“Haolan” dan Solidaritas Sosial

Oleh HILMAN SAEPULLAH

SALAH SATU tradisi masyarakat Muslim Indonesia yang erat kaitannya dengan Hari Raya Idul Fitri adalah “haolan” atau “haol”. Dalam satu atau dua dasawarsa belakangan ini, paling tidak di masyarakat Sunda, tradisi ini rasanya semakin ramai.

Istilah ‘haolan’ berasal dari bahasa Arab, hawl, yang artinya daur dalam satu tahun. Dengan demikian, haolan dapat diterjemahkan sebagai ‘tahunan’. Haolan memang mengacu kepada waktu, bukan kepada jenis kegiatan. Itulah sebabnya segala kegiatan rutin tahunan dapat disebut ‘haolan’. Tetapi paling tidak, ada dua hal yang dikenal luas sebagai haolan. Lajengkeun maos

Advertisements

Tradisi Masyarakat dalam Hidup dan Mati

Oleh RUSLI PRANATA

Dalam Kamus Filsafat (1996: 1.115-1.116), tradisi merupakan adat istiadat, ritus-ritus, ajaran-ajaran sosial, pandangan-pandangan, nilai-nilai, dan aturan-aturan perilaku, yang diwariskan dari generasi ke generasi. Takdir atau hidup dan mati sebuah tradisi sangat bergantung dan ditentukan oleh dua faktor. Pertama, pengguna atau pemakai tradisi (masyarakat). Kedua, pihak yang berkuasa atau pemerintah.

Untuk faktor pertama (pengguna tradisi), kita ambil saja contoh tradisi lokal yang pernah ada di sekitar Desa Babakan Panjang, Kec. Nagrak, Kab. Sukabumi. Tradisi yang pernah ada di sana salah satunya adalah tradisi yang berkaitan dengan pertanian. Dari dulu sampai sekarang para petani di desa tersebut Lajengkeun maos