Perkembangan Kamus Sunda

Oleh ATEP KURNIA

Josua van Iperen adalah orang yang mulai mengumpulkan kosakata Sunda. Ia memuatkannya dalam “Proeven van Hoog, Gemeen en Berg Javaans”. Tulisan tersebut dimuat dalam Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap der Kunsten en Wetenschappen (Tweede Deel) tahun 1780. Ia melakukannya dengan maksud untuk menjadikannya bahan perbandingan. Sebab, sepertinya, orang Belanda “semaput” dengan bahasa Sunda karena bahasa Sunda hampir mirip dengan bahasa Jawa. Dalam pelaksanaannya, Iperen membanding-bandingkan Bahasa Jerman Tinggi, Bahasa Sunda atau Bahasa Gunung, Bahasa Jawa Umum, dengan Bahasa Tinggi Bangsawan Jawa (Moriyama 2005: 19, 320). Continue reading

“Nguyang”, Penafsiran Lokalitas Sunda Atas Islam

Oleh AHMAD GIBSON AL-BUSTOMI

Baheula ku basa Sunda ahirna ku basa Arab, jadi kaula nyundakeun Arab nguyang ka Arab, ngarabkeun Sunda tina Basa Arab (Hasan Mustapa, Qur’anul Adhimi).

PERTEMUAN Sunda-Islam dalam perspektif kultural tidak bisa dipandang sebagai pertemuan yang sederhana karena Islam hadir sebagai agama, bukan sekadar representasi kekuatan politk atau budaya belaka. Agama senantiasa (diyakini) hadir dalam wujudnya yang lengkap, sufficiently. Continue reading

Mengapa Aksara Pegon Ditelantarkan?

Oleh IIP ZULKIFLI YAHYA

TULISAN A. Chaedar Alwasilah (ACA), “Meluruskan Politik Bahasa Ibu”, Jumat (21/2), menarik untuk ditindaklanjuti. Dalam salah satu paragraf artikelnya, ACA menulis, “Dalam pada itu peran literasi bahasa Arab seperti dinafikkan begitu saja. Banyak orang tua di Indonesia yang buta huruf Latin, tetapi mampu membaca dan menulis dalam huruf Arab. Huruf Arab Melayu telah berjasa sebagai medium dalam mendidik bangsa ini. Para orang tua berkomunikasi dalam BD dengan huruf tersebut. Sayangnya, sistem pendidikan sekarang ini tidak lagi melihatnya sebagai alat untuk mencerdaskan bangsa, padahal di Malaysia aksara ini masih dilestarikan. Bahkan, mereka menyebutnya sebagai huruf Arab Jawi.” Continue reading

Al-Arabiyyah dan Bahasa Sunda; Ideologi Penerjemahan dan Penafsiran Kaum Muslim di Jawa Barat

Oleh BENYAMIN G. ZIMMER

Bismillâhirrahmânirrahîm. Assalamu’alaikum wa rahmatullahi wa barakatuhu. Saya membuka tulisan ini dengan dua ucapan bahasa Arab yang disebut basmalah dan salam. Ucapan-ucapan ini sudah menjadi formula pembukaan untuk segala macam ceramah dan pidato seluruh kaum muslim di Indonesia. Apa yang terjadi ketika kalimat-kalimat ini diucapkan? Dari satu segi, saya menunjukkan bahwa tulisan yang saya berikan ini demi nama Allah subhânahu wa ta’ala, lalu saya menyampaikan seruan berdamai kepada para pendengar yang saya hormati. Continue reading

Alquran dan Tafsir Sunda

Oleh HAWE SETIAWAN 

DALAM bahasa ibu, pesan Tuhan kiranya akan lebih meresap ke dalam kalbu. Barangkali karena itu sejumlah individu dan lembaga bekerja keras menerjemahkan, mengadaptasikan, dan menafsirkan Alquran ke dalam bahasa Sunda.

Sayang, memang, tidak seluruh hasilnya terdokumentasikan secara baik. Namun, setidaknya, ada yang kita ingat, dan mumpung masih sempat, beberapa di antaranya ada baiknya kita catat. Continue reading

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 31 other followers