Cakrabuana, Syarif Hidayatullah, dan Kian Santang; Tiga Tokoh Penyebar Agama Islam di Tanah Pasundan

Oleh ASEP AHMAD HIDAYAT

BERBICARA tentang proses masuknya Islam (Islamisasi) di seluruh tanah Pasundan atau tatar Sunda yang sekarang masuk ke dalam wilayah Provinsi Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat, maka mesti berbicara tentang tokoh penyebar dari agama mayoritas yang dianut suku Sunda tersebut. Menurut sumber sejarah lokal (baik lisan maupun tulisan) bahwa tokoh utama penyebar Islam awal di tanah Pasundan adalah tiga orang keturunan raja Pajajaran, yaitu Pangeran Cakrabuana, Syarif Hidayatullah, dan Prabu Kian Santang. Read more »

Kesultanan Banten

(1568-1813) 

KESULTANAN yang pada masa jayanya meliputi daerah yang sekarang dikenal dengan daerah Serang, Pandeglang, Lebak, dan Tangerang. Sejak abad ke-16 sampai abad ke-19 Banten mempunyai arti dan peranan yang penting dalam penyebaran dan pengembangan Islam di Nusantara, khususnya di daerah Jawa Barat, Jakarta, Lampung, dan Sumatra Selatan. Read more »

Kesultanan Cirebon

KESULTANAN Cirebon merupakan kesultanan di pantai utara Jawa Barat dan kerajaan Islam pertama di Jawa Barat. Cirebon pada saat sekarang merupakan nama satu wilayah administrasi, ibu kota, dan kota. Nama Cirebon juga melekat pada nama bekas sebuah keresidenan yang meliputi kabupaten-kabupaten Indramayu, Kuningan, Majalengka, dan Cirebon. Read more »

Sejarah Cirebon

KISAH asal-usul Cirebon dapat ditemukan dalam historiografi tradisional yang ditulis dalam bentuk manuskrip (naskah) yang ditulis pada abad ke-18 dan ke-19. Naskah-naskah tersebut dapat dijadikan pegangan sementara sehingga sumber primer ditemukan.

Diantara naskah-naskah yang memuat sejarah awal Cirebon adalah Carita Purwaka Caruban Nagari, Babad Cirebon, Sajarah Kasultanan Cirebon, Babad Walangsungsang, dan lain-lain. Yang paling menarik adalah naskah Carita Purwaka Caruban Nagari, ditulis pada tahun 1720 oleh Pangeran Aria Cirebon, Putera Sultan Kasepuhan yang pernah diangkat sebagai perantara para Bupati Priangan dengan VOC antara tahun 1706-1723. Read more »

Si Kabayan dari Buku ke Buku

Oleh ATEP KURNIA 

Si Kabayan (SK) manusia lucu itu banyak diketahui orang. Tokoh kita ini memang dikenal suka berkelakar, humoris, lugu, tetapi juga kadang-kadang direpresentasikan sebagai orang yang pandai. Sepanjang kelahirannya, Si Kabayan selalu dihidup-hidupkan orang, tentu saja sesuai dengan keinginan dan kepentingan si pengarangnya. Sebagian bahkan memercayainya sebagai bukan tokoh fiktif. Menurut orang yang percaya, makam Si Kabayan ada di Banten. Read more »

Perkembangan Kamus Sunda

Oleh ATEP KURNIA

Josua van Iperen adalah orang yang mulai mengumpulkan kosakata Sunda. Ia memuatkannya dalam “Proeven van Hoog, Gemeen en Berg Javaans”. Tulisan tersebut dimuat dalam Verhandelingen van het Bataviaasch Genootschap der Kunsten en Wetenschappen (Tweede Deel) tahun 1780. Ia melakukannya dengan maksud untuk menjadikannya bahan perbandingan. Sebab, sepertinya, orang Belanda “semaput” dengan bahasa Sunda karena bahasa Sunda hampir mirip dengan bahasa Jawa. Dalam pelaksanaannya, Iperen membanding-bandingkan Bahasa Jerman Tinggi, Bahasa Sunda atau Bahasa Gunung, Bahasa Jawa Umum, dengan Bahasa Tinggi Bangsawan Jawa (Moriyama 2005: 19, 320). Read more »

The Islamic Tradition of Cirebon; Ibadat and Adat Among Javanese Muslim

Kendati sudah terbilang lama dan Anda pasti telah membacanya, buku ini sangat bermanfaat. Buah karya Abdul Ghoffir Muhaimin. Semula, ia merupakan thesis Ph.D. penulisnya pada The Australian National University (1995). Edisi bahasa Indonesianya, “Islam Dalam Bingkai Budaya Lokal: Potret Dari Cirebon”, diterbitkan oleh Logos bekerjasama dengan Yayasan Adikarya IKAPI dan Ford Foundation (2001). Departemen Agama RI juga telah mempublikasikan edisi bahasa Inggrisnya secara terbatas pada tahun 2004. Read more »

Entertainment and Circumcisions; Sisingaan Dancing in West Java

By Jörgen Hellman

The article elicits the complex relationship that exists in many Asian societies between art, drama and religious ritual. Male circumcisions in West Java are often elaborated into extraordinary events, including hundreds of guests who take part in a common meal and enjoy different kinds of artistic performances. Sisingaan dancing is an art form developed to entertain guests during these rituals and the article demonstrates how the dance is weaved into a specific conceptual universe. Read more »

Abu Nawas, Koja Nasruddin, Si Kabayan

Oleh JAKOB SUMARDJO

SI Kabayan ternyata punya saudara-saudara tua di dunia Arab, yaitu tokoh sufi Abu Nawas, Koja Nasruddin, dan Junayd. Ketiga tokoh “Arab” ini menampilkan diri sebagai sosok yang cerdas dan bodoh yang menimbulkan efek humor. Begitu pula Si Kabayan yang dilahirkan di daerah Banten. Tokoh kesayangan masyarakat Sunda ini ternyata berstatus sufi juga, atau setidaknya dipakai untuk mengungkapkan pikiran sufistik. Read more »

Analisis Historis Tentang Sunan Gunung Djati

Oleh NINA H. LUBIS

DALAM makalah ini akan dikemukakan suatu analisis historis tentang identitas Sunan Gunung Djati, salah seorang wali dari Wali Sanga, yang menjadi pendiri Kesultanan Cirebon dan Banten, sekaligus penyebar agama Islam di Jawa Barat.

Sunan Gunung Djati, menjadi tokoh utama dalam berbagai naskah lama yang dapat disebut sebagai naskah-naskah Cirebon. Selain itu, beberapa buku Read more »