Perkembangan Kamus Sunda

Oleh ATEP KURNIA

Josua van Iperen adalah orang yang mulai mengumpulkan kosakata Sunda. Ia memuatkannya dalam “Proeven van Hoog, Gemeen en Berg Javaans”. Tulisan tersebut dimuat dalam Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap der Kunsten en Wetenschappen (Tweede Deel) tahun 1780. Ia melakukannya dengan maksud untuk menjadikannya bahan perbandingan. Sebab, sepertinya, orang Belanda “semaput” dengan bahasa Sunda karena bahasa Sunda hampir mirip dengan bahasa Jawa. Dalam pelaksanaannya, Iperen membanding-bandingkan Bahasa Jerman Tinggi, Bahasa Sunda atau Bahasa Gunung, Bahasa Jawa Umum, dengan Bahasa Tinggi Bangsawan Jawa (Moriyama 2005: 19, 320). Lajengkeun maos

Advertisements

The Islamic Tradition of Cirebon; Ibadat and Adat Among Javanese Muslim

Kendati sudah terbilang lama dan Anda pasti telah membacanya, buku ini sangat bermanfaat. Buah karya Abdul Ghoffir Muhaimin. Semula, ia merupakan thesis Ph.D. penulisnya pada The Australian National University (1995). Edisi bahasa Indonesianya, “Islam Dalam Bingkai Budaya Lokal: Potret Dari Cirebon”, diterbitkan oleh Logos bekerjasama dengan Yayasan Adikarya IKAPI dan Ford Foundation (2001). Departemen Agama RI juga telah mempublikasikan edisi bahasa Inggrisnya secara terbatas pada tahun 2004. Lajengkeun maos

Entertainment and Circumcisions; Sisingaan Dancing in West Java

By Jörgen Hellman

The article elicits the complex relationship that exists in many Asian societies between art, drama and religious ritual. Male circumcisions in West Java are often elaborated into extraordinary events, including hundreds of guests who take part in a common meal and enjoy different kinds of artistic performances. Sisingaan dancing is an art form developed to entertain guests during these rituals and the article demonstrates how the dance is weaved into a specific conceptual universe. Lajengkeun maos

Analisis Historis Tentang Sunan Gunung Djati

Oleh NINA H. LUBIS

DALAM makalah ini akan dikemukakan suatu analisis historis tentang identitas Sunan Gunung Djati, salah seorang wali dari Wali Sanga, yang menjadi pendiri Kesultanan Cirebon dan Banten, sekaligus penyebar agama Islam di Jawa Barat.

Sunan Gunung Djati, menjadi tokoh utama dalam berbagai naskah lama yang dapat disebut sebagai naskah-naskah Cirebon. Selain itu, beberapa buku Lajengkeun maos

Sunan Gunung Djati; Pembuktian Terbalik

Oleh AYATROHAEDI

MEMBICARAKAN tokoh panutan suatu kelompok masyarakat tertentu, merupakan sesuatu yang tetap menarik, sekaligus menantang. Kian sedikit sumber yang tersedia, akan kian bertambah pula tantangan yang dihadapi. Misalnya saja, benarkah embaran yang tersaji dalam berbagai sumber yang keshahihannya masih perlu disawalakan lebih lanjut. Lajengkeun maos

Syekh Haji Abdul Muhyi

(1650-1730)

Abdul Muhyi, Syeikh Haji (Mataram, Lombok, 1071 H/1650 M-Pamijahan, Bantarkalong, Tasikmalaya, Jawa Barat 1151 H/1730 M). Ulama tarekat Syattariah, penyebar agama Islam di Jawa Barat bagian selatan. Karena dipandang sebagai wali, makmnya di Pamijahan di keramatkan orang. Lajengkeun maos

Perlawanan Kaum Santri, 25 Pebruari 1944

Oleh NINA HERLINA LUBIS

“I HAVE nothing to offer but blood, toil, tears, and sweat.” Itulah “kata-kata bersejarah” yang diucapkan Winston Churchill pada tanggal 13 Mei 1940, tiga hari setelah dia diangkat menjadi perdana menteri Inggris. Kata-kata itu ternyata memberi spirit yang luar biasa kepada para pejuang Inggris untuk memenangkan Perang Dunia ke-2.

Empat tahun kemudian, di tempat nun jauh di Timur, di mana jam menunjuk angka enam jam lebih cepat, “kata-kata bersejarah” itu menjadi fakta sejarah. Pada tanggal 25 Februari 1944, yang jatuh pada hari Jumat, di sebuah kampung Lajengkeun maos