Pangeran Cakrabuana sareng Suryakancana teh jalmi na eta-eta keneh

  45. edan euy basa sunda na leuwih ti kuring! hade lah. nuhun perelmuannana…

  46. Dari literatur-literatur yg saya pelajari ttg raja-raja Padjadjaran, hanya tulisan saudara Asep Ahmad Hidayat yg mengatakan bhw Sri Baduga Maharaja adalah raja terakhir Padjadjaran, kumaha ieu teh?

    Nuhun sdh berani menulis.

  47. terima kasih atas informasi ini, saya bagian dari generasi keturunannya sangat terbantu dalam mengenal leluhur kami. Alhamdulillah…terima kasih banyak, terutama untuk bapak mulyadi ceritanya hampir sama dengan cerita kakek buyut saya..

  48. belum ada komentar

  49. hidup adalah perjuangan
    berjuanglah seperti para ulama
    untuk menjadi muslim sejati..,

    i love allah..,

    porpouse of life os workship..,

  50. emh- asal tong nepi ka aragul ku payung butut we, nya ‘dak.
    sing saroleh we lah..
    najan kumaha ‘ge, urang teh pan turunan nabi. lain?
    nabi adam :)

  51. Apa hubungan Pangeran Cakrabuana dgn Singapura. Misal, Habib Nuh

    http://www.alwehdah.org/page19/page20/page20.html

    Adakah hubungan tali keluarga? Terima kasih sebelumnya.

  52. ass.saya ingin mencoma memberikan informasi kepada anda smuanya,bahwa telah terditeksi sebuah makam.makam terkenal dengan nama makam ki teja arum.ki teja arum sendiri merupakan ajudan prabu kian santang,dan conon meninggal di sebuah perbukitan saat bersamaan sedang melanjutkan perjalanan menuju cirebon bersam brabu kian santang.dan alamatnya di kampung cikupa(blok teja),desa lemahputih-kec lemahsugih-kab majalengka.demikian pemberitahuan ini kelak menjadi pengetahuan anda smua.was. OLEH.bintank_21@yhaoo.co.id

  53. Yang penting jangan sombong ah mentang2 orang sunda, jangan terlalu membanggakan etnis dunk. tar timbul fitnah.

    • assalamu alaikum….maaf sebelumnya pada semua ikhwan akhwat,sedikit saya ungkapkan kalimat yg muncul dari lisan seorang pejuang sekaligus agamawan,,”MARTABAT SUATU BANGSA BISA DI UKUR DARI DARI SEJARAHNYA”,dan sudah sepantasnya kita selaku insan yg tercipta menurut budaya yg beraneka ragam,dan terkhusus bagi budayanya sendiri yg sudah melekat menurut nasabnya membanggakan nasabnya sendiri,namu takan pernah terlintas dlm jiwa ini tuk merendahkan adat budaya orang lain.terima kasih…..wasalam.

  54. pertolongan allah lebih ber arti di banding ilmu yg tinggi ..,,,

  55. 1. kalaw cerita di masyarakat yang mengetengahkan bahwa salah satu raja di tanah pasundan di kejar-kejar oleh sayidina ali?????
    2. jangan lupakan nenek moyang kita karena islam berkembang di indonesia oleh mereka,,,
    3. jgan takabur ,,,,, kemudian jgan lupa pemuka islam di negara kita indonesia,,,,,,,,,,,,,,,

  56. Ass…Sampurasun…

    Nuhun Ilmuna dulur….sae.
    Perkawis kajadian nu ghoib misal:
    Sejarah Prabu Kian Santang guguru ka Syaidina Ali
    Leres benten zaman atanapi tos teu aya Syaidina Ali na tapi jasad tiasa pendak sareng Ruh orang2 Suci. Ku izin Allah.
    Tiasa (orang suci+luhur elmuna pendak sareng nu Ghoib/ ruh2 yang diistimewakan tiasa kajantenan).
    Walau benten alam atanapi zaman…

    Ku izin Allah tiasa…sanes zaman kapungkur wae. Zaman ayeuna oge tiasa. Ruh para Wali oge tiasa masihan pangajaran/elmuna ka orang tertentu yang telah ‘ma’rifat’.

    Kajadiana, teu tiasa diudag ku akal atanapi bukti sejarah.
    Nembe yakin pisan mun tos kaalaman.

    Nuhun

    • punten ngiring ngarewong. anu pendak sareng Kian Santang mah sanes Sayyidina ali tapi Syekh Ali ahlul Zein.

    • Ki Ibun, ti mana dalilna Ki? Da dina agama islam mah ruh jalma maot mah urusan Allah… Papanggih jeung ruh jalma anu tos perlaya, saha anu wantun ngajamin yen enya eta ruh teh, ruh jalma anu dimaksud?
      Misal : ngaku ruh Ali kwh, iraha urang terang yen eta ruh teh enya ruh Ali? Kapan urang mah teu apal dirupa-rupana acan..
      Jadi muskilah kitu mah..

      • assalamu alaikum….kahatur pangersa aang,hapunten sateuacan na pribados bade sakedik ngawaler pami katampi,sanaos tebih kana leres,mung ieu mah sakadar di ajar atanapi nyobi2 ngungkap wawasan anu kengeng ku pangalaman abdi dina ngalalakon ..perkara ruh mah parantos kaunggel dina kitabulloh alqur’an surat al kahfi pami teu lepat mah,,didinya di carioskeun yen nalika baginda rosululloh saw di taros ku sahabat perkawis ruh,maka dina waktos eta baginda rosululloh saw ngajanjikn yen eta jawaban teh bakal di ungkap enjing,tah kukituna dina ayat salajengna alloh negur baginda rosulullohsaw ku kalimat lisan anu nganyatakeun yen “NAHA ANJEUN BET NGAJANJIKEN JAWABAN KA MRANEHNA,SEDENGKEUN ALLOH NYALIRA TEU ACAN MASIHAN WAHYU TTG ETA,”.tah ku margi kitu baginda rosulullohsaw nyarios ka alloh yen anjeune ngaraos dosa,sareng anjeuna nyuhunkeun ka alloh kedah kumaha,tah kukituna alloh swt nyangemkeun yen baginda rosulullohsaw kedah nyebatkn insya alloh saupami bade janji.namung dina eta ayat kaunggel sakedik ttg keterangan elmu ttg ruh,nyaeta anging sakedik saur alloh,mangga di telaah deui catatan abdi nu seueur lepat na ,sareng mugia di hampura ku alloh khususna…….wasalam.

      • punten abi ngiringan cumarios ngomentar anu di cariskeun ku abu jibril nembe.
        pami teu leupat nalika rosulullah kenging teguran tigusti ALLAH mah sanes perkawis ruh tapi perkawis jalmi2 nu di leubeut guha (ashabul kahfi manga aos serat alkahfi) CARIOSNA rosulullah kasumpingan orang kristen+yahudi anu bade nyobi kana pengetahuan+kenabiana kangjeung nabi dina perkawis jalmi2 anu di na jero guha margi dina waktos harita yahudi+kristen berbeda pendapat ngenaan carita eta (teu benten panginteun sapertos urang ayeuna perkawis kian santang nu seeur versina), nya naroskeun ka kangjeung nabi ku kangjeung nabi di satujuan saurna enjing, margi nabi nyangki wahyu bakal dongkap ka nabi. wahyu di antos2 teu aya wae tos sababaraha dinteun anu ahirna kangjeung nabi resah margi di laledek ku yahudi+kristen, nya ahirna mah wahyu mengenai ashabul kahfi lungsur bari negur kangjeung nabi teu nyebat insya allah. (berdasarkeun asbabunnujul/sabab musababna lungsurna ayat2 alqur’an).
        upami perkawi ruh oge kantos nabi di taros nabi ngawaleur bahwa ruh itu urusan tuhanku manusia tidak di beri pengetahuan melainkan sedikit mengenai ruh.
        dina hadis oge bahwa ruh itu adalah pasukan yg bersap sap ( berbaris)
        punteun bilih leupat da rumaos teu kantos nyantri

  57. Ass.wr.wb ibu sy termasuk keturunan pangeran papak.

    menurut sejarah dikeluarga ibu saya
    Silsilah dari pangeran papak.:

    Pangeran papak/raden wangsa muhammad (garut) bin
    Elang Sutawijaya bin
    Kian Santang/prabu sagara/sunan rakhmat suci bin
    Prabu Siliwangi

    silisilah pangeran papak (raden wangsa muhammad (garut)mungkin sedikit yg tau
    mungkin ada yg mau merevisi atau mengetahui sejarah pangeran papak?

    wsswrwb

    • dear Kang Dimaz

      Kang gabung di Pangeran Papak Raden Wangsa Muhamad(FB), tanapi di call 022-82025260 ( Sukma Damayanti), bilih hoyong terang silsilah na mangga

  58. ALHAMDULILAH, Jaman kiwari masih aya nu heman kana sajarah sunda, komo mun dibarengan sareng berjuangna negrakkeun bebeneran lan negakkeun kaadilan pikeun umat Manusa sadaya…… Hatur Nuhun kang Kang Asep sareng para dulur…

  59. Pemaparan dan tulisan and mengenai pangeran cakrbuana, syekh syarief sangat bagus dan cukup komprehensif, namun bila ingin pengayaan dan telaah dengan perspektif dan nuansa yang lebih lengkap dan lebih akurat, saya memiliki telaah dengan perspektif yang lebih jernih, jujur, kritis. sangat berbeda dengan cara pandang dari mazhab sejarah yang terlanjur umum dipercaya. Saya adalah salah satu cucu syekh syarief sunan gunung jati yang terpanggil untuk memproporsikan penulisan sejarah beliau, jika tertarik kita bisa diskusikan

  60. Terimakasih,sy belum sempat baca semua artikel sejarahnya,tapi sy sgt tertarik bahwa para leluhur kita itu dahulu memiliki jiwa membangun dan mengembangkan negeri ini.

  61. hoyong naroskeun, saha wae nu terang.
    Saha ari dalem janggala, dalem kabuyutan, dalem Istri, Dalem Waru,dalem tenjolaya,dalem Kanduruan, Kiayi Jaga Sakti, Raden Patih, Ki Panji wulung anu ayana di lebur desa Janggala, Kec. Cidolog Kab. ciamis.

  62. ada yg punya info ttg Eyang Prabu Guru Aji Putih…Nyi Mas Bungsu…Ki Mas Manggala…Panji Rangga Wulung….terima kasih sebelumnya…

  63. asslm.
    nepangkeun ana rahman habsyi, bade tumaros dupi, silsilah ti jalur umi ana nyaeta mantenna teh kapungkur nu disebat Mama Tambak Sari nu mana gaduh putra nyaeta Nyaina Ejot nu nikah ka mama ajengan Cikaruk( Haji Ahmad lajeng gaduh putra nyaeta eyang naib, eyang kalifah, haji marjuk, haji ijra’i) Rayi mama ajengan sadang nyaeta Haji Yusuf ( makam ibu curug/ di pameutingan leles garut ) nu kasohor pasantrenna tilem, teras incu buyutna anu aya di sadaya daerah garut, nyaeta Ceng iip pasantren sadang, Ceng ade( pasantren sadang lebak, Mama ajengan Balong,mama ajengan keresek.dupi aya nu uninga Nyuhunkeun rurundayannana ka luhur sareng kahandap…
    syukron katsir ( Rahmansyah Alhabsyi )

  64. Assalamualaikum wr.wb
    Alhamdulillah sy bersyukur terlahir beragama islam.salawat&salam terutama untuk MUHAMAD Rasulullah SAW.karna ujung2nya.dialah yg paling berjasa atas sy,atas penyebaran agama islam diindonesia,seluruh dunia,untuk semua hamba&mahluk ALLOH.
    mudah2an kita bersama menjadi hamba Alloh&pengikut setia ajaran Rosul&menjadi orang2 yg mendapatkan syafaatnya.
    ada beberapa hal yg ingin sy tanyakan kang asep :
    1. siapakah anak dari Syarif hidayatullah?
    2. siapa cucu&ada berapa generasi setelahnya yg kang asep ketahui&miliki datanya.
    Sebelumnya sy ucapkan terimakasih&mudah2an apa yg kita bahas&ikhtiar kita mencari data dibalas Allah sbg pahala ibadah.amin.dan mudah2an data yg didapat menambah hidayah,keimanan&ketakwaan kita kepada Alloh SWT.

  65. Di wilayah yang bernama seloka domas adalah negeri yang sangat makmur manusia-manusianya tidak ada yang bermusuhan satu sama lain dan tidak ada penjahatnya semua jujur dan kehidupan mereka dengan cara bertani dan mempunyai tingkat ilmu yang sangat tinggi dan negeri itu sampai sekarang masih jadi misteri dan dibangun oleh para raja-raja terdahulu

  66. Pada kaman Kerajaan Galuh Ada seorang prabu ( Pangeran Boros ngora ) yang memperdalam keislaman di Mekah pada tahun +/- 550 – 600 M dan Orang yang pertama masuk ( memperdalam ) Islam dari tatar Nusantara , kalau ditilik dari tahunnya sejaman dengan sayidina ali , apakah dia orang yang di sebut kean santang ? Hanya tuhan yang tau

    Wass.

    • ah punten ieu mah rada ngaco. dina tahun 500-600 m galuh teu acan aya margi galuh pendirina wretikendayun putrana kandiawan binn suraliman bin manik maya. manik maya raja kendan anu pertama ( kendan kerajaan antara nagreg sareng garut dina tahun 550 m)
      mangga aos sejarah sunda wangsa kerta tentang silsilah raja raja pasundan

  67. Prabu Siliwangi memiliki 5 nama: Panimbang Rasa, Munding Wangi, Jaya Lalana, Munding Kencana.
    Kian Santang Gagak Lumayung (Bambang Jaya Segara/Sunan Rohmat) adalah anak dari istri yg bernama Dewi Ambarsari. Kian Santang punya anak Pangeran Danaraja dan Pangeran Papak. Pangeran Papak mempunyai mantu bernama P. Santri/Wirawangsa Goparana, punya anak bernama Wiratanudatar, punya anak bernama Surya Sembada, Surya Cipta Langlang buana, Surya Kencana.
    Walangsungsang (Cakrabuana) dan Lara Santang (Siti Syarifah Fatimah al Muda’im-istri Khalifah Abdullah mesir) adalah anak dari istri yg bernama Subang Larang.
    Istri Siliwangi yg bernama Dewi Madrim punya anak bernama Aditya Pramudita, Jaya Ludira, Sucitra, Hanum Sarinten-istri Prabu Wangsakerta Brahma Kumbara di Gelok.
    Begawan Kesarpa/ Astagina punya anaak Dewi Tunjung Biru-istri Siliwangi yg menurunkan Prabu Sanggabuana, Bambang Jaya Perkosa, Bambang Jaya Sakti dan Mantili Wangsakerti.

  68. saya termasuk org yang awam IT br skrng bs baca ini tulisan pada dasarnya tulisan ini pernah sy tau dan sy persepsikan dgn sy punya buku ada kesamaannya,memang sy kehilangan sosok R.Jaya Segara sebagai anak bungsu Prabu Silihwangi dg Ibu R, Subang Larang.terakhir sy tau beliau muncul dgn nama Kian/Kiyai Santang dgn segala cerita sampai mitosnya. Memang dlm Mitos bgt menyedihkan kisah Kian Santang mengejar_ngejar Prabu SilihWangi (Prabu Jaya Dewata) untuk mengislamkan Beliau, sbg anak terhadap org tua dlm mitos bgt gigih nya smp terjadi pengejaran seolah pemaksaan,apa benar begitu?. Tentunya dgn mendpt cerita seperti itu bgmn Kian Santang yg skrng berada didunia lain akan meluruskan cerita “yg keterlaluan” itu?.
    Inilah tugas kita sbg keturunan tatar Sunda mensikapi , cerita orang tua/sepuh kita yg juga “katanya” didpt dari orang tua/leluhurnya, itu “katanya” sangat bahaya dan menyesatkan kita apabila tidak kita simaki dan kaji serta menapaki tilas utk pembuktiannya., Apkah cerita/sejarah tokoh “Utama” yg tergaung ditataran Sunda sdh kita ketahui dimana “Makom” beliau?, contoh pengganti Prabu SilihWangi yaitu Pr. Surawisesa atau bahkan Pr.SilihWangi sekalipun dimana? ,Ibu Hj.Sarifah Muda’im ada dimana?
    Apa agama yg dianut Pr.Surawisesa? beliau hidup sejaman dengan Syech Maulana Hasanuddin dan Syech Maulana Yusuf , Sy sepaham dgn tulisan Wangsa Suramenggala bhw skrng manusia cuma bisa “ngadangu” ngadele,Nganyarakahan”. Sebab situs/makom sesepuh skrg ini banyak yg tergusur oleh ketamakan manusia yg edan harta ngagunakan Tahta dan Kuasa,sdh tidak memperdulikan apakah “sepuh”/”makaom”/”Situs” ada disitu, hanya nilai komersil dan keuntungan yg ada di hati mereka (yg tertutup) lokasi trsb dibabat habis, hilanglah jejak2 sejarah leluhur kita akibat itu. Juga kepada Sdr. P. Wirasuta Gerbang II (salam kenal) sy sedih wkt sy ke Cirebon melihat kondisi Kesepuhan dan Kanoman apalagi areal sekelilingnya,sy tdk bs smpkan disini, hanya saja sy sngt prihatin,mdh2an Pangeran mengerti apa mksd sy ini…
    Buat DIMAZ nu katurunan P. Pakpak aya piwartos ti carita di Bjg Gede=Bogor pun istrina P.Pakpak nyaeta Ibu Maemunah nu kasebut Ibu Ratu Anti (aya makamna) tos terng can? amung teu acan linggih atuh ka Bojong Gede, mdh2an jantennyambung picarita jeng tali silahturaohmi.
    Mohon maaf apabila ada tulisn sy yg tidak berkenan.

    • punten mitos nu nyarioskeun prabu Siliwangi di udag2 ku kian santang eta mah teu leres da Sri Baduga Maharaja mah tos lebet islam.

  69. hatur nuhun…smoga bermanfaat…

  70. Assalamu alaikum ww.
    Bismillahirrohmanirrohim.Puji sinareng syukur kA Gusti Allah swt,nu tos maparin mang pirang – pirang nikmat khususna ni’mat Iman sareng Islam ‘ mugi salawat salam tercurah kajunjungan urang sadaya Kanjeng Nabi Muhammad Rasulullah saw , katut keluargina, para sahabatna, para pengikutna sareng kangge urang sadaya amin. Hatur nuhun ka Bpk Asep Ahmad Hidayat sareng ka Bpk Erwin Rudiyanto nu tos namihan wawasan informasina. Khusus pikeun urang tatar sunda,sasarengan rutinkeun pangdu’a pikeun luluhur sareng sesepuh urangsadaya, mugi amalbakti sareng perjuangan para Auliya para sepuh urang kenging ganjaran anu sae ti Allah swt.Anu langkung penting; geura iket duduluran , sami – sami teraskeun perjuangan para sepuh urang anu sakitu agungna dina nangtungkeun Islam, ulah agul kupayung butut. Komo ngabandungan generasi sunda kiwari tos hampir poho kana purwadaksi sareng jati diri sunda.Tambihan ti kuring sakedik ; Ama Prabu Muslim sejati tos Ibadah Haji. wassalam.

  71. kita semua satu keturunan yang memang mesti bersatu untuk damai sepanjang masa jangan sampai terpecah belah ,yang disebabkan oleh perbedaan pendapat,agama dan kemampuan masing-masing,yang itu semua adalah hak yang di berikan oleh sang penciptanya,tapi saya berharap itu semua takan mungkin terjadi dan marilah kita bersatu untuk negri tercinta ini agar kita semua sejahtra dan bisa tanang dalam menjalankan ibadah dengan keyakinan masing-masing. salam sejahtra selalu.

  72. hatur nuhun informasina,tapi saleresna prabu siliwangi eta teh ngaran dinasti atanapi ngaran rajana.

  73. Salam.

    Hatur punten neda bantosan saperkawis Pangeran Arief Muhammad dina hubungannana nyebarkeun agama Islam di Tatar Sunda, utamina di Garut.

    Numutkeun saur nu kapendak ti kuncen Cagar Budaya Candi Cangkuang, Pangeran Arief Muhammad teh kawitna ti Mataram bade ngarurug Jayakarta/Batavia, mung kumargi kawon antukna teu wantun mulih ka Mataram nya lajeng nyebarkeun agama Islam di Tatar Sunda.

    Hatur nuhun upami waleran panjangna dikintun ka email sim kuring.

    Wassalam.

  74. mau cari info nih, apa benar ada silsilahnya mengenai nama yang baru diketahui masyarakat disini, yaitu Surya Kencana Gading Syarif Hidayatullah Fatahillah (kalau tidak salah ingatan saya)

  75. saya mungkin orang baru yang mengikuti sejarah tentang penyebaran islam ditanah sunda,,,
    tapi menurut cerita dari aki saya,kalo prabu kian santang telah
    menyepikan diri kedalam sebuah gua yang berada dihutan santang,yang mungkin saat nie belum benar” terjawab bagi saya adalah sang prabu meng’gaib dan berubah sosoknya menjadi macan putih!
    itu menurut cerita aki saya,,,tapi kebenaran yang sesungguhnya sampai saat ini belum dapat saya temukan.
    disamping itu beliau katanya mempunyai sebuah benda pusaka yang dinamakan dengan golok bungkuk kehebatan benda pusaka ini bisa menanggulangi banjir jika golok ini ditancapkan ketanah.

  76. salam buat semuaa

  77. aslamuakum punten ngiring ngariung ,hatur nuhun pisan ah janten ayapencerahan kanggo sejarah sundaieu salam kenal bae ti abdi kasadayana,waslam

  78. Tumaros pami prabu taji malela oge namina prabu cakrbuana menurut sejarah cikal bakal karajaan sumedang larang nyaeta tembong agung

  79. punten bade tumaros. ari rajamandala teh saha?

  80. Punteun perkawis Prabu Kiansantang dina sajarah nu di tampi ku simkuring Prabu jaya Dewata teu kagungan putra Kiansantang ,diantara putara Prabu jaya dewata nya eta ti Putri Kentring manik mayang sunda nya eta 1. Prabu Munding layadikusuma 2.Dewi Arum Kusuma Ti Dewi Amatkasih nya eta Dewi Rambut kasih Ti Dewi Subang larang nya eta 1 Walang sungsang(P Cakrabuana) 2.Dewi Rara santang 3.Pangeran Jaya sangara.
    Perkawis Prabu Kiansantang nya eta Prabu Hariang Wastu kencana /Niskala wastu kencana /Boros ngora /syeh Ali anu makomna di situs Panjalu Ciamis petra dari Prabu Wangi (Prabu Lingga Buana yang gugur di Bubat)anu marentah galuh dina Abad ka 13M anu teupatna dina 1371Ms/d 1475M menggantikan pamannya waktu itu Prabu Buni Sora Suradipati ,pada sa’at Ramana gugur di bubat prabu Kiansantang masih usia 5th tampuk keraja’an di gentos kunu jadi pamanna nya eta Prabu Buni Sora Suradipati,janteun geular Silih Wangi nu pertama nya eta Prabu kiansantang (silih ngandung harti gaganti ,Wangi eta Prabu Wangi gelar nu di sandang ku Prabu Lingga Buana)dupi di urut ka Prabu Jaya Dewata eta Incu ti prabu Kiansantang(P Niskala Wastu Kencana)kagungan putra Dewa Niskala,Dewa Niskala kagungan putra Jaya Dewata……mungsakitu panginteun perkawis prabu Kiansnatang mugia sing janteun mangfa’at….Amin……

  81. Subhanallah..
    Saya salah satu pengagum Syaikh Ibnu Athoillah. Saya baru tau kalo SGD juga murid beliau. Kalo ada yg benci tasawuf, berarti benci juga tuh ama para ulama seperti SGD. Bahkan para imam yg empat juga merupakan guru tasawuf. Tasawuf itu cuma istilah. Jangan disalah artikan hingga Anda membencinya tanpa ilmu. Tasawuf itu ilmu ihsan. Baca aja kitab al-Hikam, maka Anda akan lihat bagaimana beliau mengajarkan kita utk menata hati dan akhlaq kita.

  82. hatur nuhun pisan…
    abi salaku siswa, hoyong pisan terang sajarah sunda ti mimiti…

  83. pmi sejarah batuwangi na asa t k bahas ny?

  84. Alhmadulillah sim kuring ngaraos bangga ku ayana pemahaman sejarah ieu, sakedikna sim kuring terang ti luhur dugi kahandapna..saha – saha nujanteun karuhun simkuring.
    salam baktos
    kasadayana
    Nuhun Wass….

  85. allah hu akbar . abdi bangga jd urang sunda wsalam maulana yusuf ti..SUMEDANG TANDANG NYANDANG KAHAYANG

  86. YA ALLAH ABDI BANGGA JD URANG SUNDA SEUEUR GEUNING SAJARAH NA. ABDI OGE TI SUMEDANG LARANG TANDANG NYANDANG KAHAYANG

  87. Assalamu’alaikum,punteun manawi gaduh sejarah perkawis ngawitannana kota raja galuh di daerah majalengka,hatur nuhun sateuacanna sim kuring salah sawios turunan asli ti daerah raja galuh.Ws Wr Wb

  88. yg saya tau kian santang itu cucu dari prabu siliwangi dan anak dari syekh syarif hidayatullah yg memang memiliki saudara bernama rara santang..
    sebelum prabu siliwangi masuk islam ia pergi kemekah bersama rara santang atas dasar perintah sang ayah syekh syarif hidayatullah untuk mendalami tentang pemahaman islam itu sepertia apa.. sampai akhirnya mereka kembali dan diperintahkan bertemu dengan sang kakek untuk mengislamkan beliau..
    ketika prabu siliwangi mengetahui islam lebih dalam,, banyak rahasia islam yang ia ketahui dari kian santang dan rara santang sampai akhirnya prabu siliwangi meninggal tanpa meninggalkan jasad…

    saya pernah bertemu dengan mereka dan berdialog secara langsung

  89. as’salam muala’kum wr wb
    abdi urang sunda anu insyaaloh ngajungjung kana pangharepan seupeuh, kumargi dugi kaayeuna abdi teu acan tiasa muka kana diri, sedeungkeun seupeuh2 kapungkur dugi ka terang kana dirina, pantes aranjeunna jumeuneung dugi ka dipihormat ku bala rea, heunteu kawas abdi anu masih di ajar, kedah ka saha atuh abdi kedah di ajar???

  90. ass. wr. wb.
    punteun sateuacana,,,,

    saya dapet cerita dari buyut saya,,,
    penyebar agama islam di nusantara pertama kali oleh Prabu Siliwangi,,,
    yg konon katanya bertemu khalifah ali bin abu thalib di tanah suci….

    dan nama2 di atas seperti cakrabuana, paletehan, walangsungsang, dan syarif hidayatullah adalah satu orang yaitu prabu kian santang,,,,

    karena prabu kian santang konon kabur dari kerajaan padjadjaran karena beliau bermimpi bertemu rasulullah SAW untuk memperdalam ilmu islamnya bersama adiknya prabu lara santang, maka dr pada itu meraka berdua di cari oleh prabu siliwangi oleh para mahapatihnya salah satu patih yg mencarinya yaitu sisinga mangaraja,,,

    oleh sebab itu prabu kian santang memiliki banyak nama,,,,

    dan ilmunya prabu kian santang di “godok” lagi oleh pamannya di puncak gunung merapi,,,,

    maaf jika salah,,,hanya memberi perbandingan..
    mohon komentar…
    wasalam.

    • Ass.wr.wb.P.Walangsungsang – Nyi Mas Rarasantang – P.Kian Santang,Ari ulama anu kantos tepang srg P.Kian Santang teh anu dimaksad sanes Sahabat jeng Nabi khulafatur rasyiddin anu jenengan Imam Saidina Ali bin Abi Thalib k.w,nanging nu jnengan Syekh Ali ti generasi para Tabi’it Tabi’in,sabada genrsi Tabi’it srg gnrsi pr,Sahabat.

  91. Sejarah dari dua penulis aja, udah bikin lieurr…coba baca neeh Syeh Nuruljati.

    PENULIS I
    “”Yang patut dicatat dan direnungi, penguasa pelabuhan Cirebon masa itu begitu menghormati tokoh agama Islam yang mendirikan pesantren di sekitar pelabuhan meski ia sendiri bukan pemeluk Islam. Maka tokoh agama dan seorang kiai asal Mekah yang bernama Syekh Datuk Kahpi atau Syekh Idhofi juga disebut Syekh Nuruljati, membalas penghormatan penguasa pedukuhan itu dengan membantu pembangunan pedukuhan Cirebon,

    PENULIS KE II
    Pondok Quro yang didirikan oleh Syeikh Hasanuddin tersebut merupakan lembaga pendidikan Islam (pesantren) pertama di tanah Pasundan. Kemudian setelah itu muncul pondok pesantren di Amparan Jati daerah Gunung Jati (Syeikh Nurul Jati). Setelah Syeikh Nurul Jati meninggal dunia, pondok pesantren Amparan Jati dipimpin oleh Syeikh Datuk Kahfi atau Syeikh Idhopi,

    • PUNTEN AH ISLAM LEBET KA TANAH SUNDA MAH TEU NGANGGE PASANTREN2AN SAGALA AKANG,NU PERTAMA DI PUPUKNA NYAETA IMANA,TAUHIDNA, PASANTRENMAH TOS KADIEUNAKEUN ATUH,HMMMMM

      • satuju kang…. tong ku akal atuh ngukurna tapi ku iman jeung elmu…kade urang ulah kapangurahan ku sejarah anu di puet balikeun ke walanda jeung walanda hideung….. mun hayang apa saha ari prabu kiansantang teangan elmuna insya allah bakal kapanggih sejarah anu sabenerna………… urang kedah ati…. kana politik walanda hideung……..

      • assalamu alaikum….kahatur sepuh,,hapunten sateuacan na,abdi bade sakedik ngoment kana nu ka unggel di luhur,nyaeta,:anu jigana anu disebat pasantren teh didieu nyaeta hiji nami anu di tuangkeun kana hiji tempat taerkhusus tempat pangajaran agama islam,mung jiga namah dina perkawis tempatna meureun pedah ageung.janten meureun kapungkur teh anu tos aya zaman na ttg pengajaran agamaislam pasti aya nu sifat na ngangge tempat ali atanapi ageung ,anu di sesuaikeun sareng jumlah santri atau murid tertentu,sareng meureun ku langkung ningkat na zaman moderen didinya perkembangan bahasa oge semakin luas,atuh kukituna ari “PASANTREN”mah mung saukur bahasa…..wasalam.

  92. Hatur nuhun pangersa sadayana,gening sakitu aheng na sejarah islam d tatar sunda teh,panginten aya nu tiasa ngawaler ieu pitaroseun?ari muhammad teh haq saha?nuhun .punten sakedik teu nyambung,bubuhn weh, nuju keur “euweuh”.

  93. ari kerajaan sindangkasih aya kiu di majalengka saterang na abi mun teu lepat mah,aya oge kerajaan di sanghiang talaga sanes kitu….??

  94. nyuhunkeun silsilahna/keturunan pangeran cakra buana ti istri – istrina, haturnuhun….

  95. hahahaha bagusz kokkkkkkkkkkkkkkkk………………………

  96. punten… bade naroskeun… upami pangeran cakrabuana gaduh putra saha bae? sareng ti istri saha bae? sadayana sabaraha? hatur nuhun…

  97. Terjemahan bebas Uga Wangsit Siliwangi.
    Oleh: Ki Warok Suromenggolo

    sumber : http://www.facebook.com/note.php?note_id=134111913306532

    sepenggal isinya, beliau prabu siliwangi berpesan :
    “Semenjak hari ini, Pajajaran hilang dari alam nyata. Hilang kotanya, hilang negaranya. Pajajaran tidak akan meninggalkan jejak, selain nama untuk mereka yang berusaha menelusuri. Sebab bukti yang ada akan banyak yang menolak! Tapi suatu saat akan ada yang mencoba, supaya yang hilang bisa ditemukan kembali. Bisa saja, hanya menelusurinya harus memakai dasar. Tapi yang menelusurinya banyak yang sok pintar dan sombong. dan bahkan berlebihan kalau bicara.”

    diharapkan jangan mengada-ada sejarah yang bukan buktinya, atau menambahkan, atau mengurangi, atau perkiraan, atau pengusutan, atau kesombongan akan adanya bukti, atau kesombongan dari analisa dan hipotesa mashur.
    Yang akan mengetahui adalah mereka yang hak.

    jika tulisan diatas bukan yang sebenarnya, berarti anda sudah menyesatkan dan membelokkan sejarah.

    mohon maaf…

  98. punteun bade tumaros ari sililsilah ti sembah dalem wira suta sahawae nya hatur nuhun..

  99. cerita tentang sarif hidayat ngaco klo dia d cirebon ama pamanya brt nama kakekna prabu siliwangi dunk tpy d stu slh brt.

  100. punten pisan akang bade ngiring tumaros ari sajarah na ki GEDE MEGU ti kabupaten cirebon kumaha …….

  101. Nuhun Kang Asep, artikel nu kacida pentingna …

  102. Assalamualaikum Wr.Wb….

    sampurasun…..
    Hapunten anu kasuhun simkuring neda, manawi aya babad anu patali sareng Mundinglaya,Sunan Ciburang dugi ka Dalem Aria Wiratanudatar ( Eyang Jayasasana ) margi anjena masih tokoh anu nyebarkeun Islam di tatar sunda…haturnuhun..

  103. aji putih ada di ci bugel
    makamnya

  104. sampurasun…. nyanggakeun salam kawilujengan kanggo sawargi papada urg pasaundan
    simkuring bade tumaros,ari eyang kiansantang kumaha sejarahna bet nyandang jenengan kiansantang?????
    ari kiansantangteh gelar, siliwangi sami gelar, bentena kansantangmah gelar anu hanteu di wariskeun,upami siliwangi gelar anu diwariskeun,nya eta kasadaya pamimpin atanapi raja ditatar sunda,perkawis carios kiansantang ngudag2siliwangi,saur saha etateh????ari bade nalungtik sejarah eyang kiansantang teu kedah ngalibatkeun babad cirebon,da tos teu murni sunda etamah atuh luuuurrrr….perkawis kiansantang pendak sareng sayidina aliy etateh leres pisan,kiansantangteh ayana harita jaman dinasti tang,mangga tinggal eta tahun sabaraha, kiansantang pendak sareng rosul saw eta ge leres,tah upami kiansantang paman na sunan gunung jati<siliwangi adalah kiansantang
    kiansantang adalah gelar yg tidak diwariskan
    siliwangi adalah gelar yg di wariskan
    perkawis kiansantang bade munjungan ka rama na leres pisan,ramana teh raja mung teu acan nyandang gelar siliwangi,
    tah saparantos carita eta maka kiansantang ngawariskeun gelar siliwangi ka sadaya raja2sunda, tah tapi ku rakyat carita eta didamel pabeulit,saolah2kiansantang ngudag2 ramana nyaeta anu jenenganana siliwangi, padahal sanes kitu,da rakyat oge rakyat numana atuwh,seu'eur campur tangan dengeun2,jd intina,carita siliwangi seu'eur persina, di sakabeh tatar sunda pst aya siliwangi,da eta gelar warisan,jeung sadayana leres da dijamanna masing2 jeung dilemburna masing2, mung upami sejarah kian santang ngan aya hiji,cuma di bulat beulit kujalmi nu teu tanggel waler,,,,
    kahatur mugia kabuka soca sawargi anu resep kana sejarah sunda,hususna ka para urg sunda anu sajati,,, wasalammmm

  105. TAH UPAMI KIANSANTANG PAMANNA SUNAN GUNG JATI ETA WADUULLL,,,,,,AYA GE PAMANNAMAH WALGSUNGSANG RARASANTANG SARENG NU SANESNA DEUI DA AYA SALAPAN PUTERA PUTERI SRIBADUGA MAH,SUNAN GUNUNG JATI MAH ABAD KA 14<UPAMI KIANSANTANG ABAD KA 6,SARENG EYANG KIANSANTANGMAH PUTERA TUNGGAL

  106. HAPUNTEN AH,NAHA BET KAPOTONG KINTUNAN SIMKURING NU KAHIJI????????

  107. Ukur nambihan sakedik:
    Prabu Siliwangi (Silih Wangi) nya eta nami atanapi gelar kanggo raja nu marentah di sakuliah Pajajaran. Janten, sadaya raja di Sunda mah disebatna Prabu Siliwangi wae, teu disebat jenengan aslina. Hal ieu patali jeung kabiasan karuhun urang saling silih ku wawangi. Suksesi/ gentosna kakawasaan ti hiji raja ka raja nu saterasna teh estu kalayan lantip, teu ku jalan kudeta atanapi uru-ara.

    Ka akang nu ngadamel web ieu, hatur nuhun pisan. Mugia tiasa ngabeungharkeun hate urang sarerea. Oge ngajawab sabagean kapanasaran urang, ngeunaan karuhu urang Sunda.

    FYI, aya hal nu pantes diemutan oge yen diagemna Islam ku penduduk tatar Sunda teh estu ku jalan damey. Teu ku kekerasaan atanapi paksaan. Tanwande ieu teh patula-patali jeung ageman karuhun urang nu tos monoteis.

  108. KNP SYEH JAFAR SIDIQ ATAU MBAH WALI yg maqamnya di gunung haruman garut ga ad publikasinya krn masih turunan MBAH SUCI garut

  109. tentang keberadaan kyan santang.. saya sungguh meyakini adanya beliau, karena hingga saat ini gaib (karomah ilmu) beliau masih sering kami hadirkan untuk membantu penyembuhan sihir2.melalui jalan mediasi gaib.
    menurut penelusuran kami makam beliau berada di perbukitan di semarang.
    syukron,

    wong demak.

  110. mf numpang berteduh sambil tanya2…. heheee… klo PRABU SILIWANGI NAMA ASLINYA SIAPA.. .. kebanyakan orang yg tau namanya PAMANAH RASA… tp mnurut saya itu jg termasuk GELAR…. BUKAN NAMA ASLI… jadi nama ASLI dari LAHIR… SIAPA YA…???

    • Prabu Siliwangi bukan nama sebenarnya, prabu siliwangi nama aslinya Prabu Sedah Renggana yang menikahi Dewi Subang larang yang melahirkan Prabu Kian Santang dan Putri Kian Santang. Wallohu a’lam Bishowab

  111. Muga2 iyeu sajarah tapak lacak karuhun sing tiasa dijantenkeun laku lampah hade kangge dadasar urang hirup di dunya.

  112. Hatur nuhun

  113. sok ah … pengetahuan sajarah tos lengkap sareng palinter. ayeuna hayu urang prak migawe .. eusi tina cariosan ieu. islam disebarkeun ka tatar sunda supados di jadikan padoman hirup urang, sanes ngan wungkul didongengkeun. palaku sajarah islam tos nyontoan ka urang. hayu urang ge urang ngadamel sajarah baru, bukti cinta urang kanu maha kawasa. urang korbankeun harta jeung nyawa baris ikhlas karna Allah SWT, urang jadikeun conto eta sajarah anu kacida saena. jadilah pejuang2 islam yang gagah berani .. akang2, ayi2, bapak2, ibu2 … siga aranjeuna. mudah2an pangatahuan sanes wungkul pangatahuan, tapi elmu anu baris ngarubah kana sikap hirup urang sangkan tauhid jeung amal sholeh urang mangkin sae ka Allah SWT. wallohu ‘alam.

  114. prak ah … geura pigawe … ulah diobrolkeun wungkul …

    • Leres pangersa..sajarah pieuntengeun urang..kantun urang neraskeun tapak lacak sepuh nu sakit seungit na ku akhlak perilaku nu nyandak kamaslahatan kngg urang sdy. pngntn mksd pangersa tong ukur cariosa n wungkul. Sajarah kedah ngacu kana aya na ciri,bukti,saksi..

  115. Sebelumnya saya haturkan trimakasih yang sebesar2 nya pada saudara semua, dengan artikel ini saya dapat mengetahui sejarah leluhur saya yang sangat hebat. saya sendiri sebagai keturunan nya tidak mengetahui siapa bagai mana sebenarnya karakter dan tindak tanduk leluhur saya, bisa dibilang saya sudah merusak trah keturunan, karena sampai saat ini saya hanya mengetahui kalau saya keturunan dari tokoh2 besar ini. saya akan simpan artikel ini untuk anak cucu saya nanti. trimakasih

  116. Asalammu alaikum Wr.Wb, Saya bade Naroskeun, Di kampung Abditeh Aya Maqam kasepuhan Anu dinamian Mbah Buyut Atun, ari iyeu teh maqam Kuruhun Nu keur kapunggkur di caritakeun ku nubejana teh Pejuang kenah Keur jaman jepang Tea , Ke bili bisi Jalmi penjuang Pambela pajuang Islam, ats cariosan kasepuhan kasepuhan nuaya di kampung Kiara 1 Rt.03/03 Desa Pabuaran kecamatan kemang , cobi sugan kin bisi aya Nureangeun deui prasajarah eta teh, Cobi abdi nyuhunkeun pangjelaskeun ti para kasepuhan nu ahlina sajarah dimana bae ayana?
    hatur nuhun Wasalammu alaikum Wr. WB

  117. Ikut menyimak, dengan seriuzzz…
    Terimakasih bapak Asep Ahmad Hidayat dan semua rekan yg ikut berikan sumbang informasi yang sangat sangat berharga ini….!!!
    Wass Wr Wb.

  118. sebuah sejarah yg mangpaat bagi ku

  119. saya rasa anda harus banyak lagi membaca buku, agar referensinya akurat..
    bnyak pertentangan yg saya baca

  120. ada yg tau tentang ras sastraatmaja?

  121. ada yg tau tentang ras sastraatmaja dan siapa eyang cikadu? tks

  122. Subhanalloh islam adalah agama Alloh yang melindungi ummmatnya dengan keajaiban kekuatan illahiyah

  123. Asslm..punteun dulur2 sadayana..ha ha ha…bingah amarwata suta jang ha ha ha..muji sukuar kanu agung sareng ka rosulna panutan sadayana muhammad saw.gening masih seer keneh anu hoyong nyukcruk galur katurunan.mugi di hapunteun sate acana sim kuring nitif tulisan ha ha ha…sadayana anu aya di luhur kabeh bener cek masing2na ku pamanggihna masing2,mun loba nananyaken kabatur komo bari barareda faham mantak jangar ha ha ha.upami hoyong terang sajarah siliwangi jeng turunanana secara logika pamohalan ka timu jang ha ha ha.kedah apal heula naon ari siliwangi nu sabenerna,saha jeng dimana ayana ha ha ha.punteun sanes koret ku kanyaho di cariosken ge percuma ari ngan saukur bahan perbandingan mah nu aya malah tambah lieur ha ha ha.
    cek kolot tea mah nyaho benget teh ulah cek batur tapi kudu cek
    sorangan…yakin ken kudiri nyataken ku soca heseeee..
    sakli deu hapunteun nu kasuhun hampura tina sagalana ha ha ha
    sing kaparanggih jeng siliwangi na nya ha ha ha….
    Salam ka sadayana.
    JAYA UARANG SUNDA
    BAGJA TURUNAN SUNDA
    WASSALAM (PURWAKARTA)

  124. ass
    saya mau tanya syekh Maulana hasan berasal dari mana ya ?
    hatur nuhun

  125. Simkuring ngahaturkeun nuhun, kanu tos nyerat ieu tulisan. Janten nambih elmu pangaweruh

  126. assalamuallaikum hatur nuhun jantn nambih2 ilmu

  127. ass. mohon petunjuk kitab “Latoiful Asrorr Liahlilahil Atyar” bisa didapatkan di mana?. wslm

  128. aduuh lieur ning

  129. assllmkm sim abdi tea bumi abdi caket makom raja galuh singaperbangsa. umy aby mugi gusti nangtayungan ka ibu rama abdi nu tos mgalahirkeun abdi mugi 4jjl ngaraksa ngariksa tina ballai jeung cocobi. mugi gusti ibu rama abdi sing d jagi ka sehatan jasmani jeung rohani guru2 abdi kh muhtaddin al hafid kh khoeru basori hasannudin kh syamsuri ktu deui orang tua ti istri abdi sing mulya papangih wilujeung kaharjan piddinni wadunya wal akhiroh amein wssllm abdi d lampung doa succes al fatihah

  130. Terima kasih buat bahan pengetahuan saya

  131. kumaha perkawis “nitis/tilem timbul” aya pendapat ti para sepuh ti karawang seuseueurna anu dibahas di artikel diluhur tadi salereesna jalmina ete-eta keneh.

  132. Ass, kepada penulis. Sy ucapkan banyak terima kasih, setelah membacanya menambah pengetahuan sy mengenai karuhun / sesepuh sunda. Walaupun ada koment mengenai perbedaan2 isi cerita, yg penting mah perjuangan para karuhun kita yg menegakkan islam jangan dilupain dan dijadikan patokan u kita berjuang menegakkan islam di jaman sekarang yg penuh tantangan.
    Btw, sy sering dengar cerita dr nenek2 saya mengenai leluhur org garut. Katanya keluarga kami msh ada keturunan dr kesultanan cirebon ( sunan gunung jati), entah itu sekedar dongeng atau benar adanya. Yg jelas ada beberapa kerabat saya yg msh memakai gelar raden di depan namanya hingga sekarang. Sedangkan uyut saya di makamnya jg msh tertulis gelar raden, makamnya daerah cigalumpit garut. u menghindari sikap sombong maka gelar itu dibuang hingga sekarang keluarga kami tdk memakai gelar itu. Apa memang msh ada cat silsilah keturunan prabu siliwangi hingga sekarang?

  133. Aduh sae pisan yeuh bahasan perkawis Islam sareng Sunda….seueur pisan pulunganeunana….hatur nuhun…

  134. ngiring nimbrung manawi katampi ku ati nu suci
    simkuring ngahaturkeun nuhun ka nu parantos rurumpaheun nyeratkeun ieu sajarah sinareng anu parantos maparin pepeling na. Sunda teh lega,lain ukur akuan urang padaratan ngampar di tataran jawa barat,pari basa aya urang jawa,sumatra,kalimantan,jrr. eta mah ukur kabedakeun ku adat jeung kabiasaan. da ji jawa barat oge teu wedeu ngajagleg adat istiadat nu barareda.
    Islam : Agama anu salamet tur nyalametkeun boh ka pribadi boh ka tatanggi tur kulawargi saur Rosul sareng seratan arab dina sekin “Laa ikroha fi aldiin” kagungan Kanjeng sinuhun Raden kian Santang eta teh teu pasalia. da nya kitu hirup kumuh tur tata cara nyebarkeun Islam. Lain ku nyarekan anu masih keneh sa ngaran sa agama oge nyalahkeun agama sejen da ti Gusti Alloh na ge urang teh teu sa sirah, tur eusi sirah barareda. nu ulah teh (meureun) nga beda-beda kantenan teureuh nu araragung tur pajoang sajati mah tangtos asak tinimbangan. urang lajengkeun natalepakeun budi parangi tur pangarti sok sanajan saalit seuweu siwi urang sunda tur baraya sa nusantara tanceubkeun Taohid anu kuat di dulur-dulur salembur baraya sadesa tur sanusantara kanggo tabah mayunan kasesah boh haliah pakasaban anu kalintang nyedek keur jalma nu rupek ku pakeun balangsak ku harta di jaman ayeuna.
    Tanjeurkeun tur sumebarkeun wawangi teu epesan,ronjatkeun usaha jeung tarekah pakasaban, raketkeun duduluran. sugan ku jaman nu kasebut jiga simalakama urang sawargi teureuh prabu sili wangi pangwaris Sunan Jati. teu unggut kalinduan teu gedag ka anginan teuneung ludeung mapag harepan nu bakal datang ku katakwaan (lain katakaburan) jeung manjangkeun babarayaan. tan wande sepu-sepuh urang bagja kumanjangan di alam aranjeunna.
    hapunten sanes nyanyahoanan ieu mah mung ajakan .

  135. kisah yang beredar umum memang Kian Santang di kalahkan dan di Islamkan lewat perantara’an Sayyidina Ali k.w, tapi kalau kita telusuri lagi masa hidup kedua tokoh tersebut akan janggal Say. Ali hidup sejaman dengan Rasulullah Muhammad kira kira pd abad 6 masehi sedanglkan Kian Santang uwa atau paman dari Sunan Gn. Jati hidup pd masa abad 14.

    Saya mengetahui kisah yang agak berbeda, saya peroleh kisah ini dari sesepuh dan spiritual Islam di Bogor tapi beliau telah berpulang ke Rahmatullah, menurut beliau Kian Santang memang seorang yg sakti mandraguna hingga tak terkalahkan singkat cerita akhirnya Kian Santang melakukan tapa brata memohon petunjuk siapa orang yang mampu mengalahkan dirinya setelah berlalu 40 hari beliau mendapat wangsit untuk pergi ke negeri baghdad dan mencari orang yang bernama Syaikh Ali Abu Said, siapakah jati diri Syaikh Ali ini ternyata beliau adalah Waliyullah beliau adalah murid dari Syaikh Abdul Qodir Jaelani. lewat tangan Syaik Ali inilah Kian Santang Masuk Islam karena seluruh Kesaktian Kian Santang tawar tidak berfungsi adalah ketika mencabut sebuah tongkat tubuh kian santang amblas terhimpit kedalam Bumi setelah 40 hari terhimpit bumi maka bersyahadatlah Kian Santang sbg tanda masuk islam sambil bercucuran air mata maka terangkat tubuh beliau dan terlepas dari himpitan bumi lalu Kian Santang Berguru kpd Syaikh Ali dan berganti nama menjadi syaikh Rohmatul Qudus. Wallahu A’lam Bishowab.

  136. Koq, cerita islamnya Kian Santang mirip dg islamnya Borosngora (maaf kalau slh eja) yg dari Panjalu Ciamis?

  137. assalammu’alaikum…mohon maa,mau menanyakan…apakah ada yg bisa memberi keterangan mengenai hubungan dari Nyi rambut kasih,syarifhidayatullah,kian santang dengan baranangsiang?haturnuhun…

  138. assalamualaikum….. mohon maaf …mau tanya… apakah ada yang bisa mmberikan secara mendetail mengenai ….pangeran pakpak ..dengan pangeran pompah dengan istri nyi mas ratu kelir ada kesamaan..

  139. GODOG adalah sebuah daerah pedesaan yang indah dan nyaman, berjarak 10 km kearah timur dari puseur dayeuh Garut. Tepatnya di Desa Lebakagung, Kecamatan Karangpawitan, Kabupaten Garut. Disana terdapat makam Prabu Kiansantang atau yang dikenal dengan sebutan Makam Godog Syeh Sunan Rohmat Suci. Hampir setiap saat banyak masyarakat yang ziarah, terlebih di bulan-bulan Maulud.

    Prabu Kiansantang atau Syeh Sunan Rohmat Suci adalah salah seorang putra keturunan raja Pajajaran, Prabu Siliwangi, dari prameswarinya yang bernama Dewi Kumala Wangi. Kian Santang lahir tahun 1315 Masehi di Pajajaran, mempunyai dua saudara, bernama Dewi Rara Santang dan Walang Sungsang.

    Pada usia 22 tahun, tepatnya tahun 1337 Masehi, Kiansantang diangkat menjadi dalem Bogor kedua yang saat itu bertepatan dengan upacara penyerahan tongkat pusaka kerajaan dan penobatan Prabu Munding Kawati, putra Sulung Prabu Susuk Tunggal, menjadi panglima besar Pajajaran. Guna mengenang peristiwa sakral penobatan dan penyerahan tongkat pusaka Pajajaran tersebut, maka ditulislah oleh Prabu Susuk Tunggal pada sebuah batu, yang dikenal sampai sekarang dengan nama Batu Tulis Bogor. Peristiwa itu merupakan kejadian paling istimewa di lingkungan Keraton Pajajaran dan dapat diketahui oleh kita semua sebagai pewaris sejarah bangsa, khususnya Jawa Barat.

    Kiansantang merupakan sinatria yang gagah perkasa. Konon tak ada yang bisa mengalahkannya. Sejak kecil sampai dewasa, yaitu berusia 33 tahun, tepatnya tahun 1348 Masehi, Kiansantang belum pernah tahu seperti apa darahnya. Dalam arti, belum ada yang menandingi kegagahannya dan kesaktiannya. Sering kali dia merenung seorang diri, memikirkan dimana ada orang gagah dan sakti yang dapat menandingi kesaktian dirinya. Akhirnya Prabu Kiansantang memohon kepada ayahnya supaya mencarikan seorang lawan yang dapat menandinginya.

    Sang ayah memanggil para ahli nujum untuk menunjukkan siapa dan dimana ada orang gagah dan sakti yang dapat menandingi Kiansantang. Namun tak seorangpun yang mampu menunjukkannya. Tiba-tiba datang seorang kakek yang memberitahu bahwa orang yang dapat menandingi kegagahan Prabu Kiansantang adalah Sayyidina Ali, yang tinggal jauh di Tanah Mekah. Sebetulnya pada waktu itu Sayyidina Ali telah wafat, namun kejadian ini dipertemukan secara gaib dengan kekuasaan Alloh Yang Maha Kuasa. Lalu , orang tua itu berkata kepada Prabu Kiansantang: “Kalau memang kau mau bertemu dengan Sayyidina Ali, kau harus melaksanakan dua syarat: Pertama, harus mujasmedi dulu di ujung kulon. Kedua, namamu harus diganti menjadi Galantrang Setra (Galantrang – Berani, Setra – Bersih/ Suci).

    etelah Prabu Kiansantang melaksanakan dua syarat tersebut, maka berangkatlah dia ke tanah Suci Mekah pada tahun 1348 Masehi. Setiba di tanah Mekah, ia bertemu dengan seorang lelaki yang disebut Sayyidina Ali, tetapi Kiansantang tidak mengetahui bahwa laki-laki itu bernama Sayyidina Ali. Prabu Kiansantang yang namanya sudah berganti menjadi Galantrang Setra menanyakan kepada laki-laki itu.

    “Kenalkah dengan orang yang namanya Sayyidina Ali?” tentu laki-­laki itu menjawab dengan jujur, mengiyakannya, bahkan ia bersedia mengantar Kian Santang. Sebelum berangkat, laki-laki itu menancapkan dulu tongkatnya ke tanah. Setelah berjalan beberapa puluh meter, Sayyidina Ali berkata, “Wahai Galantrang Setra, tongkatku ketinggalan di tempat tadi, tolong ambilkan dulu!”

    Semula Galantrang Setra tidak mau. Namun Sayyidina Ali mengatakan jika tidak mau, tentu tidak akan bertemu dengan Sayyidina Ali. Terpaksalah Galantrang Setra kembali ketempat bertemu, untuk mengambilkan tongkat. Setibanya di tempat tongkat tertancap, Galantrang Setra mencabut tongkat dengan sebelah tangan. Ternyata tongkat tidak bisa dicabut, bahkan tidak sedikitpun berubah. Sekali lagi, Kian santang berusaha mencabutnya, tetapi tongkat itu tetap tidak berubah. Ketiga kalinya, Galantrang Setra mencabut tongkat dengan sekuat tenaga dengan disertai tenaga bathin. Tetapi tongkat tetap tertancap di tanah dengan kokoh, sebaliknya kedua kaki Galantrang Setra amblas masuk ke dalam tanah, dan keluarlah darah dari tubuh Galantrang Setra.

    Sayyidina Ali mengetahui kejadian itu, maka beliaupun datang. Setelah Sayyidina Ali tiba, tongkat itu langsung dicabut sambil mengucapkan Bismillah dan dua kalimat syahadat. Tongkatpun terangkat dan bersamaan dengan itu hilang pulalah darah dari tubuh Galantrang Setra. Galantrang Setra merasa heran, kenapa darah yang keluar dari tubuh itu tiba-tiba menghilang dan kembali tubuhnya sehat. Dalam hatinya ia bertanya. “Apakah kejadian itu karena kalimah yang diucapkan oleh orang tua itu tadi?”. Kalaulah benar, kebetulan, akan kuminta ilmu kalimah itu. Tetapi laki-laki itu tidak menjawab. Alasannya, karena Galantrang Setra belum masuk Islam.

    Kemudian mereka berdua berangkat menuju Mekah. Setelah tiba di Mekah, di tengah perjalanan ada yang bertanya kepada laki-laki itu dengan sebutan Sayyidina Ali. Galantrang Setra kaget mendengar panggilan ”Ali” tersebut. Ternyata laki-laki yang baru dikenalnya tadi tiada lain adalah Sayyidina Ali.

    Setelah Kiansantang meninggalkan Mekah untuk pulang ke Tanah Jawa (Pajajaran), ia terlunta-lunta tidak tahu arah tujuan. Maka ia berpikir untuk kembali ke Mekah lagi dengan niat bulat akan menemui Sayyidina Ali, sekaligus bermaksud memeluk agama Islam. Pada tahun 1348 Masehi, Kiansantang masuk Islam. Ia bermukim selama dua puluh hari sambil mempelajari ajaran agama Islam. Kemudian dia pulang ke tanah Jawa (Pajajaran) untuk menengok ayahnya Prabu Siliwangi dan saudara-saudaranya.

    Setibanya di Pajajaran, ia bertemu dengan ayahnya. Kian Santang menceritakan pengalamannya selama bermukim di tanah Mekah serta pertemuannya dengan Sayyidina Ali. Pada akhir ceritanya, ia memberitahukan bahwa dirinya telah masuk Islam dan berniat mengajak ayahnya untuk memeluk agama Islam. Prabu Siliwangi kaget sewaktu mendengar cerita anaknya, terlebih ketika anaknya mengajak masuk agama Islam. Sang ayah tidak percaya, dan ajakannya ditolak.

    Tahun 1355 Masehi, Kiansantang berangkat kembali ke tanah Mekah. Jabatan kedaleman, untuk sementara diserahkan ke Galuh Pakuan yang pada waktu itu dalemnya dipegang oleh Prabu Anggalang. Prabu Kiansantang bermukim di tanah Mekah selama tujuh tahun dan mempelajari ajaran agama Islam secara khusu. Merasa sudah cukup menekuni ajaran agama Islam, kemudian ia kembali ke Pajajaran tahun 1362 M. Ia berniat menyebarkan ajaran agama Islam di tanah Jawa. Kembali ke Pajajaran pun disertai saudagar Arab yang punya niat berniaga di Pajajaran sambil membantu Kiansantang mensyi’arkan agama Islam.

    Setiba di Pajajaran, Kiansantang langsung menyebarkan agama Islam di kalangan masyarakat, karena ajaran Islam dalam fitrohnya membawa keselamatan dunia dan akhirat. Masyarakat menerimanya dengan tangan terbuka. Kemudian Prabu Kiansantang bermaksud menyebarkan ajaran agama Islam di lingkungan Keraton Pajajaran.

    Setelah Prabu Siliwangi mendapat berita bahwa anaknya sudah kembali ke Pajajaran dan akan menghadap kepadanya. Prabu Siliwangi yang mempunyai martabat raja mempunyai pikiran. “Dari pada masuk agama Islam lebih baik aku muninggalkan keraton Pajajaran”. Sebelum berangkat meninggalkan keraton, Prabu Siliwangi merubah Keraton Pajajaran yang indah menjadi hutan belantara.

    Melihat gelagat demikian, Kiansantang mengejar ayahnya. Beberapa kali Prabu Siliwangi terkejar dan berhadapan dengan Kiansantang yang langsung mendesak agar sang ayah dan para pengikutnya masuk Islam. Namun Prabu Siliwangi tetap menolak, malah beliau lari ke daerah Garut Selatan. Kiansantang menghadangnya di laut Kidul Garut, tetapi Prabu Siliwangi tetap tidak mau masuk agama Islam. Dengan rasa menyesal, Kiansantang terpaksa membendung jalan larinya sang ayah. Prabu Siliwangi masuk ke dalam gua yang sekarang disebut gua sancang Pameungpeuk.

    Prabu Kiansantang sudah berusaha mengislamkan ayahnya, tetapi Alloh tidak memberi hidayah kepada Prabu Siliwangi. Kiansantang kembali ke Pajajaran, kemudian membangun kembali kerajaan sambil menyebarkan agama Islam ke pelosok-pelosok, dibantu oleh saudagar Arab sambil berdagang. Namun istana kerajaan yang diciptakan oleh Prabu Siliwangi tidak dirubah, dengan maksud pada akhir nanti anak cucu atau generasi muda akan tahu bahwa itu adalah peninggalan sejarah nenek moyangnya. Sekarang lokasi istana itu disebut Kebun Raya Bogor.

    Pada tahun 1372 Masehi, Kiansantang menyebarkan agama Islam di Galuh Pakuan dan dia sendiri yang mengkhitan laki-laki yang masuk agama Islam. Tahun 1400 Masehi, Kiansantang diangkat menjadi Raja Pajajaran, menggantikan Prabu Munding Kawati atau Prabu Anapakem I. Namun Kiansantang tidak lama menjadi raja, karena mendapat ilham harus uzlah, pindah dari tempat yang ramai ketempat yang sepi. Dalam uzlah itu, ia diminta agar bertafakur untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, dalam rangka mencapai kema’ripatan. Kepada beliau dimintakan untuk memilih tempat tafakur dari ke 3 tempat, yaitu Gunung Ceremai, Gunung Tasikmalaya, atau Gunung Suci Garut.

    Waktu uzlah harus dibawa peti yang berisikan tanah pusaka. Peti itu untuk dijadikan tanda atau petunjuk tempat bertafakur nanti, apabila tiba disatu tempat peti itu godeg/ berubah, maka disanalah tempat dia tafakur, dan kemudian nama Kiansantang harus diganti dengan Sunan Rohmat. Sebelum uzlah, Kiansantang menyerahkan tahta kerajaan kepada Prabu Panatayuda, putra tunggal Prabu Munding Kawati.

    Setelah selesai serah-terima tahta kerajaan dengan Prabu Panatayuda, maka berangkatlah Prabu Kiansantang meninggalkan Pajajaran. Tempat yang dituju pertama kali adalah Gunung Ceremai. Setibanya disana, peti diletakan di atas tanah, tetapi peti itu tidak godeg alias berubah. Kiansantang kemudian berangkat lagi ke gunung Tasikmalaya, disana juga peti tidak berubah. Akhirnya Kiansantang memutuskan untuk berangkat ke gunung Suci Garut. Setibanya di gunung Suci Garut, peti itu disimpan diatas tanah, secara tiba-tiba berubahlah peti itu. Dengan godegnya peti tersebut, berarti petunjuk kepada Kiansantang bahwa ditempat itulah beliau harus tafakur untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT. Tempat itu kini diberi nama Makam Godog.

    Prabu Kiansantang bertafakur selama 19 tahun. Sempat mendirikan Mesjid yang disebut Masjid Pusaka Karamat Godog yang berjarak dari makam godog sekitar kurang lebih 1 Km. Prabu Kiansantang namanya diganti menjadi Syeh Sunan Rohmat Suci dan tempatnya menjadi Godog Karamat. Beliau wafat pada tahun 1419 M atau tahun 849 Hijriah. Syeh Sunan Rohmat Suci wafat di tempat itu yang sampai sekarang dinamakan Makam Sunan Rohmat Suci atau Makam Karamat Godog.***

    • punteun ieu comen kango ka farizz firdauzz
      punten he he he he manusia mah mung gaduh bebeneran nu maha bener mah allah. gusti allah ngadameul bumi nyebat kun fayakun tapi teu langsung janten melalui proses eta namina logika pan saur allah bahwa allah menciptakan langit dan bumi dalam 6 masa.berarti melalui proses henteu ujug ujug jleug jumeneng. sami sareung guguruna kian santang ka saidina ali te kahontal ku logika. ilmu kama’rifatan mah elmu ketauhidan tertinggi tujuana kango mengenal allah sebagai kholiq dan robul alamin sanes kango mengenal ruh, margi perkawis ruh mah haq allah. kang jeung nabi ge teu nyebatkeun/ ngadalilken tiasa tepang sareng para ruh nu tos maraot kantenan tiasa ngobrol mah kecuali dina alam lmpenan sareug dina nalika anjeuna di angkat ka sidratul muntaha(isra mi’raj) neme tiasa ngobrol sareng ruh para nabi. intinamah imfosible.

  140. datanglah ka desa ancaran – kuningan jabart

  141. Alhamdulillah,mugi ieu sajarah karuhun urang sunda tiasa di uninga ku urang sunda sadaya.

  142. alhamdlah berkat orang” soleh ini islam bs berkembang di nusantara.
    Salam kenal dr sy orang bogor(sunda) yg ingin tau sejarah sunda.
    Untuk penulis trimakasih

  143. Sebuah artikel sejarah yang bagus, saya sebagai pelajar SMP kagum membaca artikel ini, saya jadi lebih tau bagaimana sejarah penyebaran agama islam di tanah Pasundan. Sekian trimakasih…

  144. punten upami pangeren papak teh sareresna aya sangkut paut sareng sarif hidayatulloh(sunan gunung jati)margana al khan/azdma khan,INSYA ALLAH kin silsilahna ku abi di jabarkeun,katurunan terakhir aya didesa caringin ngumbang sukabumi namina H MAZURI ngantunkeun tahun1980

  145. I got this website from my pal who informed me regarding this
    web site and at the moment this time I am browsing this website and
    reading very informative articles at this place.

  146. apapun sejarah yg tercatat, sudah semestinya kita menghargainya, kita sekarang hidup dizaman yg jauh berbeda dengan sejarah lampau.. Adanya cerita2 tersebut itu adalah suatu bukti bahwa negeri kita ini penuh dengan sejarahnya..
    Kita yg tidak tahu asal usul sejarah itu, baiknya menyimak dan jadikan wawasan saja.. Adapun kebenaran atau tidakny dari sejarah itu hanya Allah yang Maha Tahu…

  147. Sebenerna,msh aya teu katurunan pajajaran ejeung para wali songo anu hirup di jaman moderen tea jd rakyat biasa trz di jaman moderen tea teu tinggal di keraton kerajaan ejeung kasepuhan.?!’
    Mangga, di tembalan abdi nunggu jawaban na.!!”

  148. Alhamdulillah terimakasih. Saya org kalimantan bisa belajar. Sangat bermanfaat

  149. Write more, thats all I have to say. Literally, it seems as
    though you relied on the video to make your point.
    You clearly know what youre talking about, why throw
    away your intelligence on just posting videos to your weblog when you could be giving us something enlightening to read?

  150. Alhamdulillah aya anu kersa merelekeun sajarah para inohong sunda.
    Tangtos maksadna kanggo pieunteungeun sareng nyuprih barokah sanes paagul-agul nya kang asep ? Percanten lah ka kang asep.

    Salajengna pami aya nu nambihan pedaran kang asep, bilih mendakan versi nu sanes cobi nu langkung rinci supados raoseun maluruhna.

    Hatur nuhun kasadayana utamina kang asep

  151. alhamdulillah…
    Hatur nuhun tararengkiyu…
    Pengalaman simabdi jadi nambah

  152. This excellent website truly has all of the information I needed about this subject and didn’t know who to ask.

  153. kiansantang hanyalah simbol buatan dan hanya kambing hitam untuk menutupi harum nya siliwangi. heee sangsang sing jati salah sing silih seuseuh suluhan susuk sahiji susuk saha nu nunggal sumpal sempil sookk siah, salah saha sok sulaya sipat sahiji sok saha susuhunan simpul sahadat satruna sipat syirik.hatur nuhun.

  154. beut daek di bobodo kunu dek nyerang ka pajajaran.geus puguh pajajaran mah di kakaya ku incuna sorangan.sok baca kapara ahli sajarah baca tah WANGSIT SILIWANGI teh baca deui sing tartil jeung rancage.tah wkt harita teh nandakeun ker genting dina isi wangsit eta teh heuheueueueyyyy deuuhh kadeoohh uy.matak kudu rempeg sauyunan ari ngaku urang sunda ulah pa aing2pa ala.tp kudu silihwangi.silih asah kuy ka nya;ah silih simbeuh ku kadeudeuh silih seungitan ku wawangian ucap handap asor depe dapa ka papada jeung sasama sewu sreng siwi.hapunten nu kasuhun bilih ay ucap nu nyerempet mugia di hapura ku duldur sadaya.heueheu.permioss…

  155. maaf sayah jd jangar…versi yg mana yg lebih mendekati akura semoga tdk menyesatkan kami yg awam sejarah

  156. dapat masuk akal ketika ada yang menceritakan tentang kiansantang mencabut tongkat saidina ali r.a.. karna masa saidina ali r,a. dengan kiansantang sangat jauh begitu pula masuk islamlamnya kiansantang di bai’at oleh rasulullah, ini kan lucu

  157. This post provides clear idea in favor of the new people of blogging, that really how to do blogging and site-building.

  158. satria baja hitam perang sama monster ikan hiu, disitulah dia kehilangan sabuk berubah nya, lalu monster ikan hiu menjadi baik dan menolong satria baja hitam, akhirnya di kembalikan sabuk berubah nya dan kini berubah menjadi satria baja hitam rx

  159. assalamu’alaykum…saia mau tanya prabu kian santang dimakamkan dimana?

  160. brapa kali prabu siliwangi menikah

  161. You actually make it appear so easy along with your presentation but I find
    this matter to be really one thing that I feel I would never understand.
    It seems too complex and very huge for me. I’m having a look ahead on your subsequent post, I will try to get the dangle of it!

  162. waw heboh juga cerita x yach

  163. didieu link dihandap komplit sajarah sareng benteuna Rakryan Sancang sareng Prabu Kian Santang..

    http://www.wattpad.com/5139450-kiansantang-antara-mitos-dan-sejarah?p=6#!p=1

  164. Kisah sejarah Rakryan Sancang ini adalah berita lisan dari Aki Uyut
    Uning yang disampaikan secara langsung kepada Kang Deddy Effendie
    berdasarkan naskah kuno yang ditulis pada lontar. Dan kisah itupun
    disampaikan pula secara panjang lebar kepada penulis, ketika berjumpa
    pertama kali dengan Kang Deddy Efendie di rumahnya ( Studio Proklamasi )
    Jalan Proklamasi Desa Jayaraga Kec. Tarogong Kab.Garut.

    Menurut Kang Deddy Effendie dalam bukunya ” Indonesia Mengenal Islam
    sejak abad Pertama Hijriah ” bahwa naskah Lontar berbahasa Sunda Kuno
    itu telah disalinnya kedalam kertas HVS ukuran polio. Sekarang naskah
    salinannya itu ternyata hilang pula dicuri orang dari kediamannya pada
    tanggal 9 Juni 1997 ( Studio Proklamasi Tarogong Garut ).

    Kang Aan Merdeka Permana menjelaskan dalam majalah Ujung Galuh (no. 7 :
    41 ) bahwa : Catatan yang menurut Deddy dibakar oleh Aki Uyut Uning,
    bila isinya banyak menceritakan sejarah Sunda, termasuk perjalanan
    Rakryan Sancang, agak mirip dengan isi Kitab Dadap Malang Cimandiri,
    catatatan sajarah buatan Prabu Seda ( 1579 Masehi ).

    Kitab Kuno Dadap Malang Cimandiri, aslinya disebut Amang ngadap
    Cimandiri. Pada awalnya ditulis oleh Prabu Lingga Buana ( 1350 – 1357 M
    ) dari Kerajaan Sunda Galuh dan kemudian diteruskan menulisnya oleh
    Prabu Seda ( 1567 – 1579 M.) dari Kerajaan Pakuan Pajajaran.

    Menurut penuturan Aki Uyut Uning, bahwa Rakryan Sancang adalah putra
    Prabu Kertawarman Raja Tarumanaga ke VIII ( 561 – 628 M ). Rakryan
    Sancang lahir pada tahun 598 M dari seorang ibu bernama Nyai Arum Honje
    putra Ki Cakradiwangsa ( dari kasta Sudra ) yang bertempat tinggal di
    Kampung Dukuh yang sekarang termasuk salah satu daerah di Kec. Cikelet
    Kab. Garut.

    Dengan demikian, maka Rakryan Sancang adalah saudara sepupu Sang
    Suralimansakti Raja Kendan (568 – 597 M ) putra bibinya Tirtakancana
    dari Sang Resiguru Manikmaya Raja Kendan ( 536 – 568 M ). Sebagaimana
    telah diuraikan oleh Joseph Iskandar pada Buku “ Sejarah Jawa Barat “
    bahwa Sang Suralimansakti adalah kakek dari Wrettikandayun pendiri
    Kerajaan Galuh 670 M.

    Ki Cakradiwangsa adalah anak keturunan Cakrawarman ( adiknya Purnawarman
    ) yang memberontak terhadap kemenakannya , yaitu Wisnuwarman ( putra
    Purnawarman ) Raja Tarumanaga ke 4 ( 434 – 455 M ). Cakrawarman dibunuh
    dalam suatu peperangan oleh Wirabanyu Raja Indraprahasta ( mertua
    Wisnuwarman ).

    Menurut Aki Uyut Uning diantara beberapa prajurit Cakrawarman, tersebut
    namanya adalah Ki Raksagara ( anak keturunannya menjadi Pu’un ), Ki
    Purabhumi tinggal dan menetap di wilayah Galunggung ( sekarang dikenal
    sebagai Kampung Naga Kec. Salawu Kab. Tasikmalaya ) dan Ki Cakradiwangsa
    yang tinggal dan menetap di suatu tempat yang sekarang termasuk Kampung
    Dukuh Desa Ciroyom Kec. Cikelet Kab.Garut . Aki Uyut Uning sendiri
    adalah keturunan dari Ki Raksagara.

    Masyarakat di Kampung Naga ( Kec. Salawu Kab. Tasikmalaya ) dan di
    Kampung Dukuh ( Kec. Cikelet Kab. Garut ) adalah masyarakat yang dapat
    menjaga dan menghormati kepada tradisi leluhurnya. Mereka tetap
    berpegang teguh dalam hal mempertahankan budaya leluhur dan tidak dapat
    dipengaruhi oleh adanya budaya dari luar ( Ujung Galuh 6 : 20 ).

    Penghuni Kampung Dukuh yang pertama menurut keterangan dari masyarakat
    Dukuh bernama Candradiwangsa. Aki Uyut Uning menyebutnya Cakradiwangsa.

    Selanjutnya Aki Uyut Uning menceritakan bahwa pada saat Rakryan Sancang
    dilahirkan ibunya ( Nyi Arum Hoinje ) meninggal dunia. Dia dipelihara
    sejak bayi hingga remaja oleh kedua eyangnya.

    Setelah Rakryan berusia remaja, Cakradiwangsa memberitahukan kepada
    cucunya, bahwa sesungguhnya dia adalah anak seorang raja Tarumanaga yang
    agung. Kemudian diperlihatkanlah tanda kebesaran keluarga kerajaan yang
    terbuat dari gading berukir dan berlapis emas.

    Dan pada usia 33 tahun ( 631 M ) Rakyan Sancang pergi meninggalkan
    tempat kelahirannya dengan maksud ingin ke Tarumanagara, karena
    mendengar kabar, bahwa ayahnya ( Prabu Kertawarman ) telah meninggal
    dunia tiga tahun yang lalu ( 628 M ), dan telah digantikan oleh pamannya
    Rajaresi Sudhawarman ( 628 – 639 M ).

    Karena mendengar kabar dari saudagar Arab, bahwa di negeri Mekah (Arab)
    muncul ” agama baru ( Islam ) ” , dia akhirnya membatalkan niatnya pergi
    ke Tarumanagara, tetapi Rakryan Sancang bahkan ikut bersama-sama
    Saudagar dari Arab pergi ke tanah Arab ( Mekah ) dari pelabuhan yang
    berada di teluk lada Banten ( daerah Salakanagara ).

    Di negeri Arab ( Mekah ) saat itu tengah terjadi pertikaian antara
    beberapa kelompok tentang pemilihan kekhalifahan ( wakil ) Nabi Muhammad
    (Abu Bakar, Umar, Usman dan Ali ) yang akhirnya Umar menunjuk Abubakar
    sebagai Khalifah. Rakyan Sancang belajar Islam dari Ali bin Abi Thalib
    selama 2 tahun (pada usia 34 – 36 tahun ).

    Sepulang dari Arab Rakryan Sancang kembali ke tempat tinggal kakeknya (
    Kampung Dukuh ). Kemudian agama Islam diperkenalkan oleh Rakryan Sancang
    kepada penduduk sekitar pesisir Selatan daerah Garut sekarang.

    Upaya Rakyan Sancang menyebarkan ” Islam ” ke berbagai wilayah di
    Selatan Tatar Sunda. Tempat menyampaikan risalah Islam itu antara lain
    di sekitar Lawang Sanghyang Bungbulang, sampai ke daerah pegunungan
    Cakrabuana, wilayah Baduy sekarang, kemudian ke bukit Sanghyang di
    Wanaraja, pegunungan Karacak, Galunggung, terus ke daerah utara sedikit
    yakni ke bukit Sanghyang daerah Cimalaka Sumedang, Tampomas, Panjalu,
    Situ Patengan dan tempat-tempat lainnya.

    Karena langkah-langkah Rakryan Sancang itu terdengar oleh Prabu Rajaresi
    Sudhawarman, serta dinilai akan mengganggu stabilitas pemerintahan.
    Sehingga timbul pertempuran antara Rakryan Sancang dengan Sudhawarman
    pada tahun 638 M. Dalam perang itu Rakryan Sancang unggul. Prabu
    Sudhawarman sempat melarikan diri dan Rakyan Sancang mengejar.

    Perdamaian muncul manakala diketahui bahwa Rakryan Sancang memiliki
    tanda kebesaran keluarga Kerajaan Tarumanagara. Peristiwa itu ternyata
    melahirkan kegelisahan yang luar biasa pada diri Prabu Sudawarman.
    Karena diketahui bahwa Kretawarman, kakaknya, ternyata punya anak.
    Kegelisahan itu menyebabkan Sudawarman jatuh sakit dan tidak lama
    kemudian meninggal dunia. Tahta kerajaan akhirnya diturunkan kepada
    putranya Hariwangsawarman ( 639 – 640 M ) dan selanjutnya kepada
    menantunya Nagajayawarman ( 640 – 666 M ).

    Nagajayawarman ternyata merasa terganggu dengan berita bahwa Rakryan
    Sancang menyebarkan “ agama Sunda Wiwitan “. Oleh karena itu dengan
    alasan memberantas ” agama sesat “, maka Nagajayawarman menghimpun
    kekuatan untuk menggempur Rakryan Sancang di wilayah Pakidulan.

    Ada kemungkinan dibalik alasan itu, karena di takutkan tahta Kerajaan
    Tarumanagara direbut oleh Rakryan Sancang, yang ternyata adalah putra
    dari Prabu Kertawarman ( kakak dari kakek permaisuri Nagayawarman yaitu
    Dewi Mayasari ).

    Pasukan Nagajayawarman tidak pernah berhasil menumpas kelompok Rakryan
    Sancang dengan penganut ” Selam “.

    Manakala terbetik berita bahwa Al Qur’an telah dibukukan, Rakryan
    Sancang meninggalkan tempat kediamannya di Gunung Nagara menuju Arab.
    Dan pada tahun 657 M, Rakryan Sancang kembali lagi ke Sunda, dengan
    membawa bekal pengetahuan yang semakin matang tentang agama Islam.

    Menyebarkan agama baru di tanah Sunda mendapat tantangan cukup berat,
    terutama dari kalangan para bangsawan di seluruh wilayah Tarumanagara.
    Para Raja bawahan Tarumanagara sepakat untuk memerangi munculnya
    keyakinan baru.

    Manakala terbetik berita yang dibawa oleh pedagang dari Arab bahwa Ali
    bin Abi Thalib telah meninggal dibunuh oleh Abdurrahman bin Muljam, maka
    Rakryan Sancang bergegas kembali ke Arab. Tempat pertahanan di Gunung
    Negara terpaksa ditinggalkannya ( Di atas telah diuraikan berdasarkan
    Legenda di Pakidulan Garut, bahwa Gunung Nagara adalah salah satu tiga
    negara mengenai keberadaan Cilaut Eureun ( Santolo ) dan Pameungpeuk – Pen).

    Di saat itulah dengan segera pasukan Tarumanagara dikerahkan untuk
    menghancurkan ummat Selam. Hampir separo penganut agama baru itu
    meninggal dan sebagian lainnya dapat melarikan diri melalui jalan
    rahasia, yakni masuk melalui gua kemudian keluar di bukit yang curam.

    Para penganut Selam lalu menyebar ke mana-mana di wilayah Tatar Sunda.
    Setelah masa keemasan Tarumanaga runtuh, muncul kerajaan Sunda dengan
    rajanya Maharaja Tarusbawa ( 669 – 723 M ) dan Kerajaan Galuh dengan
    rajanya Wrettikandayun ( 670 – 702 M ), sebagaimana telah diuraikan pada
    Bagian I. Para penyebar agama Selam ini dari kalangan kasta sudra
    menyatakan diri sebagai penganut Agama Sunda Wiwitan.

    Paham Islam yang diajarkan Rakryan Sancang sebagaimana yang diterimanya
    dari Ali bin Abi Thalib tentu saja tidak sebagaimana Islam berdasarkan
    Al Qur’an dan Sunnah Rasul secara utuh. Tetapi pokok-pokok keyakinan
    terhadap Alloh SWT berikut nama-namaNya ( Asmaul Husna ) telah berhasil
    ditanamkan oleh Rakryan Sancang.

    Memang, demikianlah awal risalah Islam, yang menurut Hj. Irene Handono,
    pada awal masa kerasulan Nabi Muhammad SAW selama di Mekah, beliau
    memfokuskan perhatian kepada pembinaan tauhid ini sehingga semua
    aktivitas tablighnya diarahkan kesana. ( Hj. Irene Handono : 57 ).

    Demikian pula halnya, Rakryan Sancang menanamkan ketauhidan kepada
    masyarakat. Dia menyesuaikan nama Alloh SWT dengan bahasa daerah disebut
    Hyang Widi Murba Wisesa.

    Ketika Rakryan Sancang kembali ketatar Garut, didapati daerahnya telah
    hancur. Para pengikutnya telah berpencar ke mana-mana. Rakryan Sancang
    kemudian pergi masuk hutan belantara ke arah Utara. Beliau menghabiskan
    masa tuanya, menyepi diri di dekat mata air yang bening pada salah satu
    bukit, yang dikenal dengan Pasir Tujuhpuluh wilayah perkebunan teh Cikajang.

    Ditempat itu Rakryan Sancang menulis surat-surat dan ayat Al Qur’an pada
    daun lontar dan kulit kayu, kemudian membuat simbul-simbul tentang ayat
    suci Al Qur’an serta meninggalkan pesan-pesan yang ditulis dengan huruf
    Arab. Salah satu peninggalan Rakryan Sancang, yaitu daerah perbukitan di
    sekitar Pasir Tujuhpuluh sebagaimana tersebut di atas, yang menurut Ir.
    H. Fathirohman dinamakan “ Galudra Ngupuk “, yang bila digambarkan
    berisi simbul-simbul nama-nama Surat Al Qur’an.

    Menurut Kang Dudung ( Ir. H. Dudung Fathirohman) dan Kang Deddy
    Effendie, ada peta yang menggambarkan bahwa bila ditarik garis dari
    Cipatujah, Pamijahan, Pasir Tujuh ( Cikajang Garut ) dan kota Mekah
    berada pada satu garis lurus ( arah kiblat ). Dan peta tersebut telah
    diperlihatkan oleh beliau kepada penulis.

    Kisah Rakryan Sancang ini setelah 9 abad terungkap kembali, manakala
    Prabu Kiansantang ( Raja Sangara ) putra Prabu Jaya Dewata dari Nyi
    Subanglarang ( sebagaimana telah dijelaskan pada awal Bagian ini ),
    bahwa pada pertengahan abad 16 M pernah berkelana ke tempat itu dengan
    menyelusuri jalan dan petunjuk arah sungai Cimanuk dari daerah Indramayu
    sampai ke Garut, dalam rangka perjalanan dakwahnya, menemukan daerah
    tersebut.

    Menurut Dr. Edi Ekajati dan Ir.H. Dudung Fathirohman, bahwa bukan Raja
    Sangara tetapi Raden Walangsungsang. Hal ini langsung disampaikan secara
    lisan kepada penulis oleh Kang Dudung ( Ir.H. Dudung Fathirohman ),
    ketika datang ke Garut pada awal bulan Juli 2007. Menurut Kang Dudung ,
    bahwa daerah “ Galudra Ngupuk “ di Pasir Tujuh Puluh Cikajang itu adalah
    replika dari Mesjid Nabawi di Medinah.

    Kang Dudung dan Kang Deddy Effendie berharap di masa depan ada investor,
    yang akan menjadikan daerah “ Galudra Ngupuk “ di Cikajang Garut ini,
    yang luas lahannya kurang lebih 600 ha, sebagai daerah Pariwisata.

    Disana anak Prabu Siliwangi ( Raja Sangara ) mendapat pesan dalam bahasa
    Arab agar yang menemukan tempat itu, serta mampu membaca dalam huruf
    Arab, diminta mau menyediakan dirinya untuk menyebarkan dan
    menyempurnakan agama Selam yang sebelumnya telah dianut oleh sebagian
    masyarakat Sunda dari kasta Sudra.

    Pesan yang ditulis dari kulit kayu keadaannya sudah rusak dan sulit
    dibaca. Namun demikian dalam bagian akhir ada tertulis Kean Santang,
    kemungkinan salah baca atau salah pengucapan dari asal Rakryan Sancang
    menjadi Kean Santang. Ada kemungkinan sejak itu Raja Sangara putra Prabu
    Jaya Dewata terkenal dengan sebutan Prabu Kiansantang, Sunan Rohmat atau
    Sunan Godog. Wallohu’alam

    Ditempat itu ditemukan benda pusaka yang berbentuk senjata kujang yang
    menunjukkan bentuk huruf Illahi dan pedang panjang setelah berlalu waktu
    lebih dari delapan abad. Pedang itu disebut-sebut sebagai pedang Nabi
    Muhammad milik Rakryang Sancang pemberian dari Ali bin Abi Thalib ketika
    membantu Ali dalam peperangan menegakkan Syariat Islam.

    Kujang berbentuk huruf Illahi ini ( ? ), pernah penulis bersama Kang
    Deddy Effendie melihatnya di rumah salah seorang kerabat penulis di
    Cinunuk Wanaraja ( depan Mesjid Pusaka ). Menurut sejarah Limbangan
    kujang berbentuk huruf illahi ini disebutnya Kujang buhun. Kujang ini
    menurut seuweu siwi Cinunuk Hilir, pada awal abad 18 M pernah
    dipergunakan untuk membabat hutan oleh Tumenggung Wijayakusumah/ Dalem
    Sukadanuh untuk dijadikan pesawahan disekitar sebelah Selatan dari
    Kampung Cinunuk, sebagaimana diperintahkan oleh Sultan Mataram, agar
    dibuatkan daerah pesawahan untuk tanaman padi.

    Apabila penuturan Aki Uyut Uning ” benar ” sesuai dengan Naskahnya,
    kemungkinan Kujang tersebut adalah Kujang peninggalan Rakryan Sancang
    putra Prabu Kertawarman, Raja Tarumanagara ke 8 ( 596 – 628 M ) yang
    diketemukan oleh Raja Sengara ( atau Walangsungsang ) putra Sri Baduga
    Maharaja ( Prabu Sliwangi ), Raja Pakuan Pajajaran ( 1482 – 1521 M ).

    Menurut penulis, ada kemungkinan Raja Sengara putra Prabu Jaya
    Dewata/Prabu Sliwangi ( Raja Pakuan Pajajaran ) dari Cirebon pada abad
    16 M, selanjutnya beliau mengabadikan nama Keansantang yang asalnya dari
    Rakryan Sancang putra Prabu Kertawarman (Raja Tarumanaga ke 8 ) cucu Ki
    Cakradiwangsa sesepuh Kampung Dukuh dari daerah Pakidulan Garut
    (Cikelet) pada abad 7 M. Wallohu’alam.

    Dari kisah yang disampaikan Aki Uyut Uning kepada Kang Deddy Effendie
    sebagaimana telah diuraikan diatas, maka dapat dipahami bahwa orang
    Sunda yang pertama, atau jauh sebelum berdirinya kerajaan Sunda,
    kira-kira 33 tahun, masyarakat dari strata jelata, telah memiliki
    keyakinan monoteisme, setelah sebelumnya sebagai penganut animisme atau
    pemuja karuhun. Mereka mengaku beragama ” Selam ” ( Islam ), Agama Sunda
    Wiwitan.

    Naskah Aki Uyut Uning, yang disalin oleh kang Deddy, dan salinannya pun
    sudah tidak ada, sebagaimana telah dijelaskan di atas, karena tidak ada
    buktinya, menurut Kang Deddy “ Jadi lantaran euweuh bukti, kari urusan
    percaya jeung henteu “ ( lantaran tidak ada bukti, yang tertinggal
    hanyalah urusan percaya dan tidak percaya ).

    Kisah Aki Uyut Uning , yang diyakininya berdasarkan pada naskah lontar,
    dibeberapa tempat kisah itu menjadi cerita dari mulut ke mulut dan
    berkembang selama ratusan tahun ( bahkan sampai sekarang – Pen. )
    sebagai dongeng/Cerita atau Babad dengan berbagai versi. Misalnya Babad
    Godog, Wawacan Gagak Lumayung, Punika Sejara Duhung dll.

    Dikisahkan pada cerita-cerita tersebut, bahwa Kiansantang pernak
    bermukim di tanah Arab. Bahkan sudah menjadi muridnya Baginda Ali bahkan
    sudah menjadi”Haji”, yang sekarang makamnya di di Godog Garut dan
    terkenal dengan nama Sunan Rohmat Suci.

    Cerita rakyat di daerah Godog Garut, bahwa Prabu Kiansantang bertanding
    kekuatan gaib dengan Baginda Ali dan Prabu Kiansantang tidak mampu
    mencabut tongkat yang ditancapkan oleh Baginda Ali, kecuali sesudah
    Prabu Kiansantang membaca kalimah Syahadat. ( Drs. Bayuningrat : 49 ).

    Ketika pulang kembali ke tanah Jawa dan waktu tiba di Pajajaran, Gagak
    Lumayung atau Prabu Kiansantang ( Sunan Rohmat ) berupaya untuk
    menyebarkan agama Islam kepada rakyat Pajajaran, termasuk Prabu
    Siliwangi, ayahnya sendiri. Prabu Siliwangi menolak ajakan putranya
    untuk masuk Islam. Karena diajak terus menerus, Prabu Siliwangi lari
    menjauhi anaknya,. Terjadilah kejar-kejaran diantara keduanya. Sampai di
    hutan larangan di Sancang Garut Selatan, Pabu Siliwangi berhenti dan
    menyatakan bahwa ia akan tetap akan memeluk agamanya sendiri, tetapi
    rakyatnya diberi kebebasan untuk masuk Islam atau tidak. Setelah itu
    Prabu Siliwangi menghilang atau “ngahiyang “.Wallohu’alam.

    Cerita lainnya pula adalah yaitu bahwa dulu, ……” waktu Prabu Kiansantang
    berada di Mekah, ia diislamkan oleh Nabi Muhammad SAW, kemudian ia
    diperintah untuk mengislamkan rakyat di Nusantara. Setelah melaksanakan
    tugas dan kembali ke Mekah ia diberi sebuah kandaga yang berisi tanah
    suci. Dst. ….” Ini adalah cuplikan cerita ringkas P. de Roo de La Faille
    ( penyusun buku Preanger-schetse ) dari Kuncen Makam Prabu Kiansantang
    Godog Suci Garut ( Drs. Bayuningrat : 48 ).

    Menurut Drs. Yoseph Iskandar ( Sejarah Jawa Barat : 276 ), sulit
    dibayangkan bagaimana pembuat cerita fiksi ” Prabu Kiansantang ”
    merekayasa proses Islamisasi di Pajajaran ( Jawa Barat/Banten – Peny.),
    dengan mengetengahkan inti cerita, sebagaimana tersebut di atas.

    Apabila kita berpikiran jernih dan rasional, tentu ada pemikiran dan
    pertanyaan, apakah mungkin, Prabu Kiansantang seorang mubaligh Islam
    murid ulama/Kyai besar sekaliber Syekh Dzatuk Kahfy, berperilaku
    demikian terhadap ayahnya sendiri ? Bahkan ada berita dari sumber lain
    di daerah Garut , bahwa Prabu Kiansantang menenung ( melakukan tindakan
    santet ) terhadap rakyat di daerah Pakidulan Garut ( daerah Sancang –
    Pen. ) yang tidak mau masuk Islam, dan semuanya menjadi “ macan sancang “.

    Sebagaimana diketahui, bahwa prinsip ajaran agama Islam, tidak ada
    paksaan di dalam memeluk/ menganut agama Islam. Apalagi sampai menenung,
    dimana perbuatan ini, jelas-jelas perbuatan musyrik. Hal-hal ini tidak
    mungkin dilakukan oleh Prabu Kiansantang sebagai seorang muslim. Keris
    pegangannya sendiri berlafadzkan ” Laa iqraha Fiddien ” ( Tidak ada
    paksaan dalam beragama), ini adalah simbul bahwa dalam menyebarkan agama
    Islam tidak boleh dengan cara paksaan.

    Kakaknya sendiri ( Pangeran Walangsungsang ) meskipun tidak sepaham
    kepada sikap ayahnya yang setelah ibunya meninggal, kembali memeluk
    agama leluhur, tetapi beliau tetap tidak melepaskan rasa hormat dan
    kagum serta menyayangi ayahnya Raja Pakuan Pajajaran Sri Baduga Maharaja
    atau Prabu Siliwangi.

    Itulah sebabnya, selama Sri Baduga memerintah, tidak ada ceritanya
    Pasukan Pajajaran melakukan penyerangan terhadap Kesultanan Cirebon.

    Ketika Pangeran Walangsungsang menjadi penguasa Kerajaan Caruban, bahkan
    ayahnya sendiri ( Srr Baduga Maharaja/Prabu Silwangi ) yang memberikan
    gelar Sri Mangana.

    Selain itu, ketika cucunya, yaitu Syeh Syarif Hidayatullah putra Rara
    Santang/ Ny Hj. Syarifah Mudaim ( putri kesayangan Prabu Jaya
    Dewata/Prabu Siliwangi ), dilantik menjadi raja Cirebon menggantikan
    putra kesayangannya, Pangeran Walangsungsang ( Haji Abdullah Iman ), Sri
    Baduga mengirimkan paket kayu jati, yang sekarang masih ada tersimpan di
    kompleks Gunung Sembung yang dikenal dengan sebutan Balemangu Pajajaran.

    Bahkan menurut salah satu sumber, pada tahun pertama pengangkatannya (
    1482), Syarif Hidayatullah berkunjung ke Pakuan Pajajaran guna
    memperkenalkan diri dan sungkem kepada eyangnya, Sri Baduga Maharaja,
    dan mengajaknya kembali masuk agama Islam.

    Tetapi Sri Baduga tidak menyambut baik ajakan itu. Meskipun demikian
    tidak menghalangi cucunya untuk mengembangkan agama Islam di wilayah
    Pajajaran. Kekhawatiran Sri Baduga Maharaja, bukan islamnya. Dari sejak
    awal pun, ia sejalan dengan pemikiran kakeknya Sang Prabu Niskala
    WastuKancana, bahwa di kerajaannya bebas memeluk agama apa saja. Bahkan
    ketika merestui penobatan Sri Mangana (Pangeran Walangsungsang ),
    putranya itu telah bergelar Haji Abdullah Iman ( Yoseph Iskandar : 262 ).

    Selaku orang Sunda, tentu Raja Sangara atau Prabu Kiansantang memahami,
    bahwa orang Sunda didalam mencapai tujuan hidupnya, selamanya harus
    selalu berpedoman kepada sikap kebijaksanaan dan keadilan sebagaimana
    tersebut di dalam naskah Siska Kandang Karesian ( warisan leluhurnya ).
    Apabila ada konflik, ada beberapa hal yang harus dilaksanakan, pertama
    harus ” silih asih, silih asah dan silih asuh “, kedua, tabu ( pamali
    –sd ) atau terlarang berperang dengan saudara/kerabat, apalagi dengan
    ayahnya sendiri, ketiganya harus ingat kepada asal mula kita (purwa
    daksina – sd ).

    Selaku urang Sunda yang berpedoman kepada pedoman hidup yang ada di
    dalam Siska Kandang Karesian, beliau tentu lebih memahami daripada kita,
    mengenai filsafat kehidupan Sunda ” jangan berselisih dengan alasan ada
    perbedaan faham ” ( pasalahan paksa ). Sebaiknya kita tetap bekerjasama
    di dalam mencapai tujuan ( asing rampes cara purih ) “.

    Bapak Solihin GP, mantan Gubernur Jawa Barat pernah mengatakan bahwa
    Prabu Siliwangi tidak pernah diserang dan dipaksa untuk menganut agama
    Islam ( Solihin GP : 30 ). Tidak ada riwayat yang menceritakan, Syarif
    Hidayatullah dari Cirebon menyerang Pakuan Pajajaran ataupun sebaliknya,
    kecuali setelah Sri Baduga ( Prabu Siliwangi ) wafat.

    Misalnya pada masa Raja Surawisesa ( Raja Pakuan Pajajaran 1521 – 1535 M
    ) , terjadinya penyerangan ke Banten ( dikuasai Adipati Banten,
    Surajaya, kakak ipar Syarif Hidayatullah ). Penyerangan itu dilakukan
    oleh tentara Gabungan Demak dan Cirebon dibawah pimpinan Fatahilah pada
    tahun 1526 yang selanjutnya merebut pelabuan Pakuan Pajajaran ( Sunda
    Kalapa ) pada tahun 1527 dengan alasan dan tujuan untuk mengusir tentara
    asing, yaitu tentara portugis.

    Pada jaman Prabu Surawisesa, selama 5 tahun (1526 – 1531 ) terjadi 15
    perang dengan Cirebon, tanpa membuahkan hasil apa-apa, yang akhirnya
    pada tahun 1531 M diadakan perjanjian damai antara Cirebon dan Pakuan
    Pajajaran. Yang menandatangani dalam perdamaian itu antara lain Raja
    Surawisesa, Pangeran Pasarean ( Putra Mahkota Cirebon ), Fatahillah dan
    Maulana Hasanudin.

    Adapun penyerangan oleh Maulana Hasanudin dan Maulana Yusuf, itu
    dilakukan karena sebab-sebab lainnya.

    Ada kemungkinan cerita-cerita tentang “ Prabu Kiansantang “ itu adalah
    buatan “ orang jahil “ di luar Islam, yang tidak menginginkan Islam
    berkembang secara benar, sesuai dengan petunjuk Qur’an dan Hadits.
    Menurut Anis Jati Sunda Bogor, tidak mustahil apabila kejadian itu ,
    mungkin ada tujuan-tujuan politik pada waktu itu ( Ujung Galuh : 63 ).

    Menurut salah satu sumber bahwa sejak kedatangan Bangsa Belanda (VOC dan
    Pemerintah Hindia Belanda ), Sejarah Sunda sudah banyak yang dirubah,
    yang akhirnya orang Sunda kehilangan jati dirinya, yang akhirnya tidak
    percaya diri dan mudah diadu domba.

    Menurut Anis Jati Sunda, memang pernah ada orang Pajajaran yang bermukim
    di Arab ( tersebut pula pada Pantun Bogor Gunung Kendeng ). Dia adalah
    bekas Mantri Majeti Pajajaran Tengah, yang bernama Jaya Antea. Dia pergi
    ke tanah Arab, dengan alasan jabatannya dicopot oleh raja. Dia belajar
    agama Islam di Tanah Arab. Tetapi Jaya Antea tidak pernah diceritakan
    bertemu dengan Baginda Ali, sebagaimana cerita Kiansantang ( Ujung Galuh
    : 63 ).

    Bila yang dijelaskan Aki Uyut Uning melalui tulisan Kang Deddy Effendie,
    dan juga secara lisan disampaikan kepada penulis sebagaimana yang telah
    diuraikan di atas, berbeda atau bertentangan dengan keyakinan masyarakat
    Garut selama bertahun-tahun mengenai tentang Cerita Mitos Prabu
    Kiansantang, sebagaimana pada Punika Sajarah Duhung, Babad Godog,
    Sejarah Godog atau Wawacan Gagak Lumayung maka sikap kita, mana pendapat
    yang benar dan mana pendapat yang salah dari keduanya, maka kita yakin
    terhadap firman Allah dalam Al Qur’an :

  165. jadi kesimpulan yg bisa saya ambil :
    1. yang bertemu dengan Ali bin Abi Thalib adalah Rakryan Sancang anak Kertawarman karena hidup dimasa yg sama.
    2. Prabu Kian Santang bisa jadi orang yang sama dengan Raja Sangara atau pangeran Walangsungsang anak dari Prabu Sri Baduga Maharaja (Prabu Siliwangi) yang bertemu dengan Syeh Said Ali di Bhagdad Irak
    3. Kedua2nya berperan dalam penyebaran Islam di Nusantara dengan ajaran yg berbeda dan masa yang berbeda, makanya tidak salah kalau kakek dari ibu Prabu Kian Santang adalah seorang Syekh karena dijaman itu Islam sudah masuk di Nusantara.
    4. Mitos Prabu Siliwangi dikejar2 oleh anaknya adalah jamannya Prabu Kian Santang (Prabu Sangara) bukan Krakyan Sancang yang bertemu dengan Ali bin Abi Thalib.

  166. halaahh tong loba kompromi dina nulis sejarah.. cirebon jeung banten nu ngaruntuhkeun pajajaran (karajaan nu ngajaga taneuh sunda) kudu tanggungjawab ngajaga taneuh sunda. tisaprak pajajaran runtuh kalah loba daerah sunda nu jadi jadi daerah jawa..

  167. Hatur nuhun kasadaya anu t0s masihn informasina
    Kukitu na abdi jdi terang riwayat jalmi2 anu berjuang islami di tanah jawa ieu
    Sakali deui hatur nuhuuuun pisan

  168. Trima ksh atas cerita nya!! sya,mau tanya apakah msh ada ke turunan prabu silihwangi!!”

  169. Trima ksh atas cerita nya!! Jd,menambah ilmu pengetahuan!! sya,mau tanya apakah msh ada ke turunan prabu silihwangi!! Karena,msh bnyk orang yg mengaku ngaku keturunan BLOOD BLUE {Darah Ningrat} ini.. itu.. dn tdk tau silsilah Darah Daging nya *Ningrat atau Umum* (Di dalam Darah nya)!! Dn msh bnyk juga orang yg tdk mau tau cerita pra sejarah kerajaan islam tp mengaku ngaku keturunan Ningrat tp sbnrnya Darah Daging nya Umum!!”

    • Ciri Khas keturunan Pajajaran yg bisa dilihat secara kasat mata atau Lahiriyah adalah tahi lalat di bagian tubuh yg membentuk pola segitiga mempunyai makna TRI TANGTU SUNDABWANA (Rama, Resi, Ratu) yg merupakah Falsafah hidup Jati Sunda merupakan implementasi dari hakekat diri sejati SANGKAN PARANING DUMADI (Dari mana, untuk Apa, akan Kemana) atau menjadi Insan yg Rahmatan Lil alamiin yg merupakan cita2 para Ka-RUH-uN thd anak Cucunya.

      GEURA HUDANG SUNDA…!!

  170. hatur nuhun …..

  171. AAAHHH SEMUAAA WADULLL SEJARAH TEH NGAN SAUKURRRR KIRATA DEULEUU…APAL ETEUU KIRATAAA.LAIN SAKU RATAAA.

  172. السلام عليكم ورحمة الله وبركاته
    Salam Silatur Rohmi ti Simkuring kasadayana….
    ka budak gorenk …leres pisan dak, sejarah upami teu aya bukti karangan buku sajarah anu dikarang ku jalmi dizamannya,- eta rada tebih kaleresna, mangka weh disebat KIRATA dikira-kira tapi nyata,-………………………………………………………………………….
    numutkeun pameundak simkuring EYANG DALEUM MAHMUD SANES TURUNAN TI SUNAN GUNUNG JATI tatapina tiluhurna ti :

    MAHA RAJA ADI MULYA / RAJA GALUH AJAR SUKARESI nikah ka Dewi Naganingrum / Nyimas Ujung Sekarjingga a Puputra :
    PRABU CIUNG WANARA a Puputra :
    SRI RATU PURBA SARI a Puputra :
    PRABU LINGGA HIANG a Puputra :
    PRABU LINGGA WESI a Puputra :
    PRABU SUSUK TUNGGAL a Puputra :
    PRABU BANYAK LARANG a Puputra :
    PRABU BANYAK WANGI a Puputra :
    PRABU MUNDING KAWATI / PRABU LINGGA BUANA a Puputra :
    PRABU WASTU KENCANA ( PRABU NISKALA WASTU KANCANA ) a Puputra :
    PRABU ANGGALARANG ( PRABU DEWATA NISKALA ) nikah ka Dewi Siti Samboja / Dewi Rengganis a Puputra :
    SRI BADUGA MAHA RAJA ( WALIYULLOH JAYA DEWATA PANGERAN PAMANAH RASA ) (1459-1521M)
    ( PRABU SILIWANGI )
    MAQOMNA DI RANCAMAYA – BOGOR, NIKAH KA NYIMAS RATNA MAYANG SUNDA / NYIMAS KENTRING MANIK / NYIMAS TEJAMANTRI a Puputra :
    RAJA PAKUAN PRABU SURAWISESA / R.JAKA MANGUNDRA PRABU GURU GANTANGAN ( 1522 -1535M ) a Puputra :
    PRABU DEWATA BUANA / PRABU RATU DEWATA (1535 -1543M ) a Puputra :
    PRABU RATU SAKTI (1543-1551M) a Puputra :
    PRABU NILAKENDRA (1551-1567M) a Puputra :
    PRABU RAGAMULYA SURYAKANCANA ( PRABU SEDA )
    Nyatana Raja Pajajaran Terakhir di Pulasari (1567M-8/5/1579M) Gelarna Puun Haji Wali Sakti Hidayatullah ( Eyang Haji Jaya Pakuan ) a Puputra :
    PRABU LINGGA PAKUAN (1580M) a Puputra :
    PANANDEAN UKUR (1605M) Maqamna di Bbk. Jati – Cianjur , a Puputra :
    R.WANGSAJAYA DIPATI UKUR AGEUNG (1630M), a Puputra :
    R.WANGSATARUNA DIPATI UKUR ANOM ( 1587-1650 M ) nikah ka Nyi Raden Saribanon, a Puputra :
    DIPATI AGUNG SURIADINATA ( R.WANGSAJAYA ) (1610M) a Puputra :
    DALEM NATADIREJA maqomna di Sontakdulang (1630M) a Puputra :
    RD.NAYADIREJA Eyang Dalem Mahmud ( SYEKH HAJJI ABDUL MANAF )
    (1650-1725M)

    Wasallam…… Ade Santri Majlis Ta`lim Sayyidul Arwaah email : http://sayyidularwaah.blogspot.com/search?updated-min=2011-01-01T00:00:00-08:00&updated-max=2012-01-01T00:00:00-08:00&max-results=50

  173. Lamun ngabandungan sabagian gede obrolan di luhur, kuring kacida reueusna jadi urang Sunda. Geningan sakitu jembarna urang Sunda teh (baheula). Tapi lamun nilik kaayaan ki Sunda kiwari, kuring ceurik bathin, rambay cimata sukma kulantaran nalangsa nempo kanyataan ki Sunda geus kasered ka tepis wiring (palangsiang moal lila deui ge tigebrus ka jurang). Gustiiiiiiiiiiiiiiii Nu Maha Agung, kamarana atuh terah-terah menak ki Sunda anu luhur ku elmu, leber ku wawanen teh? Teuing di marana ngancikna atawa nganjrekna. Anu jelas mah tatar Sunda teh geus loba dicekel ku dengeun-deungeun bolongkotan anu teu hir teu walahir. Jadi kaharti pisan lamun beuki dieu, ki Sunda teh beuki teu kadenge sorana.

    Kukituna, kuring salaku urang Sunda, kacida miharep ka sakabeh sekeseler para karuhun Sunda nu baheula ngaheuyeuk dayeuh ngolah nagara di tatar Pasundan sangkan gancang geura turun gunung. Geus nitih wanci nu mustari, ninggang mangsa nu lugina, geus waktuna urang singkil babarengan nanjeurkeun deui kajayaan ki Sunda.

    Prung ah !!!

  174. ku kituna hayu urang wanohkeun deui budaya sunda nu beuki ka sered ku budaya batur…

  175. This post offers clear idea designed for the new viewers of blogging, that genuinely how to do blogging
    and site-building.

  176. Punteun nyuhunkeun penjelsanna upami pangeureusa syarif abdurrahman al qodri atanapi pangeran atas angin sanesna minantuna syaikh Sunan jambu karang purbalingga nyaeta menantu berdarah Arab anu dugi silsilahna ka kangjeung rosul nyuhunkeun penjelsanna nuhun

  177. Hi there, after reading this awesome paragraph i am too glad to share
    my know-how here with mates.

  178. assalamualaikum,sampurasun kasadayana saur abdimah gusti numaha kawasa,gusti nu maha uninga,da urang mah mung saukur ceunah ceuk baruk wungkul da henteu kungsi ngalaman eta zaman,nu saenyanamah mung gusti allah anu uninga sagala kajadian anu aya di alam dunya,Tos cekap ulah di barahas, bilih aya anu lepat dina cariosan,ayeunamah urang babarengan ngawangun ieu nagara ku syareat islam,supados hirup urang merenah,sing eling.kacintaan urang kana sejarah henteu lepat da urang moal aya ayeuna pami teu aya sejarah sesepuh urang kapungkur,mung bade dugi ka iraha urang salisih paham teh ku lantaran urang masing2 ngarasa peling bener,nu kitu nu sae teh?nu paling bener mah mung gusti allah da anjeunna anu ngagaduhan karajaan arsy kalebet alam dunya,hayu urang babarengan masrahkeun sagalana ka gusti allah,urang nyungkeun pitunjuk jalan anu bener pikeun uih ka anjeunna supados henteu sarasab di jalan.ieu salah sahiji kalemahan urang hayeuh wae ngemutan anu ntos,hayu urang ngemutkeun anu acan kajantenan nya eta masa depan urang,kulawargi urang,nagara urang supados henteu kacolongan ku budaya batur,hayu urang lestarikeun budaya urang pikeun ngajaga supados henteu di aku ku nagara batur,ulah dugi ka eleh ku nagara batur,urang tehtos di tempatkeun di wilayah anu subur makmur nyaeta nusantara (indonesia) ku gusti allah ulah dugi ka janten beurit paeh dina lumbung padi.wassalam……sampurasun

  179. Hey I know this is off topic but I was wondering if you knew of any widgets I could add to my blog that automatically tweet my newest twitter
    updates. I’ve been looking for a plug-in like this for quite some time and was hoping maybe you would have some experience with something like this. Please let me know if you run into anything. I truly enjoy reading your blog and I look forward to your new updates.

  180. Allhamdulilah ,,,nambihan dei terang sajarah.

  181. Allhamdulilah,,,,terang sajarah ….hatur nuhun.

  182. Kian santang teh jalma sakti,anu ayenateh masih hirup d banten

  183. Asslmu’alaikum…
    Urang uih kn deui ka gusti nu suci.
    Snes abdi teu percanten kna carita di luhur. Mung abdi kirang yakin. Wallahu’alam…
    Wasslm…

  184. Bukti_ bukti sejarah kiranya dihimpunkan dalam satu musium se provinsi…. Menambah pengetahun dan rasa ingin tahu terus menggebu…. Luar biasa

  185. Alhamdulillah bingah pisan sareng kagum saparantos maos sejarah Islam tataran sunda anu disebarkan ku paraputra prabu siliwangi. Kanggo nyomponan pangartos sareng supados teu lepat nerjahkeun Dina nyebat nami-nami keturunan. Kedah didamel silsilah susunan prabu siliwangi.. Hatur nuhun

  186. Ruar Biasa, kajian yg luar biasa, sejarah memang dikumpulkan dari cerita yg dikuatkan bukti yg masih ada baik literatur maupun cerita2 rakyat yg didukung dengan peninggalan sejarah tsb , tolong dong yg comments jangan pake bahasa daerah pemerhati sejarah yg bukan daerah setempat jadi pusing 7 keliling nyimaknya :D

  187. Syeh Sunan Rohmat Suci Prabu Kian Santang Ratu Sadunya…benar adanya, sejarah telah banyak perubahan, memang benar Beliau adalah gurunya para Wali-9, sulit untuk percaya bagi sebagian orang, jika sudah menyangkut wilayah iman, tidak bisa membedakan, apa itu ghoib dan apa itu ghaib, yg dipelajari oleh para Wali-9 adalah
    “Awwaludini Ma’rifatullah”
    Syareat = kehidupan, Tarekat = Ilmu , Hakekat = Sejati, Marifat = Bathin… Tauhid, Fiqih, Tasawuf

    ” Katanya…pulau Bali itu indah, tp pernahkah kita ke sana? Atau…pernahkah ada orang Bali yg memberitahukan kepada kita bahwa pulau Bali itu indah? ”

    Jasad hanyalah sebuah sangkar, isinyalah yang akan hidup kekal dalam keabadian…

  188. bagus

  189. mboh ora weroh

  190. ass.wrwb,
    nepangkeun abdi, pun bapa turunan ti Yogyakarta (HB) , upami pun biang anu caketna mah Garut Tasik da ari sadayana mah sa pulau jawa aya sigana pun biang mah, ti orok di Bandung janten ari kana basa jawa mung tiasa hiji-dua, siji-loro siji loro wungkul…… punten ah rada heureuy.

    hapunten ka pangasuh, abdi bade naroskeun, manawi aya anu kagungan silsilah lengkep, sanes garis jabatan wungkul, (aya di abdi Copy-an turunan jabatan sa pulau jawa) tapi dipilarian anu aya kasisi kagigirna. ti Cirebon (sunan Gunung Jati), Sumedang (Pangeran Geusan Ulun), Cianjur, Banten, ti Tasikmalaya, utamina pisan anu dipilarian silsilah ti Sukapura (Syech Abdul Muhyi) abdi pareumeun obor. Garutna mah, milari Timanganten ti uyut ka luhur (Rd Usnaedi (sudalarang-sukawening),. ti Garut kaleresan abdi gaduh buku silsilah rundayan mulabaruk (mbah Ali/Bagus Arsaen) ti luhurna Prabu WastuDewa (sudalarang) & Prabu Liman Sonjaya (Limbangan), aya silsilah kasisina, dugi ka pun nini, Nyi Rd Siti Komariah, ti aki anu pareum obor teh Rd Sukandar (sukapura)

    hatur nuhun ka pangersa pangasuh.

  191. “Cakrabuana, Syarif Hidayatullah, dan Kian Santang; Tiga Tokoh Penyebar Agama Islam di Tanah Pasundan Pustaka Islam-Sunda” truly makes me think a small amount extra.

    I treasured every individual portion of this post.
    Many thanks ,Magdalena

  192. urang kedah ngaraos bingah yen masih seueur urang sunda merhatoskeun keneh kana sejarah sinareng budaya sunda.saha deui nu rek ngamumule sunda lain urang sunda sorangan.

  193. jadi tau…bermanfaat buangett,..

  194. assalamu’alaikum wr wb,,,
    Mkasih udah sharing tentang sejarah di tanah sunda, apalagi tentang tokoh2 penyebar islam di tanah sunda, itu menjadi sebuah kebanggaan bagi orang sunda ,,,

  195. ..Rahayu..Sagung Dumadi..sungkem..Ibu Pertiwi…leluhur Jawa..tanah tempat penghidupan-khidupan..mulai moyang2ku hingga aku..yang terlahir di tanah jawa…

  196. Mantap dan jelas. Inilah cerita dan kisah sejarah yang benar.

  197. Mantap dan jelas. Inilah cerita dan kisah sejarah yang benar.

  198. punten kang abi bade tumaros umpami makam eyang kuwu sangkan tepatnya di mana nya, mohon bantuan sareng penjelasanya kang…
    sebelum dan sesudahnya saya ucapkan terimakasi

  199. And Stoploss setting adding 5 to 15metersbrightest lighting coverage
    do you getthere? Those researchers found that the independent expert committee and revisions are made accessible for
    most of the agency focuses on options trader
    247 is a resounding no! When the market before
    any news that the responders from Placebo group in Phase I Trader 247 trials were commenced in
    the skin. After he came home, your income and real profits.

  200. punten pami turunan orang sunda anu versi ka ii ti jalur uyut sawi cibiru bandung, hoyong terang lengkapna. turunan kaluhur saraeng kahandap?…………………

  201. Hi I am so excited I found your blog, I really found you by error,
    while I was looking on Askjeeve for something else, Anyhow I am here now and would just like to say kudos for a incredible post and a all round entertaining blog (I
    also love the theme/design), I don’t have time to read it all at the minute
    but I have book-marked it and also added your RSS feeds, so when I have time
    I will be back to read much more, Please do keep up the awesome jo.

  202. Just want to say your article is as astonishing.
    The clarity in your post is just spectacular and i could assume you’re an expert on this subject. Well with your permission allow me to grab your RSS feed to keep updated with forthcoming post. Thanks a million and please keep up the enjoyable work.

  203. saya ingin tanya,, prabu surawisesar itu anak dari siapa,, apakah anak dari kentring manik ???

  204. Hello to all, because I am really eager of reading this webpage’s post to be updated regularly. It includes nice information.

  205. Manawi aya anu gaduh silsilah syekh fatah rohatulloh sms 085222448774

  206. alhamdulilah,, nuhun gusti,, ai tos terang kieu mah, sim kuring beuki bangga we salaku urang sunda.. hatur nuhun..

  207. This is done through laxatives, which causes the most common form of diabetes.
    After a single week, the group which was given green pure green
    coffee bean extracts loss urge for food and decreased the activity of
    an enzyme responsible for the characteristic green hue in the drink, and catechins.

  208. These natural green coffee bean extract work primarily to suppress hunger.
    Green tea benefits include cancer prevention, and 25 times more potent than vitamin E.

  209. Hello, its fastidious article concerning media print, we all be familiar with media is a wonderful source of information.

  210. Abdi katurunan cirebon tapi lahir di bandung, abdi percanteun ku penyebaran islam di jawa barat ku 3 tokoh di luhur (pangeran cakrabuana, pangeran kian santang sareung syekh syarif hidayatullah/kanjeung sunan gunung jati) lantaran abdi kantos jiarah kubur kanu tokoh2 di sebut di luhur di antarana : prabu kian santang, ssunan gunung jati, sunan cipancar, syekh jaffar shidiq, eyang pakapak sareng nu lianna, abdi ngahaturkeun nuhun ku di guarna sajarah islam di jawa barat

  211. Cerita d atas sama dng cerita yang d ceritakan nenek kakek saya.

  212. izin copas gan . . .
    buat artikel . . .

  213. SubhanaAlloh.. Kami sangat berterima kasih dengan penulis dan seluruh komentator di situs ini. Semoga Alloh swt senantiasa sehat lahir batin dan sukses, serta ridho dengan inovasi dan wacana sejarah Anda semua.. Al Fatiha……

  214. Hey! I know this is kinda off topic however , I’d figured I’d ask.
    Would you be interested in exchanging links or maybe
    guest authoring a blog post or vice-versa? My blog goes over
    a lot of the same subjects as yours and I believe we could greatly benefit from each other.

    If you are interested feel free to shoot me an e-mail.
    I look forward to hearing from you! Terrific blog by the way!

  215. Kalo menurut Babad Cirebon, kerjaan Islam Cirebon berperang melawan kerajaan Galuh (Hindu). Dengan taktik curang akhirnya Cirebon bisa mengalahkan Galuh. Penulis Babad Cirebon sendiri penganut Islam, tapi dia mengakui kalau kerjaan Islam bisa menang terhadap kerajaan Hindu karena siasat curang.
    Karena itu bagi saya kepahlawanan para penyebar Islam di tatar Sunda jadi berkurang maknanya. Timbul kesan bahwa dalam menyebarkan agama Islam, mereka menghalalkan segala cara demi kemenangan.

  216. Aslm.
    Sejarah Rd. Kian Santang memang penuh msiteri dan banyak versi, tapi dari sekian cerita terdapat kisah yag perlu dicermati. daintaranya bahwa belaui pernah berguru kpd Sayidina Ali. Perlu diketahui bahwa Sayidina Ali hidup pd abad 8 M. sementara Rd Sangara (yg sll disebut Rd Kian Santang) hidup pada abad 15. Bgmn mungkin beliau berdua bisa ketemu padahal hidup pada zaman yg berbeda (terpaut 800 tahun) ?

    Mnrt catatan dari orang2 tua, Kian Santang yg asli hidup pada zaman Taruma Nagara (abad 7). Dia adalah pangeran yang bisa menundukan serbuan Dinasty Tang dari Cina. Kian santang artinya Ksatria Penakluk Dinasty Tang. Dia terkenal kuat (sakti) dan hanya dapat dikalahkan oleh Sayidina Ali.

    Dahulu kisah Kian Santang ditulis dalam buku dan tersimpan di perpustakaan kerajaan Padjadjaran.

    Alkisah Pangeran Walangsungsang yg merupakan putera Prabu Silihwangi merupakan seorang ulama yg menyebarkan Islam di Tanah Pasundan (dimulai dari Cirebon). Dalam dakwahnya beliau selalu menceriterakan kisah Kian Santang (yag dia baca di Perpustakaan Kerajaan padjajaran). Namun kisah tersebut sedikiit dirubah disesuaikan dengan kepentingan dakwahnya. Masyarakat yg mendengar ceriteranya beranggapan bahwa kian Santang itu dia sendiri (Rd. Walangsungsang).

    Alkisah sebelum Prabu Silihwangi menikah dengan Ny. Subang Larang beliu telah masuk Islam. Jd cerita bahwa terjadi perang antara Kian santang dg Silihwangi garagara berbeda agama peerlu dicermati dg bijak. Sudah bukan rahasia lg bahwa sejarah kita banyak direkayasa oleh pihak luar dg tujuan mengadu domba (devide et impera).

    Demikian. wallau A’lam Bisawab

    Wass. wrwb

  217. I am now not sure where you’re getting your info, however good topic. I needs to spend some time learning more or figuring out more. Thanks for wonderful information I used to be on the lookout for this information for my mission.

  218. Article writing is also a fun, if you know after that you
    can write or else it is complicated to write.

  219. Does your website have a contact page? I’m having problems locating it but, I’d like to shoot you an
    e-mail. I’ve got some suggestions for your blog you might be interested in hearing. Either way, great website and I look forward to seeing it grow over time.

  220. asalamualaikum sebelumnya
    menurut saya cerita diatas dr semua yg sya baca termasuk komentarnyapun maap2 aja nih , itu smua gk ada yg bener
    yg benertuh RADEN PRABU KIAN SANTANG adalah AYAH dari PRABU SILIWANGI .

  221. Thank you for every other informative web site. The place else may
    just I get that type of information written in such a perfect manner?
    I’ve a mission that I am simply now running on, and I have been at the glance out for such info.

  222. Fantastic beat ! I would like to apprentice while you amend your
    web site, how can i subscribe for a blog web site? The account aided me a acceptable
    deal. I had been a little bit acquainted of this your broadcast provided bright clear
    concept

  223. I like the valuable information you provide in your
    articles. I will bookmark your weblog and check
    again here regularly. I’m quite certain I’ll learn a
    lot of new stuff right here! Good luck for the next!

  224. I am truly thankful to the owner of this website who has
    shared this impressive piece of writing at at this place.

  225. Having read this I believed it was really enlightening.
    I appreciate you finding the time and energy to put this informative article together.

    I once again find myself spending way too much time both
    reading and leaving comments. But so what, it
    was still worth it!

  226. Why visitors still use to read news papers when in this technological globe the whole thing is accessible on web?

  227. I think the admin of this site is truly working hard for his web site,
    for the reason that here every stuff is quality based information.

  228. Hey there, You’ve done a great job. I’ll certainly digg it and personally recommend to my friends.
    I’m sure they will be benefited from this site.

  229. Quality content is the crucial to attract the users to pay a quick visit the web site, that’s what this web site is providing.

  230. Alhamdulillah nambihan pangalaman ari seuur macamah…hatur nuhun

  231. bagaimana cara mendapatkannya

  232. saya barusan ngobrol dengan keluarga besar yang memang jarang saya temui dari pihak ibu saya, ternyata katanya saya merupakan keturunan syeikh jafar sidiq yang dirunut keatas akan mengarah ke kian santang dan prabu siliwangi. dan katanya semua silsilah bisa dipertanggung jawabkan, wallohualam, saya blm sempat nyusur silsilah

  233. semoga ada manfa’atny buat generasi yg akan datang.

  234. Hatur nuhun ka penulis simkuring janten nambih wawasan elmu sajarah islam di nusantara utamina di tatar sunda,,

  235. Indonesia………. majemuk…mau berbagi tempat…. berbahagialah orang yang mampu menerima perbedaan

  236. Aslmkm.nuhun pisan.tos ngabeberkeun sejarah islam sunda .mung ulah hilap kasadayana terapkeun islam sajatina sareng af’alna mugi kahartos kusadayana wslm,

  237. bolh tw kpn islam berdiri di pulao mataram lombok nusa tenggara barat.

  238. Manawi uninga sejarah semar ? naha saukur wayang atanapi aya sejarahna ?

  239. pamendak abdimnah saena ngaosna ku rasa supados kapendak hikmahna, janten teu silih salahkeun, silih pang akuna, silih sangka ngaya ngaya carita. tos beungnag ku rasa nembe regepkeun kana diri insyalloh wasilah na tina ieu seratan sadaya para wargi teh bakal janten wasilah silaturahmi nu diparengan ridho gusti. amin ya robal alamin.

  240. Hade iye carita, panjang perjalanan na nyien panasaran, berbobot pisan

  241. Hapunten ti abdi. Dina pamendak abdi carita teh aya sababaraha macem, diantawisna carita Ki Pantun sareng Riwayat atanapi sajarah.

    Mungguh Ki Pantun Kian Santang tepang sareng Sayidina Ali lantaran hayang terang getih sorangan.

    Mungguh sajarah Kian Santang ngiring ngadegkeun Kasultanan Banten dina taun 1526 M.

    Sayidina Ali jumeneng dina taun 600 M langkung. Saterasna mangga emutan

  242. Salut ey?Ka nu nybrkn islm ka luluhr urg nya eta kian santang

  243. Nikmati dan teruskan perjuangan para pendahulu kita dengan sebaik baiknya,banyak ngomong malah banyak kelirunya nanti

  244. âҜÛ ҜÎâñ $âñtâñg

  245. hatur nuhun kangge akang nu nyerat ieu sajarah. Rada asup akal sareng cocok jeng bayangan sim kuring. Da tos maos blog blog sanes nu ngabahas kian santang teh teu aya nu pas. Seueur pisan nu teu kahartos. Lantaran sim kuring pertama maos sejarah cirebon teh ti buku “babad tanah sunda, babad cirebon karangan suleman sulendraningrat” tapi pan kian santang mah teu kacaturken, og hal fatahilah janten raja cirebon. Tp mung janten mantu sunan gunung jati wae. Sakali deui hatur nuhun. Janten nambihan elmu keur sim kuring

  246. sejarah itu harus kita hargai,karna kita bukan orang israel yang tidak mempunyai sejarah budaya dan adat. kita harus bersyukur dilahirkan yang mempunyai sejarah diketurunnya.
    ada sumber: bahwa sebenarnya prabu siliwngi tidak mati tapi (ngahiang) atau menghilang saat bertempur dengan anaknya dan sebelum menghilang dia mengatakan bahwa ia akan memperjuangkan/membantu jalan agama islam dalam hal apapun tapi ia akan masuk islam setelah kiamat datang. percaya ga percay coba anda buktikan disetiap maqam wali selalu dijaga oleh jin yang berwujud maung.
    dan yang menjadi perdebatan antara anak dan bapa itu adalah perkara hari kiamat.

  247. Assalamu’alaikum
    Sampurasun…

    Saleresna Aya seueur carita tentang Islamisasi di Nusantara terutami di tanah Pasundan, margi seueur oge sumberna… Wallahu’alam eta mana nu leres anging Gusti Alloh anu Maha Uninga kana sagala rupi na..
    Nu jelas, ayana Islam di Tatar Pasundan oge di Nusantara eta atos gerat ti Alloh SWT, namung memang urang kedah uninga oge saha wae anu parantos nyandak eta Ajaran anu pangsaena dugi ka urang.
    Teu aya lepatna pami urang dongkap ka ahli sirsilah, Insya Alloh langkung jelas sagala rupi na, pilari sadaya sumber.
    Pami simkuring mah langkung percaya ka sumber anu jelas asal usulna, pami dina Hadist tea mah aya Sanad na, nya sami wae perkawis ieu sajarah oge…

  248. Hatur nuhun parantos nerbitkeun seratan simkuring, oge anu maosna, mugia Allah ngabales kasaenna anu berlipat ganda, insaallah upami peryogi seratan nu sanesna insaalloh dikintunkeun. Wassalam (Asep Ahmad Hidayat)

  249. ngiring tumaros ,manawi aya nu uninga kana sajarah desa bangkelung kapungkur ayeunamah tos gentos janten desa margaharja ayana di kacamatan sukadana ciamis

  250. My brother recommended I might like this web site. He was totally right.
    This post actually made my day. You can not imagine just how much
    time I had spent for this information! Thanks!

  251. NEW Behringer XENYX UFX1604 16-Input 4-Bus Mixer -16×4 USB/FireWire

  252. Daftar Pustaka
    Didi Suryadi. 1977. Babad Limbangan.
    Edi S. Ekajati. 1992. Sejarah Lokal Jawa Barat. Jakarta: Interumas Sejahtera.
    _________. 1995. Kebudayaan Sunda (Suatu Pendekatan Sejarahi). Jakarta: Pustaka Jaya.
    Hamka. 1960. Sejarah Umat Islam. Jakarta: Nusantara.
    Pemerintahan Propinsi Jawa Barat. 1983. Rintisan Penelusuran Masa Silam Sejarah Jawa Barat.
    Sulaemen Anggadiparaja. T.T. Sejarah Garut Dari Masa Ke Masa. Diktat.
    Yuyus Suherman. 1995. Sejarah Perintisan Penyebaran Islam di Tatar Sunda. Bandung: Pustaka.

  253. haturnuhun kanu ngadamel ieu artikel anu sangat berguna….

  254. Spot on with this write-up, I truly believe that this website needs much more attention.
    I’ll probably be back again to see more, thanks for the
    info!

  255. Janteun terang silsilahna prabu siliwangi sareung nambih wawsan sejarah sunda.abi wahyu febrian saluku urang sunda asli hoyong teurang pisan sejarah sunda.
    Nuhun pisan..
    Assallamuallakum…

  256. SUBHANALLOH,, ALHAMDULILLAH..

    Sampurasun,.
    Bagja kangge simkuring tiasa kenging ksempetan kumpul ngariung sareng dulur2 anu miresep kana kabudaya’an sareng sejarah!

    Ti pribados mah nitip ka sadayana,”hayu babarengan nyandak hikmah tina naon rupi nu jnten pendapat sareng perbedaan!”
    panginten nu langkung utami makna tina eta sadaya,, urang silih asah,silih asih,silih asuh sareng silih wangian.. Tp omat baraya, sanes mung ukur papada manusa wungkul, tp ka sadaya makhluk ciptaan ALLOH SUBHANAHUWATA’ALLA.. Panginten baraya ge langkung paham kadinyana..

    Mangga kasadayana haturnuhun…!!!

  257. Mudah-mudahan benarnya masing diridoi Alloh Swt ,adapun kesalahannya masing di hampura oleh Alloh Swt. Amiiiiin

  258. Mf…bukannya syeh datuk qhafi dan syeh nur jati bliau orng yg sma krna bliau adalah orng yg pertama mngjar islam di cirebon,smuah itu trbukti ada d makamnya

  259. Greate article. Keep writing such kind of information on your blog.
    Im really impressed by it.
    Hi there, You have performed an incredible job.
    I’ll definitely digg it and in my opinion suggest to
    my friends. I’m sure they’ll be benefited from this site.

  260. oke lah setuju kabeh…wis pinter kabeh….wong saiki ora weruh jaman biyen mung jare critane simbah…

  261. sadayana sae mung punten sanes mapatahan ngojay ka meuri hapunten pisan ka sadayana abdi jalmi dhoif teu bodo bodo acan pami tiasa samameh nulis samemeh nyarios kaji heula memeh nga hukuman kudu apal heula kana hukumna memeh nafsiran kudu apal kana elmuna.ari islam di bangun ku syariat,torekat,hakekat,ma’rifat.ari syariat aya 15 fan ilmu fiqih,tauhid,nahu,bayan.shorof,maani,manteq,tafsir,hadist dan lain2 kurang lebih 15 fan.ari thorekat,hakekat,makrifat ku elmu tasyauf dan lain2 lamun di carioskeun panjang.pang alus2na elmu eta fikih anu di dasaran ku elmu elat nyaeta nahu.shorof dll pang alusna amal eta ngajaga ucap tingkah laku lampah nyaeta ilmu tasyauf tinggal dina kitab kuning ta’liim,al-hikam,tanwil qulub dll.sing saha jalma di ajar ilmu fiqih teu di ajar ilmu tasyauf di hukuman fasik sing saha jalma anu di ajar ilmu tasyauf teu di ajar fiqih zindik atheis anu benermah di ajar duanana eta anu pasti benerna.punten ka kang kabayannist upami teu terang naon islam sareng sufi tong asal nulis sareng ngawaos,ka kang ujang syhandi kade ah eta nulis sareng waos babacot jaga wani2 nyebut shalat iblis lamun teu nyaho elmuna jeung dasar hukum ulah asal heuay ari iman ka bagi sabaraha tahap?islam teh naon?ihsan teh naon?di ajar deui tah elmuna ka pasantren elat -+20 tahun deui lamun kang sandi can bisa elmu dasar agama Islam anu 15 fan jeung hafiz Al-QUR’AN tong wani2 nafsiran nga hukuman QUR’An jeung hukum agama ari hukum agama mah kudu ku elmuna lain ceuk akal otak hungkul.punten ah ka sadayana urang nyandak hikmahna ti perjalanan atana
    pi riwayat karuhun urang kanggo ningkat keun iman islam sareung amal ibadah anu sanesna oge majukeun lemah cai urang hapunten bilih aya ucap kirang sae atanapi lepat dina tulisan kasadayana.da abdi mah jalmi dhoif.

  262. Hi, i believe that i saw you visited my weblog
    thus i got here to return the want?.I am trying to to find things to enhance my web site!I assume its good enough to use a few of your concepts!!

  263. Siapapun anda yg bangga akan keturunan tidak akan berarti apapun bagi dunia bila tidak bisa mengajak manusia pada keselamatan yang hakiki (selamat di akherat), Saya sebagai pejuang ekonomi Islam yg murni (tanpa riba, bunga bank, jasa pinjaman dan atau bagi hasil dari modal usaha) mengajak pemerhati rakyat untuk menyelamatkan umat dengan menyelamatkan ekonomi umat dari sistem kapitalis dan zionis yg borjuis, konsep lengkapnya ada di blog Awam Gugat, Riba/ bunga bank/ jasa pinjaman/ bagi hasil dari modal usaha adalah senjata barat menghancurkan tatanan umat Islam yg diawali dengan hancurnya tatanan ekonomi, terus ke tatanan sosial, terus ke tatanan pemikiran dan akhirnya ke tatanan akidah, kafir gara2 riba/ bunga bank/ jasa.

  264. Saya mengajak kepada semua saudaraku, jangan terlalu dipermasalahkan siapa yg menyebarkan Islam di Nusantara dan khususnya tatar sunda, mari kita bangkit dan teruskan misi Islam menjadi rahmat alam, khususnya tatar sunda, sebab saya yakin Islam akan bangkit dari tatar sunda dan menjadi motor bangkitnya Islam sedunia, asalkan kita mau menerapkan syariah Islam walaupun bukan dg pemerintahan Islam, khususnya sistem ekonomi kita harus sistem syariah/ hukum Islam, terutama masalah pinjaman, simpanan, modal usaha dan kerjasama usaha, jauhkan dari unsur RIBA, BUNGA, JASA ataupun BAGI HASIL, terutama utk kaum ekonomi lemah sampai dg ekonomi menengah, dan hati-hati dengan konsep atau sistem BAGI HASIL yg sudah banyak diterapkan oleh yg ngaku sebagai LEMBAGA KEUANGAN SYARIAH/ BANK SYARIAH. Pakailah sistem yg sudah pasti hukumnya dan lebih afdol daripada sistem yg masih meragukan sah atau halalnya menurut dasar awal qur’an dan hadist, Yang sudah sangat jelas halal dan afdol adalah pinjaman tanpa ada kelebihan dalam pengembaliaannya. CAMKAN dan PIKIRKAN saudaraku.

  265. Assalamu’alaikum..
    Berbeda-beda tapi tetap Satu.
    Satu Alloh..
    Satu Adam..
    Satu Islam..
    Sesama kita saling melengkapi..
    Yang membedakan Akhlak &Perilaku..
    Sejarah Kanjeng Prabu sangat Harum, khususnya untuk Jawa Barat. Mari kita silih asah, silih asih, silih asuh..

    • Subhanalloh…
      Alhamdulillah…
      Allohu Akbar..
      Sunatulloh..rame nya alam dunya..
      Nyaan ‘manusa’ teh makhluk nu disampurnakeun..
      Sabab-akibat, kholiq-makhluk, hade-goreng, cangcaya-yakin,lahir- batin jsb2na

  266. Hello! I’m at work surfing around your blog from my new apple iphone!
    Just wanted to say I love reading through your blog and look
    forward to all your posts! Carry on the excellent work!

  267. Punten ka sadayana, Sampurnana jelma mun tos ikhlas lillahi ta’allah kana sagala nu ditarima jeng nu dilakukeun dina hirupna, jeng tos saluyu jeng aturan atawa hukum Allah ta’allah. Ulah atoh disebut beda ti batur, peda beda teh rahmat Allah, beda nu asup dina Rahmat Allah teh mun bedana masih dina aturan atawa hukum Allah ta’allah, Ulah siga kaum JIL (Jaringan Islam Liberal nu kiblatna ka sekuler/ barat), nu atoh dipuji ku barat ku lantaran pahamna nu plural tea). Punten ka sadayanya, kenging benten tapi kedah tetep dina hukum Allah SWT..

  268. Have you ever considered publishing an ebook or guest authoring on other sites?
    I have a blog centered on the same subjects you discuss and would love
    to have you share some stories/information. I know my readers would
    value your work. If you’re even remotely interested, feel free
    to send me an e mail.

  269. Hi there! I know this is kinda off topic but I was wondering which blog platform are
    you using for this website? I’m getting fed up of
    Wordpress because I’ve had issues with hackers and I’m looking at options for another
    platform. I would be fantastic if you could point me in the direction of a good
    platform.

  270. You need to be a part of a contest for one of the
    finest websites on the web. I will recommend this web site!

Kantunkeun Balesan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Robih )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Robih )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Robih )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Robih )

Connecting to %s

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 30 other followers

%d bloggers like this: