Kiai Haji Ahmad Sanusi

(1888-1950)

Ahmad Sanusi (Sukabumi, Jawa Barat, 1888-Sukabumi, 1950) adalah tokoh Partai Sarekat Islam (SI) dan pendiri al-Ittihadiat al-Islamiyah. Ayahnya, Haji Abdurrahman, adalah tokoh masyarakat dan pengasuh pesantren di desanya. Ahmad Sanusi memperoleh pelajaran agama dari orang tuanya sampai ia berusia lima belas tahun. Setelah dewasa ia lalu belajar ke beberapa pondok pesantren di Jawa Barat selama kurang lebih enam tahun. Lajengkeun maos

Advertisements

Haji Hasan Mustapa

(1852-1930)

Haji Hasan Mustafa (Garut, Jawa Barat, 1268 H/3 Juni 1852 M – Bandung, 1348 H/13 Januari 1930) adalah seorang ulama dan pujangga Islam yang banyak menulis masalah agama dan tasawuf dalam bentuk guritan (pusisi yang berirama dalam bahasa Sunda), pernah menjadi kepala penghulu di Aceh pada zaman Hindia Belanda. Lajengkeun maos

Peran Sunan Gunung Djati dalam Dakwah dan Sosial Budaya

Oleh DADAN WILDAN

DALAM kosmologi Jawa, seperti halnya banyak kosmologi Asia Tenggara lainnya, menurut van Bruinessen (1999:42), pusat-pusat kosmis, titik temu antara dunia fana dengan alam supranatural, memainkan peranan sentral. Kuburan para leluhur, gunung, gua, dan hutan tertentu serta tempat “angker” lainnya tidak hanya diziarahi sebagai “ibadah” saja tetapi juga dikunjungi untuk mencari ilmu (ngelmu) alias mencari kesaktian dan legitimasi politik. Lajengkeun maos

Syarif Hidayatullah dalam Perspektif Kewalian

Oleh IKYAN SIBAWAIH

PERLU ditegaskan bahwa penulis mengasumsikan bahwa Syeikh Syarif Hidayatullah dan Sunan Gunung Djati merupakan orang yang sama. Dengan kata lain, salah satu nama lain dari Syeikh Syarif Hidayatullah adalah Sunan Gunung Djati. Hal ini perlu ditegaskan untuk menghindari kesamaran dalam tulisan ini, sekalipun hal ini mengabaikan polemik berkepanjangan tentang identitas siapa sebenarnya Syarif Hidayatullah dan Sunan Gunung Djati. Lajengkeun maos